Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, Subsp.ALK (K). Foto : ist Viralterkini.id, Jakarta – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyoroti jadwal pertandingan Piala Presiden 2026 yang hanya memberikan jeda pemulihan sekitar satu hari kepada pemain. Jadwal tersebut dinilai perlu segera dievaluasi karena berpotensi meningkatkan risiko kelelahan, cedera, serta menurunkan kesiapan pemain menghadapi kompetisi resmi.
Piala Presiden merupakan turnamen pramusim yang berperan penting dalam mempersiapkan klub dan pemain sebelum memasuki kompetisi Liga. Namun, proses persiapan tidak boleh mengesampingkan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pemain.
Pada fase pramusim, para pemain masih berada dalam proses membangun kondisi fisik, meningkatkan kebugaran, serta beradaptasi kembali dengan intensitas latihan dan pertandingan setelah masa jeda kompetisi. Karena itu, keseimbangan antara beban latihan, pertandingan, dan waktu pemulihan menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, Subsp.ALK (K), menegaskan bahwa tujuan utama pramusim adalah mempersiapkan pemain agar mencapai kondisi fisik optimal untuk menjalani kompetisi panjang—bukan memaksa tubuh bekerja melampaui kemampuan adaptasinya.


“Pemain bukan mesin. Kesehatan dan keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyusunan kalender pertandingan. Kompetisi yang baik tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melindungi para atlet agar dapat tampil optimal, berkelanjutan, dan memiliki karier yang panjang,” tegas dr. Donny.
Mengacu pada rekomendasi internasional mengenai player welfare, pemain idealnya memperoleh waktu pemulihan minimal 72 jam antarlaga. Prinsip tersebut menjadi acuan untuk mencegah beban kerja berlebihan sekaligus melindungi kondisi fisik dan keselamatan pemain.
APPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penerapan prinsip-prinsip player welfare yang selaras dengan standar internasional. Perkembangan sepak bola Indonesia harus berjalan secara kompetitif tanpa mengorbankan hak pemain atas kesehatan, keselamatan, dan waktu pemulihan yang layak.
Jadwal pertandingan bukan sekadar persoalan teknis. Keselamatan pemain harus menjadi prioritas—bukan dikorbankan demi padatnya kompetisi. (ma)