x Pulau Seribu Asri

Erol Iba dan 54 Orang Dari PSBS Berencana Tempuh Jalur Hukum

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Jul 2026 07:09 22 M Ary K

Viralterkini.id, Padang -Kasus tunggakan gaji kembali mencoreng sepak bola Indonesia. Kali ini, PSBS Biak Numfor yang musim lalu berlaga di BRI Liga 1, dilaporkan belum membayar hak pemain dan official selama lima bulan.

Kondisi ini mendorong Erol Iba, asisten manajer dan asisten pelatih tim, bersama 53 orang lainnya untuk mengambil langkah hukum.

Pendampingan hukum dipegang oleh Kantor Hukum Eko Kurniawan dan Rekan, serta Pusat Studi Hukum dan Humaniora Meester Yamin Law Center (MYLC).

“Beberapa hari lalu kita intens berkomunikasi dengan Erol Iba terkait pendampingan hukum. Kita akan melakukan upaya hukum antara lain melayangkan surat somasi kepada manajemen PSBS Biak Numfor, PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan lainnya,” ujar Eko Kurniawan dikutip Selasa (21/7/2026).

Eko menegaskan bahwa prioritas utama adalah penyelesaian pembayaran gaji. Namun, jika ditemukan bukti kuat, pihaknya tidak menutup kemungkinan melaporkan dugaan pidana penipuan. “Terkait dugaan pidana penipuan ancaman hukumannya empat tahun sesuai pasal 492 KUHP Baru,” jelasnya.

Sementara itu, Erol Iba mengaku telah mengirim surat kepada Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor. Dalam surat itu, ia meminta arahan dan bantuan untuk memanggil direksi PSBS Biak agar segera menandatangani perjanjian dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

“Penandatanganan ini menyangkut hak deposit untuk official, pelatih, dan pemain. Deposit bisa dicairkan jika ada kesepakatan dari direksi,” tulisnya.

Erol juga mengingatkan bahwa kelambatan penandatanganan dapat berakibat fatal.
“Keterlambatan akan membawa PSBS Biak otomatis kena sanksi degradasi ke Liga 3 sesuai regulasi PT LIB. Ini menyangkut masa depan tim dan marwah Kabupaten Biak Numfor di Liga 2,” tegasnya.

Di sisi lain, Erol juga menyoroti dugaan invoice palsu di tubuh manajemen. Jika kasus ini berlanjut ke pengadilan, ia mengingatkan ada preseden serupa pada 2019, ketika puluhan pemain Persegres Gresik memenangkan gugatan gaji tertunggak di PN Gresik.

Erol Iba sendiri memiliki rekam jejak panjang di sepak bola Indonesia. Ia pernah menarik minat Sydney FC saat membela Persik Kediri, meski transfer batal karena masalah uang transfer.

Saat pandemi, saat menjadi asisten pelatih Persiba Balikpapan, ia juga secara terbuka mengungkap kesulitan ekonomi keluarganya usai kompetisi dihentikan.

Di balik kariernya, Semen Padang menjadi klub yang paling berkesan baginya. Di klub itu ia pertama kali bermain, bertemu dengan istrinya, dan juga menerima hidayah untuk menjadi mualaf.

“Dari semua klub yang saya bela, yang paling berkesan di Semen Padang. Di Semen Padang saya pertama kali bermain dan di Padang saya mendapat istri. Yang paling berkesan lainnya adalah saya mendapat hidayah untuk hijrah menjadi seorang mualaf juga di Semen Padang,” kenangnya. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri