x Pulau Seribu Asri

AWG Kutuk Seruan Pembersihan Etnis Palestina di Gaza: Dunia Harus Segera Bertindak

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Jul 2026 10:10 19 Redaksi ViralTerkini

Viralterkini.id, Bekasi – Aqsa Working Group (AWG) mengutuk keras pernyataan sejumlah pejabat tinggi dan tokoh ekstremis Zionis Israel yang secara terbuka menyerukan pembangunan kembali permukiman Yahudi di seluruh Jalur Gaza serta pengusiran warga Palestina dari tanah kelahiran mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah aksi ribuan pemukim Zionis Israel bersama sejumlah menteri sayap kanan dan anggota Knesset yang berbaris di perbatasan Gaza sambil menyerukan pendudukan kembali wilayah tersebut dan pembentukan permukiman eksklusif Yahudi.

Seruan seperti ini merupakan bentuk hasutan yang bertentangan dengan hukum humaniter internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia.

Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), M. Anshorullah, menegaskan pernyataan tersebut semakin memperjelas arah kebijakan kelompok ekstremis di Israel yang menginginkan pengosongan Jalur Gaza dari penduduk aslinya.

“Tidak ada perdamaian yang dapat dibangun di atas pengusiran suatu bangsa dari tanah airnya. Perdamaian sejati hanya dapat terwujud apabila hak rakyat Palestina untuk hidup, merdeka, dan menentukan nasibnya sendiri dihormati sesuai hukum internasional,” tegas Anshorullah.

Menurut Anshorullah, pernyataan terbuka yang menyerukan pembersihan etnis tersebut menunjukkan penderitaan rakyat Palestina bukan sekadar dampak sampingan dari perang.

“Pernyataan ini menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina bukan dampak sampingan perang semata, tetapi semakin mengarah pada upaya sistematis untuk menghilangkan keberadaan bangsa Palestina dari tanahnya sendiri. Dunia tidak boleh menutup mata terhadap narasi yang secara terang-terangan melegitimasi pengusiran massal dan kolonisasi,” ujarnya.

AWG menilai komunitas internasional harus melampaui sekadar pernyataan keprihatinan.

Negara-negara di dunia, termasuk negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta seluruh pihak yang menjunjung tinggi keadilan dan hak asasi manusia, perlu mengambil langkah nyata untuk menghentikan impunitas yang selama ini dinikmati Zionis Israel.

AWG mendesak agar dunia internasional secara bersama-sama meningkatkan tekanan politik, diplomatik, hukum, dan ekonomi terhadap pemerintah Israel beserta pihak-pihak yang mendukung kebijakan pendudukan dan perluasan permukiman ilegal.

Langkah kolektif tersebut dinilai penting untuk mencegah semakin meluasnya pelanggaran terhadap hukum internasional dan melindungi rakyat sipil Palestina.

Sebagai bentuk aksi damai yang dapat dilakukan masyarakat sipil, AWG juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat dukungan terhadap gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) sebagai salah satu instrumen non-kekerasan dalam menekan praktik pendudukan, kolonisasi, dan pelanggaran hak-hak rakyat Palestina.

“Gerakan boikot BDS merupakan salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat dunia untuk menyampaikan pesan bahwa penjajahan, apartheid, dan segala bentuk pembersihan etnis tidak boleh memperoleh legitimasi maupun keuntungan ekonomi,” tegasnya.

AWG menegaskan kembali perjuangan membela Palestina bukan semata isu politik regional, melainkan persoalan kemanusiaan universal yang menuntut keberpihakan kepada keadilan, penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan hak setiap bangsa untuk hidup di tanah airnya sendiri.

AWG mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas terhadap Palestina melalui doa, edukasi publik, advokasi kemanusiaan, dukungan terhadap gerakan BDS, serta bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.

Saatnya dunia bergerak bersama menghentikan impunitas, menolak segala bentuk pembersihan etnis, dan memperjuangkan tegaknya keadilan bagi rakyat Palestina.

Sebelumnya, Menteri Permukiman Israel, Orit Strock, pada awal pekan ini menyerukan pembangunan kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza. Ia mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan “bagian dari Tanah Israel.”

Korporasi Penyiaran Israel mengutip pernyataan Strock yang menyebut bahwa warga Yahudi harus kembali tinggal di Jalur Gaza dan bahwa tuntutan untuk membangun kembali permukiman Yahudi di wilayah tersebut merupakan hal yang sah. (bn)

Redaksi ViralTerkini

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri