Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Pendiri Twitter yang kini bernama X, Jack Dorsey, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 4.000 karyawan di perusahaan teknologi finansial miliknya, Block.
Block yang mengelola Square, Cash App, dan Tidal akan mengurangi jumlah pekerja global dari lebih 10.000 orang menjadi kurang dari 6.000 karyawan.
Meski memangkas hampir setengah tenaga kerja, pasar justru merespons positif. Saham Block melonjak lebih dari 24 persen dalam perdagangan setelah jam bursa.
Dorsey menjadikan PHK ini sebagai bagian dari restrukturisasi model bisnis perusahaan. Selain itu, ia menyesuaikan strategi Block dengan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI).
Block telah menggelontorkan investasi besar untuk mengembangkan berbagai alat berbasis AI agar operasional perusahaan berjalan lebih efisien.
Perusahaan bahkan menciptakan sistem AI internal bernama Goose untuk mengotomatisasi banyak proses kerja.
Dorsey menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang terencana dan penuh pertimbangan, bukan akibat kondisi keuangan darurat.
“PHK berulang kali hanya merusak moral tim, mengganggu fokus kerja, dan menurunkan kepercayaan pelanggan serta pemegang saham,” tulis Dorsey di akun X miliknya, Jumat (27/2/2026), dikutip dari TechCrunch.
Ia juga memprediksi banyak perusahaan teknologi akan mengambil langkah serupa dalam waktu satu tahun ke depan.
Menurutnya, perusahaan harus melakukan penyesuaian secara jujur dan mandiri sebelum terpaksa bereaksi karena tekanan eksternal.
Chief Financial Officer Block, Amrita Ahuja, menegaskan bahwa pengurangan karyawan akan membentuk tim yang lebih kecil tetapi sangat kompeten.
Tim tersebut akan memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi pekerjaan dan mempercepat pengambilan keputusan bisnis.
Menurut Ahuja, strategi ini akan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi Block di industri fintech yang semakin kompetitif.
Keputusan Block mengikuti tren PHK massal di sektor teknologi. Pada 2022, Elon Musk memangkas sekitar 50 persen staf Twitter setelah mengakuisisi perusahaan tersebut dan mengubah namanya menjadi X.
Dorsey termasuk investor besar dalam akuisisi itu karena ia menanamkan sekitar 2,4 persen saham Twitter miliknya ke dalam kepemilikan Musk. Ia juga dikenal lama mengagumi Musk sebelum hubungan keduanya sempat memanas di ruang publik.
Dorsey pernah mendukung pengambilalihan Twitter oleh Musk, lalu mendorong Musk untuk mundur dari kesepakatan tersebut. Ia juga sempat meluncurkan Bluesky sebagai platform media sosial terdesentralisasi sebelum keluar dari dewan direksinya.
Meski kerap berbeda pandangan, keduanya sama-sama menjadi pendukung kuat Bitcoin. Block dan Tesla bahkan mencatat aset kripto tersebut dalam laporan keuangan mereka.
Selain Block, sejumlah raksasa teknologi seperti Salesforce dan Amazon juga melakukan PHK massal dengan alasan efisiensi melalui pemanfaatan AI.
Namun, laporan lembaga riset Forrester Research pada Januari 2026 menyoroti bahwa banyak PHK kemungkinan lebih dipicu tekanan finansial ketimbang manfaat AI yang benar-benar terbukti.
Fenomena PHK besar-besaran ini menunjukkan bagaimana AI mulai mengubah arah industri teknologi global. Perusahaan kini memilih tim kecil dengan dukungan otomatisasi tinggi daripada struktur organisasi besar.
Dengan strategi tersebut, Block berharap dapat bertahan dan tumbuh di tengah persaingan ketat sekaligus memposisikan diri sebagai pemain utama dalam era baru teknologi finansial berbasis AI. (**)
Tidak ada komentar