Sejumlah personel tim gabungan Polda Malut menyisir medan sungai di Patani guna memburu pelaku pembunuhan melalui pendekatan investigasi ilmiah. Foto: ist
Viralterkini.id, HALTENG – Kepolisian Daerah Maluku Utara mempertegas komitmennya dalam menuntaskan kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah. Sebuah tim gabungan lintas fungsi berskala besar dibentuk untuk menyisir fakta lapangan dengan mengedepankan pendekatan investigasi ilmiah atau scientific crime investigation.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh proses pengungkapan perkara berjalan transparan, objektif, dan memiliki akurasi pembuktian yang kuat di mata hukum.
Kekuatan Terpadu Lintas Fungsi
Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, S.H., S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa pembentukan tim ini merupakan respon strategis untuk merespons kompleksitas kasus di wilayah tersebut. Tim ini terdiri dari berbagai unit fungsional yang bekerja di bawah satu komando terpadu.
“Kami membentuk tim sebagai kekuatan terpadu yang menggabungkan fungsi penyidikan, intelijen, hingga dukungan teknologi modern. Tujuannya agar setiap proses pengungkapan berjalan terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Wahyu dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Personel yang diterjunkan meliputi:
- Penyidik: Sebagai pengolah konstruksi perkara dan pemeriksaan saksi.
- Intelmob & Tim Penjejak Brimob: Bertugas melakukan analisis pola pergerakan pelaku serta pelacakan jejak fisik di medan lapangan.
- Inafis & Laboratorium Forensik (Labfor): Fokus pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara presisi, termasuk analisis DNA dan barang bukti fisik.
- Unit K9 & Teknologi Drone: Digunakan untuk memperluas jangkauan pelacakan di area yang sulit diakses secara manual.
Pendekatan Ilmiah di Medan Sulit
Wilayah Patani memiliki karakteristik geografis yang cukup menantang. Oleh karena itu, Polda Malut mengintegrasikan kemampuan konvensional dengan inovasi teknologi. Penggunaan drone menjadi kunci dalam memetakan area dari udara, sementara Unit K9 memberikan dukungan penciuman taktis untuk menelusuri arah pelarian atau keberadaan barang bukti yang tersembunyi.
Kombes Pol. Wahyu menegaskan bahwa penggunaan Labfor dalam kasus ini sangat krusial.
“Pendekatan ilmiah membantu polisi bekerja berdasarkan fakta material yang tidak terbantahkan. Hasil uji laboratorium akan memperkuat alat bukti yang dikumpulkan penyidik di lapangan,” tambahnya.
Menjaga Stabilitas Kamtibmas
Selain aspek penegakan hukum, Polda Maluku Utara juga mengerahkan personel Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat setempat. Langkah ini bertujuan untuk meredam potensi konflik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif pasca-kejadian.
Polri juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait peristiwa di Bobane Jaya.
“Peran masyarakat sangat kami harapkan. Informasi dari warga adalah kepingan penting yang dapat mempercepat proses pengungkapan kasus ini secara benderang,” pungkas Wahyu.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berada di posisi strategis untuk melanjutkan penyelidikan. Kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan hasil investigasi kepada publik secara berkala sebagai bentuk transparansi penegakan hukum. (Red)