x Viralterkini

Dewan Pers: Media Arus Utama Harus Jadi Pemeriksa Fakta di Tengah Maraknya Hoaks

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Nov 2026 19:15 12 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Anggota Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, menegaskan pentingnya peran media massa, khususnya media arus utama (mainstream), sebagai pemeriksa fakta atau fact checker di tengah maraknya penyebaran hoaks, malinformasi, dan disinformasi.

Menurut Niken, derasnya arus informasi yang tidak terverifikasi membuat masyarakat membutuhkan media yang kredibel dan dapat dipercaya. Media arus utama harus mampu menjadi rujukan publik dalam memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Media arus utama ini menjadi fact checker. Fact checker itu cek fakta bagi masyarakat. Masyarakat akan bingung ke mana ini akan mencari berita-berita yang benar,” kata Niken usai membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Gedung Dewan Pers, Rabu (4/11/2026).

Ia menilai, untuk menjalankan fungsi tersebut, wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis dalam mencari dan menyampaikan informasi. Lebih dari itu, setiap jurnalis harus memahami serta menerapkan etika jurnalistik dalam menjalankan profesinya.

Niken mengingatkan bahwa Dewan Pers telah mengatur prinsip-prinsip profesionalisme wartawan melalui Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Pedoman tersebut harus menjadi landasan dalam setiap proses pencarian, pengolahan, hingga penyajian berita.

“Tapi yang lebih penting dari itu adalah etika. Etika ini, Dewan Pers sudah mengatur adanya Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan etika jurnalistik yang disertai penggunaan data dan fakta akan menghasilkan pemberitaan berkualitas serta mampu menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan masyarakat.

Niken juga mengingatkan wartawan agar tidak hanya mengandalkan satu atau dua sudut pandang dalam menyusun berita. Ia mendorong jurnalis menerapkan prinsip cover multi-side atau menggali informasi dari berbagai pihak agar pemberitaan lebih komprehensif, tajam, dan berimbang.

“Berita itu harus independen. Nah, independen itu artinya kita menyampaikan data, fakta yang benar. Tidak hanya dari satu sisi atau mungkin cover both side itu dua sisi, tapi penting di sini adalah cover multi-side,” jelasnya.

Lebih lanjut, Niken menekankan pentingnya proses pemeriksaan ulang atau check and recheck serta verifikasi terhadap setiap informasi sebelum dipublikasikan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian mendasar dari kerja jurnalistik untuk memastikan berita yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat, objektif, dan bertanggung jawab.

“Jadi, inilah check and recheck, verifikasi, ini sangat penting dilakukan oleh para jurnalis ataupun wartawan. Karena dengan adanya check and recheck, ini kita akan memproduksi berita yang benar, bertanggung jawab, dan berita yang objektif,” tegas Niken.

Selain persoalan akurasi dan keberimbangan, ia turut mengingatkan wartawan agar tidak memiliki niat buruk dalam memproduksi sebuah pemberitaan.

Niken menilai, framing atau pembingkaian berita yang dibangun dengan itikad buruk dapat menggiring opini dan membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat. Karena itu, independensi dan integritas harus tetap dijaga dalam setiap proses jurnalistik.

“Dalam menulis atau membuat berita, memproduksi berita, itu tidak ada niat buruk. Kalau sudah ada niat buruk, membingkai atau membuat framing, ini akan kemudian bisa menyesatkan kalau sudah ada niat buruk,” cetusnya.

Ia menambahkan, kegiatan investigasi yang dilakukan wartawan profesional harus berangkat dari niat mengungkap kebenaran, bukan untuk menggiring opini atau membentuk persepsi tertentu sesuai kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Seorang wartawan profesional misalnya mencari, menginvestigasi sesuatu itu tidak ada niat buruk, tapi akan mengungkap kebenaran,” pungkasnya.

Pesan Dewan Pers tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme wartawan tidak hanya diukur dari kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga dari integritas, independensi, kepatuhan terhadap kode etik, serta kesungguhan dalam memverifikasi setiap fakta.

Di tengah derasnya arus informasi digital, media massa dituntut semakin bertanggung jawab agar tetap menjadi sumber informasi yang kredibel sekaligus benteng masyarakat dari penyebaran berita bohong. (ma)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini