x Viralterkini

Penataan Rumah Tak Cukup Sekadar Rapi, Kemudahan Menyimpan Barang Jadi Kunci

waktu baca 4 menit
Kamis, 29 Okt 2026 20:48 18 Denny Pohan

Viralterkini.id, TANGERANG – Rumah yang terlihat rapi belum tentu praktis bagi penghuninya. Barang yang sulit ditemukan, penyimpanan yang bercampur, hingga kebiasaan meletakkan benda tidak pada tempatnya menjadi persoalan yang kerap muncul dalam aktivitas sehari-hari.

Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan penghuni, tetapi juga cara mengatur ruang dan menentukan tempat penyimpanan. Penataan yang kurang sesuai dengan kebutuhan dapat membuat aktivitas sederhana, seperti mencari kunci kendaraan atau remote televisi, menjadi kurang efisien.

Laporan IKEA Store & Organise Report 2026 menunjukkan, 38 persen responden mengaku membiarkan barang tidak dibereskan sendiri karena berharap orang lain akan mengurusnya. Sementara itu, 68 persen rumah tangga yang disurvei memiliki laci atau kotak berisi berbagai barang tanpa tempat penyimpanan khusus.

Riset global yang dilakukan YouGov terhadap 31.488 responden di 31 negara tersebut menyoroti tantangan dalam membangun kebiasaan merapikan barang dan mengatur penyimpanan di rumah.

Dalam praktiknya, setiap barang membutuhkan penanganan berbeda. Barang yang sering digunakan sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan benda yang jarang digunakan dapat disimpan di tempat yang lebih tertutup. Pengaturan ini perlu mempertimbangkan kebiasaan seluruh penghuni agar sistem penyimpanan dapat digunakan bersama.

Interior Design Leader IKEA Indonesia, Alfinda Krista Rahardyana, mengatakan penataan penyimpanan sebaiknya memperhatikan proses mengambil dan mengembalikan barang, bukan hanya kapasitas furnitur.

Menurut dia, penyimpanan yang mengharuskan penghuni membuka beberapa laci, memindahkan barang lain, atau berpindah ruangan berpotensi membuat barang diletakkan sembarangan.

Karena itu, pemilihan rak terbuka, kabinet berpintu, dan penyimpanan dinding perlu disesuaikan dengan jenis barang serta aktivitas penghuni rumah.

Lima Cara Membuat Penyimpanan Lebih Fungsional

1. Tempatkan barang yang sering digunakan di lokasi strategis

Kunci kendaraan, kartu akses, kacamata, dan barang kecil lainnya kerap berpindah tempat setelah penghuni pulang. Menyediakan tempat khusus di dekat pintu masuk dapat membantu mengurangi kebiasaan meletakkan barang secara acak.

Penggunaan pengait atau wadah yang dipasang di dinding juga dapat menjadi alternatif untuk menyimpan benda berukuran kecil tanpa memenuhi permukaan meja.

2. Pisahkan barang berdasarkan kategori

Buku, mainan, perlengkapan sekolah, dan koleksi pribadi sering kali disimpan dalam satu area. Tanpa pembagian yang jelas, barang-barang tersebut berisiko bercampur dan sulit ditemukan.

Penggunaan rak dengan kompartemen berbeda dapat membantu memisahkan setiap kategori. Dengan pengaturan yang konsisten, anggota keluarga juga lebih mudah mengetahui lokasi penyimpanan dan mengembalikan barang setelah digunakan.

Rak terbuka bahkan dapat dimanfaatkan sebagai pembatas antarfungsi ruang tanpa harus membangun sekat permanen. Namun, penempatannya tetap perlu memperhatikan keleluasaan bergerak.

3. Sesuaikan penyimpanan dengan jenis koleksi

Buku, album foto, dan benda kenangan tidak selalu harus disimpan di balik pintu lemari. Sebagian dapat ditempatkan di rak terbuka agar mudah dijangkau sekaligus menjadi bagian dari penataan interior.

Sementara itu, koleksi yang perlu terlindung dari debu dapat disimpan menggunakan kabinet berpintu. Penempatan berdasarkan frekuensi penggunaan juga membantu penghuni mengakses barang tanpa harus membongkar susunan penyimpanan.

4. Atur kabinet berdasarkan kebutuhan aktivitas

Area televisi biasanya digunakan untuk menyimpan berbagai barang, mulai dari remote dan aksesori elektronik hingga buku serta dekorasi. Kebutuhan tersebut dapat diakomodasi melalui kombinasi rak terbuka, laci, dan kabinet tertutup.

Barang yang sering digunakan sebaiknya ditempatkan di bagian yang mudah dijangkau, sedangkan perlengkapan yang jarang digunakan dapat disimpan di ruang tertutup.

Selain fungsi, ukuran furnitur perlu disesuaikan dengan luas ruangan. Kabinet yang terlalu besar atau ditempatkan kurang tepat dapat mengganggu jalur berjalan dan membatasi ruang gerak.

5. Kelompokkan barang di dalam laci dan lemari

Memiliki lemari berukuran besar tidak selalu menjamin barang mudah ditemukan. Kabel pengisi daya, baterai, dokumen, alat tulis, dan perlengkapan kecil lainnya tetap dapat bercampur apabila tidak dikelompokkan.

Kotak penyimpanan, baki, dan pembatas laci dapat digunakan untuk memisahkan barang berdasarkan ukuran maupun fungsi. Wadah transparan juga membantu penghuni mengenali isinya tanpa perlu membuka satu per satu.

Sebelum menentukan wadah, ukuran bagian dalam laci atau rak perlu diperhitungkan agar penyimpanan tetap mudah digunakan.

Ukuran Furnitur Bukan Satu-satunya Pertimbangan

Selain kapasitas dan tampilan, kenyamanan penggunaan menjadi faktor penting dalam menentukan furnitur. Penghuni perlu memperhitungkan ruang untuk membuka pintu lemari, menarik laci, serta bergerak di sekitar perabot.

Alfinda mengingatkan bahwa furnitur yang secara ukuran sesuai dengan ruangan belum tentu nyaman digunakan apabila ruang di sekitarnya tidak diperhitungkan.

Oleh karena itu, penataan rumah sebaiknya dimulai dengan mengenali kebutuhan penghuni, jenis barang yang disimpan, dan aktivitas yang berlangsung di setiap ruangan.

Sistem penyimpanan yang mudah dijangkau dan digunakan bersama dapat membantu menjaga keteraturan rumah. Dengan penempatan yang tepat, kegiatan merapikan barang tidak harus menjadi pekerjaan tambahan, melainkan bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Panduan tersebut menjadi bagian dari informasi penataan rumah yang disampaikan IKEA Indonesia, mencakup pemanfaatan rak, kabinet, penyimpanan dinding, serta wadah pengatur barang sesuai kebutuhan.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini