x Pulau Seribu Asri

Manajemen Bhayangkara FC Youth Memohon Maaf dan Mengutuk keras Tindakan Rasisme Kepada Alberto

waktu baca 3 menit
Senin, 20 Apr 2026 16:35 14 M Ary K

Viralterkini.id, SEMARANG – Pertandingan pekan ke-32 Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United FC U-20 di Stadion Citarum, Sabtu (19/4) sore, berlangsung sengit namun berakhir dengan kontroversi dan kericuhan yang melibatkan pemain hingga ofisial kedua tim.

Dalam laga yang berlangsung ketat, Dewa United FC U-20 berhasil mencuri kemenangan dengan skor 2-1. Tim tamu membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Kelivin Ananda Hairulis pada menit ke-16. Tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat Aqilah Lissunnah pada menit ke-65.

Namun, pertandingan mencapai titik panas saat Dewa United mencetak gol kedua melalui Abu Thalib pada menit ke-81. Gol tersebut langsung memicu polemik karena dinilai berada dalam posisi offside oleh kubu Bhayangkara. Meski mendapat protes keras dari pemain dan ofisial tuan rumah kepada wasit dan hakim garis, keputusan tetap tidak berubah dan gol disahkan.

Kontroversi itu menjadi awal memanasnya situasi di lapangan. Setelah pertandingan kembali dilanjutkan, terjadi adu argumen antar pemain dari kedua tim di tengah lapangan. Meski sempat dilerai, ketegangan justru meningkat.

Berdasarkan laporan dan rekaman video yang beredar, seorang pemain Dewa United dengan nomor punggung 158 diduga melakukan tindakan pemukulan ke arah dagu pemain Bhayangkara. Setelah insiden tersebut, pemain tersebut berlari ke arah bangku cadangan sambil melakukan gestur provokatif, seolah menantang untuk dikejar, yang semakin memancing emosi pemain Bhayangkara.

Keributan kemudian meluas hingga ke area bangku cadangan. Pemain dari kedua tim terlibat cekcok, bahkan pelatih Bhayangkara FC U-20 yang berusaha melerai dilaporkan turut menjadi korban pemukulan oleh pemain Dewa United.

Situasi semakin tidak terkendali ketika seorang pemain Dewa United lainnya dengan nomor punggung 107 terlihat melakukan tendangan ke arah pemain Bhayangkara di tengah kericuhan tersebut.

Sejak awal pertandingan, sejumlah keputusan wasit memang disebut-sebut merugikan Bhayangkara FC, sehingga memperkeruh suasana. Bahkan sebelum gol kedua tercipta, rekaman video menunjukkan adanya dugaan pelanggaran keras dari pemain Dewa United terhadap pemain Bhayangkara yang luput dari sanksi.

Dalam kondisi penuh emosi, salah satu pemain Bhayangkara FC Youth, Alberto, terlihat melakukan aksi balasan dengan menendang pemain lawan. Tindakan tersebut diduga dipicu oleh akumulasi ketegangan sepanjang pertandingan.

Di tengah insiden itu, muncul pula dugaan adanya ucapan rasis yang memperkeruh suasana. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara maupun kedua tim terkait kebenaran tuduhan tersebut.

Manajemen Bhayangkara FC Youth menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang mencoreng jalannya pertandingan. Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa pertandingan yang awalnya kompetitif berubah menjadi tidak kondusif akibat berbagai keputusan dan situasi di lapangan.

“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dan khususnya rasisme dalam pertandingan. Kami juga mengecam keras segala bentuk provokasi dan tindakan rasis yang terjadi,” demikian pernyataan manajemen Bhayangkara FC Youth.

Terkait keterlibatan pemainnya, Alberto, pihak manajemen menyebut situasi di lapangan sangat emosional, terutama karena adanya dugaan perlakuan rasis yang diterima pemain tersebut. Meski demikian, mereka tetap menegaskan bahwa tindakan balasan tidak dapat dibenarkan.

Manajemen Bhayangkara juga menyatakan tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk diserahkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti secara profesional dan adil.

Sementara itu, Alberto secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya. Ia mengaku terpancing emosi, namun berharap kejadian serupa tidak terulang, khususnya terkait dugaan rasisme.

“Saya terpancing emosi, saya minta maaf, tapi saya juga berharap kejadian rasis tidak terulang,” ujar Alberto.

Usai pertandingan, Alberto juga dilaporkan langsung mendatangi pemain dan ofisial Dewa United FC U-20 untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Hingga kini, publik masih menantikan klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara kompetisi terkait berbagai kontroversi dalam pertandingan tersebut, termasuk keputusan wasit, insiden kekerasan, dan dugaan rasisme. Peristiwa ini menjadi catatan serius bagi pembinaan sepak bola usia muda agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai fair play. (ma)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri