x Pulau Seribu Asri

Indonesia Jadi Target Utama Serangan Siber Exploit dan RDP di Asia Tenggara

waktu baca 3 menit
Jumat, 15 Mei 2026 09:00 23 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Perusahaan keamanan siber global asal Rusia, Kaspersky, mengungkapkan bahwa serangan siber berbasis Exploit dan Remote Desktop Protocol (RDP) masih menjadi ancaman serius bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Tingginya angka serangan tersebut menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus memanfaatkan celah keamanan digital dan lemahnya akses jarak jauh untuk menyusup ke jaringan perusahaan.

Exploit merupakan kode berbahaya yang dirancang untuk memanfaatkan kerentanan perangkat lunak yang belum mendapatkan pembaruan keamanan atau tambalan sistem. Serangan jenis ini menjadi salah satu pintu masuk utama bagi peretas untuk mengakses sistem perusahaan.

Sementara itu, serangan RDP menargetkan layanan akses jarak jauh yang terekspos ke internet. Umumnya, pelaku menggunakan metode brute-force maupun pencurian kredensial untuk mendapatkan akses ilegal ke jaringan perusahaan.

Seiring meningkatnya transformasi digital dan penggunaan sistem kerja jarak jauh, kedua metode serangan tersebut dinilai semakin efektif digunakan penyerang untuk menyusup ke sistem, bergerak secara lateral di dalam jaringan, hingga menyebarkan aktivitas berbahaya lainnya.

Berdasarkan catatan Kaspersky, sepanjang tahun lalu terdapat lebih dari 2 juta serangan Exploit yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi mencapai 932.051 serangan, disusul Vietnam sebanyak 587.217 kasus dan Malaysia dengan 416.962 kasus.

Sebagian besar serangan Exploit menargetkan sistem berbasis web, seperti kerentanan browser dan bug pada perangkat lunak server yang dikirimkan secara online. Namun, serangan juga dapat dilakukan secara lokal, misalnya melalui eksploitasi perangkat USB yang memanfaatkan kelemahan tertentu pada perangkat.

Di sisi lain, Remote Desktop Protocol (RDP) sebenarnya merupakan alat resmi yang umum digunakan untuk mengakses komputer dan server berbasis Windows dari jarak jauh. Meski dirancang untuk administrasi sistem, layanan ini kerap dimanfaatkan penyusup untuk membobol komputer target.

Pelaku kejahatan siber biasanya mengeksploitasi konfigurasi RDP yang lemah atau kerentanan pada perangkat lunak sistem untuk mencegat sesi akses jarak jauh dan masuk ke dalam sistem tanpa izin.

Pada 2025, tercatat lebih dari 35,2 juta upaya serangan terkait RDP di kawasan Asia Tenggara. Vietnam dan Indonesia menjadi negara dengan volume serangan terbesar, masing-masing mencapai 11.420.252 dan 10.500.709 insiden. Thailand berada di posisi ketiga dengan 7.539.536 upaya serangan.

General Manager Kaspersky untuk ASEAN dan AEC, Simon Tung, mengatakan tingginya aktivitas Exploit dan serangan RDP menunjukkan bahwa pelaku siber terus agresif menargetkan perusahaan-perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

“Di berbagai lingkungan digital di kawasan Asia Tenggara, penyerang menilai setiap target dan memilih opsi yang menawarkan resistensi paling rendah, mencerminkan cara serangan yang lebih terencana dan adaptif,” ujar Simon.

Menurutnya, perusahaan perlu memperkuat pertahanan digital dengan memanfaatkan kombinasi intelijen ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI) dan solusi keamanan siber yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

“Perusahaan harus mampu mendeteksi kerentanan, memantau titik akses, dan merespons ancaman secara real-time agar dapat meminimalkan risiko serangan siber,” tutupnya. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri