x Viralterkini

Franco Baresi, Sang Nomor 6 yang Menjadi Simbol Keabadian AC Milan

waktu baca 6 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 08:13 13 M Ary K

Viralterkini.id, MILAN — Ribuan orang memenuhi kawasan Basilika Sant’Ambrogio, Milan, Italia, pada Selasa (4/8/2026). Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan kapten AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, yang meninggal dunia pada 31 Juli 2026 dalam usia 66 tahun.

Sejak pagi, sekitar 3.000 orang telah berkumpul di sekitar basilika. Syal, bendera merah-hitam, dan kostum bernomor punggung 6 menjadi penanda kuat bahwa yang mereka lepas bukan sekadar seorang mantan pemain, melainkan simbol kesetiaan dan kejayaan Rossoneri.

Franco Baresi

Ketika peti jenazah tiba menjelang pukul 11.00 waktu setempat, para pendukung menyambutnya dengan nyanyian penghormatan. Seruan “Hanya ada satu kapten”, “Nomor 6 selamanya, Franco Baresi”, dan “Baresi salah satu dari kami” terus bergema di halaman gereja.

Sebuah spanduk besar yang dipasang menghadap halaman basilika juga menyampaikan salam perpisahan kepada sang kapten. Pemandangan itu menggambarkan kuatnya ikatan Baresi dengan publik Milan, bahkan hampir tiga dekade setelah ia memainkan pertandingan terakhirnya.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa para mantan rekan setim, lawan, pelatih, dan tokoh sepak bola ikut menghadiri prosesi tersebut. Di antara mereka terdapat Paolo Maldini, Marco van Basten, Roberto Baggio, Alessandro Costacurta, Mauro Tassotti, Filippo Galli, Demetrio Albertini, Roberto Donadoni, Clarence Seedorf, Dida, Daniele Massaro, Marco Simone, dan Riccardo Montolivo.

Mantan pelatih AC Milan Fabio Capello juga hadir bersama sejumlah tokoh sepak bola dan perwakilan klub-klub Italia. Delegasi Inter Milan yang dipimpin Giuseppe Marotta mendapat sambutan hangat dari para pelayat.

Pemilik AC Milan Gerry Cardinale, Presiden Paolo Scaroni, CEO Massimo Calvelli, serta Wali Kota Milan Giuseppe Sala turut menghadiri upacara. Kedatangan dan kepulangan sejumlah petinggi klub sempat diwarnai siulan dari sebagian pendukung yang tidak puas terhadap pengelolaan Milan dalam beberapa waktu terakhir.

Mayoritas pemain utama Rossoneri tidak dapat hadir karena sedang menjalani tur pramusim di Australia. Meski demikian, Christian Pulisic dan Santiago Gimenez—yang tidak mengikuti rombongan karena mengalami cedera—hadir mewakili tim utama. Informasi mengenai para pelayat tersebut juga dicatat dalam laporan La Gazzetta dello Sport.

Karangan bunga dan ucapan belasungkawa berdatangan dari berbagai penjuru dunia. FIFA, Presiden FIFA Gianni Infantino, Real Madrid, Barcelona, Inter Milan, AS Roma, Pemerintah Kota Milan, Pemerintah Wilayah Lombardia, Andriy Shevchenko, serta sejumlah mantan pemain dan pejabat klub menyampaikan penghormatan. Real Madrid dan Barcelona juga mengirimkan delegasi resmi.

Kesetiaan yang Tidak Tergoyahkan

Franco Baresi dilahirkan di Travagliato, dekat Brescia, pada 8 Mei 1960. Perjalanannya menuju puncak sepak bola tidak bermula dengan mulus. Ia pernah ditolak Inter Milan karena dianggap memiliki kondisi fisik yang kurang meyakinkan. Penolakan tersebut justru membawanya ke AC Milan, klub yang kemudian menjadi satu-satunya rumah sepanjang karier profesionalnya.

Baresi menjalani debut bersama tim utama Milan pada 23 April 1978, ketika usianya belum genap 18 tahun. Semusim kemudian, ia ikut membawa Rossoneri menjuarai Serie A.

Kesetiaan Baresi kemudian diuji ketika Milan dua kali harus bermain di Serie B. Ia memilih bertahan dan turut membawa klub kembali ke kasta tertinggi. Dalam usia yang masih sangat muda, Baresi dipercaya menjadi kapten serta tampil sebagai figur utama dalam proses kebangkitan Milan.

Ketika era kejayaan datang di bawah kepemimpinan Arrigo Sacchi dan Fabio Capello, Baresi menjadi pusat dari salah satu barisan pertahanan terbaik yang pernah dimiliki sepak bola. Bersama Mauro Tassotti, Alessandro Costacurta, dan Paolo Maldini, ia membangun fondasi bagi dominasi Milan di Italia maupun Eropa.

Meski dikenal sebagai libero, pengaruh Baresi jauh melampaui tugas bertahan. Ia memiliki kemampuan membaca permainan, menentukan waktu intersepsi, mengatur garis pertahanan, dan membawa bola keluar dari tekanan. Ketenangan serta kecerdasannya membuat Baresi mampu memimpin permainan dari area belakang.

Franco Baresi

Kualitasnya memperoleh pengakuan internasional ketika ia menempati posisi kedua dalam pemilihan Ballon d’Or 1989. Pencapaian tersebut terbilang istimewa bagi seorang pemain bertahan.

Menurut laman resmi Hall of Fame AC Milan, Baresi membukukan 719 pertandingan resmi selama 20 musim bersama Rossoneri. Ia mempersembahkan enam gelar Serie A, tiga Piala Champions Eropa, dua Piala Interkontinental, dan empat Piala Super Italia.

Baresi juga menyandang ban kapten Milan selama 15 musim sebelum pensiun pada 1997. Kepemimpinannya kemudian dilanjutkan oleh Paolo Maldini.

Pahlawan Italia di Dua Generasi Piala Dunia

Di level internasional, Baresi menjadi anggota skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Ia kemudian berkembang menjadi pemimpin utama Gli Azzurri dan membawa tim tersebut menempati peringkat ketiga pada Piala Dunia 1990.

Salah satu penampilan paling dikenang terjadi pada final Piala Dunia 1994 menghadapi Brasil. Baresi kembali bermain hanya 25 hari setelah menjalani operasi lutut dan mampu bertahan selama 120 menit. Italia akhirnya kalah melalui adu penalti, tetapi penampilan sang kapten tetap dianggap sebagai salah satu pertunjukan bertahan terbaik dalam sejarah turnamen.

Baresi mengakhiri karier internasionalnya dengan 81 penampilan untuk Italia. Ia meninggalkan warisan sebagai pemain yang memadukan ketangguhan, ketenangan, kecerdasan taktis, dan kepemimpinan.

Setelah Baresi pensiun, AC Milan memensiunkan kostum nomor 6 untuk menghormati pengabdiannya. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah klub yang menerima penghormatan tersebut.

Klub mengenangnya sebagai sosok yang mewakili hati dan jiwa AC Milan. Dalam pernyataan resminya, Milan menyebut Baresi sebagai “Rossonero abad ini” dan menegaskan bahwa sang kapten akan tetap menjadi bagian abadi dari perjalanan klub. Penghormatan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi bertajuk “Franco Baresi Forever”.

Prosesi di Basilika Sant’Ambrogio akhirnya berakhir, tetapi ribuan pendukung tidak segera meninggalkan lokasi. Mereka terus bernyanyi dan mengibarkan bendera bernomor 6, seolah ingin memastikan satu pesan tetap terdengar di seluruh Milan: Franco Baresi mungkin telah pergi, tetapi keteladanan, kesetiaan, dan warisannya tidak akan pernah berhenti hidup.

Data Pribadi Franco Baresi

KeteranganInformasi
Nama lengkapFranchino Baresi
Nama populerFranco Baresi
Tempat lahirTravagliato, Brescia, Italia
Tanggal lahir8 Mei 1960
Tanggal meninggal31 Juli 2026
Usia66 tahun
KebangsaanItalia
Tinggi badan176 sentimeter
Posisi bermainLibero/bek tengah
Klub profesionalAC Milan
Periode bermain1977–1997
Nomor punggung6
Masa menjadi kapten Milan15 musim
Penampilan resmi bersama Milan719 pertandingan
Penampilan untuk timnas Italia81 pertandingan
Gol bersama timnas Italia1 gol
IstriMaura Lari
AnakEdoardo dan Giannandrea
Saudara kandungGiuseppe Baresi
Jabatan setelah pensiunPelatih tim junior dan Wakil Presiden Kehormatan AC Milan

Kehidupan Pribadi Sang Kapten

Franco Baresi memiliki nama lengkap Franchino Baresi. Ia lahir di Travagliato, sebuah kota kecil di dekat Brescia, Italia, pada 8 Mei 1960. Baresi tumbuh bersama kakaknya, Giuseppe Baresi, yang juga menjadi pemain sepak bola profesional dan dikenal sebagai salah satu figur penting Inter Milan.

Kehidupan Baresi sejak remaja diwarnai kehilangan besar. Ibunya, Regina, meninggal dunia ketika ia berusia 13 tahun. Empat tahun kemudian, ayahnya, Terzo, meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sepak bola kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupan Franco dan Giuseppe.

Berbeda dari sang kakak yang memperkuat Inter Milan, Franco membangun seluruh karier profesionalnya bersama AC Milan. Ia bergabung dengan akademi Rossoneri pada 1972 dan menembus tim utama lima tahun kemudian. Perbedaan klub membuat keduanya beberapa kali bertemu sebagai kapten dalam Derby della Madonnina.

Dalam kehidupan keluarga, Baresi menikah dengan Maura Lari pada 1984. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua putra, Edoardo dan Giannandrea. Baresi dikenal sebagai pribadi pendiam, rendah hati, dan tidak banyak berbicara di depan publik. Namun, ketenangan itu justru menjadi salah satu kekuatan utamanya ketika memimpin tim di lapangan.

Selepas pensiun sebagai pemain pada 1997, Baresi tetap berada di lingkungan AC Milan. Ia pernah menangani sejumlah tim junior klub dan kemudian dipercaya menjadi Wakil Presiden Kehormatan Milan sejak 2020. Kedekatannya dengan klub membuat Baresi tidak hanya dikenang sebagai mantan pemain, tetapi juga sebagai penjaga nilai, identitas, dan tradisi Rossoneri.

Data pribadi dan perjalanan hidup tersebut merujuk pada profil resmi Hall of Fame AC Milan serta laporan riwayat hidup yang diterbitkan The Guardian. (ma)

Franco Baresi

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini