x Pulau Seribu Asri

Migrant Watch dan Institut STIAMI Kompak Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Bekerja di Luar Negeri

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Mei 2024 12:34 321 M Ary K

ViralTerkini.id, JAKARTA – Institut STIAMI dan Migrant Watch kompak mendorong lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di luar negeri. Kedua institusi tersebut bahkan menegaskan lapangan kerja di luar negeri sangat terbuka bagi lulusan perguruan tinggi.

“Saya mengajak kalian sebagai makhluk bumi. Jangan hanya kerja di Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan dalam Dialog Publik BP2MI bertema: Merebut Peluang Kerja Global yang digelar di kampus STIAMI, Selasa, 21 Mei 2024 kemarin.

Apalagi, bagi Aznil, negara-negara maju justru membuka banyak peluang kerja. Pasalnya negara-negara tersebut justru menghadapi kekurangan banyak tenaga kerja.

“Kampus atau perguruan tinggi ini sebagai pencetak high skill yang sangat berpotensi untuk mendapat pekerjaan di luar negeri,” ujarnya. Aznil pun menyoroti kebutuhan akan lapangan kerja baru bagi 3,6 juta penduduk Indonesia.

Namun, ungkap dia, pemerintah hampir pasti akan kesulitan menyediakan kebutuhan lapangan pekerjaan tersebut.

“Inilah yang saya katakan bahwa pemerintah jarang memberikan pekerjaan,” tegasnya.

Menurut Aznil, saat ini keterampilan tinggi atau high skill lebih banyak dikuasai oleh tenaga kerja asal India yang mendominasi sektor-sektor seperti teknologi informasi, akuntansi, hukum internasional, dan kedokteran.

“High skill lebih banyak dikuasai oleh India. Di Amerika, ahli IT, akuntan, hukum internasional, kedokteran yang tidak pernah digarap dan tidak pernah tersentuh,” tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, akademisi Institut STIAMI, Dedy Kusna Utama, mengungkapkan pandangannya mengenai pentingnya perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang siap menghadapi pasar kerja global. Dirinya menekankan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi dapat diukur dari seberapa banyak lulusannya mendapatkan pekerjaan yang layak. Termasuk pekerjaan di luar negeri.

“(Indikator) perguruan tinggi yang maju, yaitu lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujar Dedy.

Dedy juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia dalam mengukur keberhasilan kurikulumnya di tingkat internasional. Dia menekankan perlunya mahasiswa untuk memiliki pengalaman langsung di luar negeri guna memahami dan memenuhi standar global. Untuk menjawab tantangan tersebut, Dedy menekankan pentingnya persiapan dan pembekalan bagi para Mahasiswa. Utamanya dalam hal penguasaan bahasa asing.

Penguasaan bahasa asing menjadi kunci bagi lulusan perguruan tinggi untuk bisa bersaing di pasar kerja internasional dan memperoleh kesempatan belajar maupun bekerja di luar negeri.

“Kita harus menyiapkan dan pembekalan terutama perihal bahasa,” tegasnya.

Beberapa undangan dari beberapa mahasiswa juga turut meramaikan dan mensukseskan dialog publik ini, sekitar 150 mahasiswa yang hadir dalam acara itu dari berbagai kampus dan jurusan. (M.Ary).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!