x Pulau Seribu Asri

Kayu Batik, Kerajinan Langka dari Lereng Tangkuban Perahu yang Diburu Wisatawan

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 07:56 18 Rainy Bintang

Viralterkini.id, Bandung – Nama “Kayu Batik” mungkin terdengar seperti kayu yang dihias motif batik. Namun faktanya, Kayu Batik merupakan spesies tumbuhan langka dengan pola alami unik pada serat kayunya. Keunikan inilah yang menjadikannya bahan kerajinan bernilai tinggi, meski produksinya kini semakin terbatas.

Di kawasan Tangkuban Perahu, tepatnya di wilayah Lembang, hanya tersisa tiga orang pengrajin yang masih mempertahankan tradisi pengolahan Kayu Batik. Ketiganya merupakan kakak beradik yang secara turun-temurun memproduksi suvenir khas tersebut.

Kerajinan Kayu Batik memang sulit ditemukan di luar wilayah Bandung Utara. Daya tarik utamanya terletak pada motif alami yang terbentuk dari perbedaan warna jaringan dalam batang kayu. Pola tersebut muncul secara alami seiring pertumbuhan pohon, sehingga tidak ada dua produk yang benar-benar sama.

“Setiap potongan kayu punya motif berbeda. Itu yang membuatnya unik dan bernilai,” ujar salah satu pengrajin setempat.

Bahan baku Kayu Batik diperoleh langsung dari kawasan hutan sekitar Ciater. Kayu yang masih dalam kondisi basah kemudian diproses secara tradisional. Tahap awal dimulai dengan mengupas kulit kayu hingga membentuk silinder, lalu dipotong secara horizontal sesuai ukuran yang diinginkan.

Setelah itu, potongan kayu dilubangi dan dipahat secara vertikal untuk membentuk berbagai produk, seperti vas bunga, gelas, hingga asbak. Proses akhir dilakukan dengan melapisi permukaan kayu menggunakan pernis, lalu dijemur hingga kering agar lebih awet dan mengilap.

Meski proses pembuatannya relatif sederhana, ketersediaan bahan baku serta keterbatasan jumlah pengrajin membuat Kayu Batik menjadi produk langka. Hal ini justru meningkatkan daya tariknya di mata wisatawan, khususnya turis mancanegara.

Permintaan yang tinggi seringkali membuat stok cepat habis, bahkan ketika kayu masih dalam kondisi setengah jadi. Para pembeli tak jarang sudah memesan lebih dulu demi mendapatkan suvenir unik tersebut.

Keberadaan Kayu Batik tidak hanya menjadi potensi ekonomi lokal, tetapi juga bagian dari kekayaan hayati dan budaya yang perlu dilestarikan. Dengan semakin terbatasnya pengrajin, upaya regenerasi menjadi tantangan penting agar kerajinan khas ini tidak hilang ditelan zaman. (rby)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

3 hours ago
3 hours ago
3 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri