x Pulau Seribu Asri

Anggota DPRD Malut dr. Haryadi Ahmad Kecam Pembunuhan di Hutan Patani Barat, Desak Polres Halteng Segera Sisir Pelaku

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Apr 2026 08:51 645 Dano

Anggota DPRD Maluku Utara dari Dapil III, dr. Haryadi Ahmad. Foto: ist

Viralterkini.id, HALTENG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) III (Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Tidore Kepulauan), dr. Haryadi Ahmad, menyampaikan kecaman keras atas insiden pembunuhan tragis yang menimpa Almarhum Ali Abas (60), seorang warga paruh baya di kawasan hutan Desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah.

​Peristiwa keji tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 2 April 2026, petang hari. Aksi yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) ini telah memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada hasil hutan dan perkebunan.

Keprihatinan Mendalam Terhadap Korban

​Dalam pernyataan resminya yang dikeluarkan hari ini, Jumat (3/4), dr. Haryadi Ahmad mengungkapkan rasa belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada pihak keluarga Almarhum. Sebagai wakil rakyat dari wilayah tersebut, ia mengaku sangat terpukul melihat warga lanjut usia yang menjadi korban kekerasan sadis saat sedang beraktivitas di hutan.

“Saya secara pribadi dan atas nama anggota DPRD Maluku Utara menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Almarhum Ali Abas pada petang kemarin. Kejadian ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan ancaman nyata bagi rasa aman warga kami yang sedang mencari nafkah secara halal,” ujar dr. Haryadi.

Teror Berulang di Halteng dan Haltim

​Politisi muda Partai Bulan Bintang (PBB) ini memberikan penekanan khusus bahwa peristiwa berdarah ini merupakan bagian dari catatan kelam keamanan wilayah yang terus berulang.

​Ia menyerukan perhatian serius karena teror maut oleh OTK telah terjadi berulang kali, baik di hutan Halmahera Tengah maupun Halmahera Timur.

“Rentetan peristiwa serupa di hutan Haltim dan Halteng ini sudah sangat mengkhawatirkan dan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian permanen. Ini adalah pola teror yang berulang dan terus menghantui masyarakat. Harus ada langkah luar biasa agar hutan kita tidak terus-menerus menjadi tempat yang mencekam bagi warga sipil,” tegasnya.

​Dr. Haryadi mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Halmahera Tengah, untuk bergerak cepat pasca-kejadian petang kemarin agar pelaku tidak melarikan diri lebih jauh ke dalam hutan.

Tuntutan Utama dr. Haryadi Ahmad kepada Aparat Penegak Hukum:

  • Penyisiran Menyeluruh: Mendesak jajaran Polres Halteng untuk segera melakukan penyisiran (sweeping) intensif di area hutan Bobane Jaya guna melacak keberadaan OTK yang bertanggung jawab.
  • Penegakan Hukum Tegas: Menuntut agar pelaku ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya demi memberikan keadilan bagi almarhum dan keluarganya.
  • Jaminan Keamanan: Meminta adanya pos-pos pengamanan permanen atau patroli rutin di titik-titik rawan perbatasan hutan guna memastikan keselamatan warga.

Menghindari Eskalasi Konflik

​Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Kepercayaan penuh harus diberikan kepada aparat untuk menyelesaikan kasus ini secara profesional dan cepat.

​”Kita tidak ingin ada aksi balasan. Kunci utamanya adalah kecepatan Polri dalam mengungkap pelaku di balik tindakan keji petang kemarin. Kehadiran negara sangat dibutuhkan saat ini di tengah ketakutan warga Bobane Jaya,” tuturnya.

Catatan Keamanan Wilayah

​Kasus pembunuhan oleh OTK di wilayah hutan Halmahera memang menjadi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir karena medan yang sulit.

​Dr. Haryadi berharap insiden tragis ini menjadi momentum terakhir bagi Pemerintah Provinsi dan Polda Maluku Utara untuk mengevaluasi total strategi keamanan di wilayah pedalaman.

​Hingga rilis ini dikeluarkan, dr. Haryadi Ahmad terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan berkomitmen akan terus mengawal kasus ini di tingkat parlemen daerah hingga tuntas. (Dano)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri