Saat PFI Pusat bersama Thoudy Badai (Pewarta Foto Republika & Anggota PFI Jakarta), Minggu (25/05). Foto : PFI Pusat Viralterkini.id, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, memberikan apresiasi terhadap gaya kepemimpinan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang dinilainya mampu menghadirkan hasil nyata di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh tekanan.
Menurut Bahtra, keberhasilan pemerintah memulangkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menjadi bukti bahwa diplomasi Indonesia saat ini berjalan efektif, tenang, namun memiliki daya tekan yang kuat.
“Pak Sugiono memperlihatkan kualitas kepemimpinan yang hari ini mulai langka, yakni tidak banyak bicara, tidak sibuk membangun sensasi, tetapi fokus bekerja dan menghadirkan hasil nyata. Beliau tenang, tetapi langkah-langkah diplomasi yang dilakukan terasa kuat dan efektif,” ujar Bahtra, Sabtu (23/5/2026).
Bahtra menilai, di bawah arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Menlu Sugiono mampu menerjemahkan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok melalui pendekatan elegan, humanis, serta berorientasi pada perlindungan rakyat.
Menurutnya, diplomasi yang dijalankan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra tersebut tidak dilakukan dengan kegaduhan, melainkan melalui kerja senyap yang terukur dan penuh perhitungan.
“Kadang yang paling kuat justru bukan yang paling ramai berbicara. Pak Sugiono menunjukkan bahwa ketenangan bisa menjadi kekuatan dalam diplomasi. Beliau bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi hasilnya dirasakan langsung oleh rakyat dan dihormati dunia internasional,” lanjutnya.
Bahtra juga menilai Sugiono berhasil menunjukkan bahwa loyalitas terhadap negara diwujudkan melalui kerja konkret, disiplin, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan Presiden.
“Pak Sugiono memberi pesan penting kepada publik bahwa kepemimpinan bukan soal pencitraan, melainkan soal keberanian mengambil tanggung jawab dan kemampuan menghadirkan solusi. Ketika rakyat membutuhkan perlindungan, negara hadir. Dan di balik kehadiran negara itu, ada kerja diplomasi yang serius, tenang, dan efektif,” tegas Bahtra.
Lebih lanjut, Bahtra menambahkan keberhasilan diplomasi Indonesia saat ini semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dan jajaran kabinetnya, khususnya dalam memastikan keselamatan WNI di tengah situasi global yang semakin kompleks.
“Publik bisa melihat bahwa pemerintah bekerja dengan kesungguhan. Tidak gaduh, tetapi nyata. Tidak banyak retorika, tetapi hasilnya jelas dirasakan rakyat,” tutup Bahtra yang juga Juru Bicara Partai Gerindra.
Sementara itu, Pewarta Foto Indonesia Pusat turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pembebasan jurnalis foto Republika sekaligus anggota PFI Jakarta, Thoudy Badai.

PFI Pusat menyebut solidaritas yang ditunjukkan seluruh anggota PFI di berbagai daerah membuktikan bahwa profesi jurnalis bukan sekadar pekerjaan, melainkan keluarga besar yang saling menjaga.
“Jurnalis bukanlah kombatan dalam konflik dan perlindungan terhadap keselamatan mereka saat menjalankan tugas jurnalistik adalah harga mati yang dilindungi oleh hukum internasional,” demikian pernyataan PFI Pusat.
PFI Pusat juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, jajaran redaksi Republika, lembaga kemanusiaan, serta seluruh masyarakat Indonesia atas solidaritas, doa, dan langkah diplomasi yang dilakukan dalam mengawal pembebasan Thoudy Badai. (ma)
