x Pulau Seribu Asri

Perbati Dapat Target Medali Asian Games 2026, Lima Petinju Elite Digembleng Intensif

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Apr 2026 19:47 24 M Ary K

Viralterkini.id, BOGOR – Pengurus Besar Persatuan Tinju Indonesia (PB Perbati) mendapat kepercayaan besar dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olimpiade Indonesia untuk mempersiapkan atlet menuju Asian Games 2026 yang akan digelar di Nagoya pada 19 September hingga awal Oktober 2026.

Kepercayaan ini bukan tanpa konsekuensi. PB Perbati ditargetkan mampu menyumbangkan medali dari cabang tinju di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. Menjawab tantangan itu, persiapan dilakukan secara serius dan berbasis seleksi objektif dari Tim Review Kemenpora.

Sekretaris Jenderal PB Perbati, Hengky Silatang, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lima petinju terbaik yang lolos kriteria ketat, termasuk rekam jejak prestasi di ajang internasional seperti SEA Games.

“Kami menyiapkan lima petinju yang direkomendasikan secara objektif oleh Tim Review Kemenpora, salah satunya berdasarkan capaian medali SEA Games. Jadi tidak ada titipan. Kami menjawab kepercayaan ini dengan serius,” ujar Hengky saat ditemui di HS Boxing Camp, Ciseeng, Bogor.

Andalkan Peraih Medali SEA Games
Kelima petinju yang kini menjalani pemusatan latihan nasional terdiri dari tiga putra dan dua putri. Mereka adalah:
Vicky Tahumil Junior (emas kelas 51 kg)
Asri Udin (perak kelas 60 kg)
Maikhel Roberrd Muskita (perak kelas 80 kg)
Nabila Maharani (perak kelas 54 kg)
Huswatun Hasanah (perak kelas 63 kg)

Menurut Hengky, seluruh atlet memiliki peluang meraih medali, meski ia menilai Maikhel Muskita dan Huswatun Hasanah sebagai kandidat paling ideal.

“Semua berpeluang, tapi yang paling ideal memang Muskita dan Huswatun,” katanya.

Dalam perburuan medali, Indonesia akan menghadapi persaingan ketat dari negara-negara kuat seperti Uzbekistan, Tajikistan, serta negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Filipina. Tuan rumah Jepang juga diprediksi menjadi lawan tangguh.

Sejak Februari 2026, para petinju telah menjalani pelatnas dengan basis latihan di HS Boxing Camp. Program kemudian dilanjutkan dengan training camp ke luar negeri, dimulai dari Vietnam selama satu bulan dan berlanjut ke Uzbekistan selama tiga bulan.

Di Uzbekistan, para petinju dijadwalkan menjalani latihan intensif serta sparring dengan atlet kelas dunia, termasuk juara Olimpiade.

“Kita disiplin. Setelah dari Uzbekistan, mereka tidak kembali ke Indonesia, langsung ke Nagoya. Kita ingin menjaga kondisi tetap optimal,” tegas Hengky.

Selama di luar negeri, perkembangan atlet akan dimonitor secara ketat, baik dari sisi performa latihan maupun hasil uji tanding.

Didukung Pelatih Internasional dan Program Gizi
Dalam persiapan ini, tim pelatih dipimpin oleh Kamanit Narerak asal Thailand, didampingi pelatih nasional Patrick Timbowo dan Mathias Mandiangan. Selain itu, aspek gizi atlet juga mendapat perhatian khusus dengan dukungan dari Kemenpora.

Menariknya, program training center ini juga turut didukung secara mandiri oleh Ketua Umum PB Perbati sejak Februari lalu.

Siapkan Regenerasi dan Event Junior
Tak hanya fokus pada atlet elite, PB Perbati juga menyiapkan regenerasi dengan membina 15–16 petinju muda berusia 19–23 tahun. Mereka diproyeksikan sebagai pelapis sekaligus dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Asia Junior yang akan digelar di Jakarta pada Juli 2026.

“Perbati hadir untuk menciptakan generasi emas tinju amatir Indonesia. Mudah-mudahan semua persiapan ini bisa membuahkan hasil terbaik,” ujar Hengky.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi latihan di HS Boxing Camp yang relatif jauh dari pusat kota justru menjadi keuntungan tersendiri.

“Fokus lebih terjaga. Tidak tergoda ke mal atau aktivitas lain. Ini penting untuk konsentrasi latihan,” pungkasnya. (ma)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri