Duel seru Semen Padang FC melawan PSIS dengan skor 1-1 dalam pertandingan Pegadaian Championship 2026–2027 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Minggu (20/9). Foto : Viralterkini.id/Ady Sesotya Viralterkini.id, Bekasi – Kemenangan yang sudah di depan mata Semen Padang FC sirna pada menit terakhir waktu normal. Gol Hari Nur Yulianto pada menit ke-90 memaksa tuan rumah berbagi angka dengan PSIS Semarang dalam pertandingan Pegadaian Championship 2026–2027 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Minggu (20/9).
Semen Padang lebih dahulu memimpin melalui gol Igor Cukovic pada menit kesembilan. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga peluit panjang. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Bagi pelatih Semen Padang, Nil Maizar, hasil tersebut terasa seperti kekalahan. Target meraih tiga poin gagal terwujud setelah timnya kehilangan keunggulan pada pengujung laga.
“Pertama, hasil ini mengecewakan. Seharusnya kami bisa mendapatkan tiga poin, tetapi malam ini kami tidak mendapatkan tiga poin dan hanya mendapat satu poin. Berarti target kami gagal,” ujar Nil Maizar dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Nil mengakui kedua tim memiliki kekuatan yang berimbang. Namun, ia menyayangkan kelengahan dalam menjaga pemain lawan yang berujung pada gol penyama kedudukan.
“Tapi memang, hasil ini seperti kalah. Bukan menang. Kalau seri, kami hanya mendapatkan satu poin. Kalau menang, tentu kami mendapatkan tiga poin,” katanya.
Meski kecewa, Nil tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemainnya sepanjang pertandingan. Ia menilai kerja keras tersebut harus dibarengi konsentrasi hingga laga benar-benar selesai.
“Namun, saya tetap mengapresiasi pemain. Mereka pemain-pemain luar biasa, hanya saja tadi ada kelengahan. Kami tidak menjaga pemain lawan dengan baik,” ungkapnya.
“Kalau pemain itu dijaga, saya pikir dia tidak bisa mencetak gol. Nah, itu yang nanti akan kami evaluasi.”
Kedisiplinan penjagaan menjadi salah satu perhatian utama Nil untuk pertandingan berikutnya. Menurutnya, kehilangan konsentrasi sesaat dapat memberikan kesempatan bagi lawan untuk mencetak gol.
“Dalam sepak bola, tidak boleh satu detik saja kita kehilangan penjagaan, karena bola bisa masuk,” tegasnya.
Evaluasi juga akan menyentuh lini depan. Nil menilai peluang yang belum berhasil dikonversi menjadi gol perlu diperbaiki, bersamaan dengan pembenahan pertahanan dan transisi permainan.
Selain menyoroti permainan timnya, Nil menyampaikan kekecewaan terhadap sejumlah keputusan wasit yang ia nilai kurang seimbang. Menurut penilaiannya, beberapa pelanggaran terhadap pemain Semen Padang tidak diikuti kartu kuning.
Ia menyebut situasi tersebut turut memengaruhi konsentrasi pemain, terutama pada babak kedua dan menjelang akhir pertandingan.
“Anak-anak sedikit terpengaruh sehingga konsentrasi mereka di babak kedua, terutama pada menit-menit akhir, buyar. Mudah-mudahan ke depan wasit bisa lebih fair,” ujarnya.
Di tengah kekecewaan atas hasil akhir, Nil memberikan penilaian positif terhadap penampilan kiper muda Ikram. Ia melihat potensi besar pada sang penjaga gawang, sekaligus mengingatkannya agar tetap rendah hati.
“Performanya cukup bagus. Pesan saya cuma satu, dia harus tetap membumi,” tutur Nil.
“Kalau dia tetap membumi, dua atau tiga tahun ke depan dia bisa menjadi salah satu bintang sepak bola, khususnya penjaga gawang.”
Sementara itu, pemain Semen Padang, Ilham Pratama, menilai timnya sudah menunjukkan permainan yang baik dan kompak. Ia berharap hasil lebih baik dapat diraih pada pertandingan berikutnya.
“Kalau permainan, semua sudah bermain dengan bagus. Secara tim juga sudah kompak. Mungkin memang soal rezeki. Semoga pada pertandingan berikutnya kami bisa mendapatkan tiga poin,” kata Ilham.
Nil turut menyampaikan terima kasih kepada suporter Semen Padang yang datang dari Padang dengan biaya sendiri. Ia mengapresiasi pengorbanan waktu, tenaga, dan dukungan yang diberikan sepanjang pertandingan.
“Mereka mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, dan hati untuk mendukung Semen Padang. Terima kasih kepada seluruh suporter yang sangat luar biasa,” ucapnya. (ma)
5 Poin Penting:
- Kemenangan sirna pada menit ke-90. Semen Padang unggul lewat Igor Cukovic pada menit kesembilan, sebelum Hari Nur Yulianto menyamakan skor menjadi 1-1.
- Nil Maizar menyebut hasil imbang terasa seperti kalah. Target tiga poin gagal tercapai setelah Semen Padang kehilangan keunggulan pada pengujung pertandingan.
- Kelengahan penjagaan menjadi sorotan utama. Nil akan mengevaluasi kedisiplinan bertahan, transisi, serta penyelesaian peluang di lini depan.
- Nil mengkritik sejumlah keputusan wasit. Ia menilai beberapa keputusan kurang seimbang dan menyebut situasi itu turut memengaruhi konsentrasi pemain.
- Kiper muda Ikram mendapat apresiasi. Nil menilai penampilannya cukup bagus dan berpesan agar tetap rendah hati untuk terus berkembang.