x Pulau Seribu Asri

Festival Bau Nyale 2026, Tradisi Putri Mandalika Kembali Hidup di Pantai Seger

waktu baca 3 menit
Senin, 9 Feb 2026 20:34 15 Arthur

Viralterkini.id, Nusa Tenggara Barat – Festival Bau Nyale kembali menjadi salah satu agenda pariwisata unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dinilai masih efektif menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tradisi yang berakar pada legenda pengorbanan Putri Mandalika itu terus hidup sebagai simbol kearifan lokal yang menyatu dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa nilai pengorbanan dalam kisah Putri Mandalika merupakan warisan budaya yang mengandung pesan moral bagi pembangunan daerah.

“Pengorbanan Putri Mandalika dalam legenda merupakan kearifan lokal yang mengiringi doa kita dalam membangun NTB yang makmur dan dikenal dunia,” ujar Gubernur saat membuka Festival Bau Nyale 2026 di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (7/2/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, Kapolda, serta Wakapolda NTB.

Festival tahun ini dihadiri ribuan warga dari berbagai kabupaten dan kota di NTB yang bercampur dengan wisatawan mancanegara. Antusiasme masyarakat terlihat sejak siang hari, meskipun beberapa agenda hiburan terpaksa dibatalkan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Sejumlah pertunjukan seperti kesenian daerah, prosesi penobatan Putri Mandalika, serta penampilan Band Geisha dan grup musik lokal Bapack Guru tidak dapat ditampilkan.

Meski demikian, pembukaan acara dengan kesenian tradisional Betandak tetap mampu membawa penonton bernostalgia pada suasana budaya masa lampau yang sederhana dan sarat makna.

Sepanjang jalur menuju Pantai Seger, puluhan pelaku UMKM memadati sisi jalan, menawarkan aneka produk kepada pengunjung yang terus berdatangan.

Kepadatan lalu lintas sempat terjadi karena akses menuju lokasi relatif sempit, berada di antara pagar sirkuit internasional Mandalika dan kawasan danau air payau.

Pengunjung yang datang melalui jalur Hotel Novotel Kuta Mandalika juga harus mengantre untuk melintasi jembatan kayu di atas danau sebelum tiba di area festival.

Penataan panggung dan tribun penonton yang terpisah serta dihubungkan dengan jembatan kecil menciptakan suasana berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pola ini membuat konsentrasi massa tidak terpusat di satu titik, melainkan menyebar di berbagai area.

Ribuan orang tampak memenuhi kawasan pantai hingga ke perbukitan di sekitarnya.

Tenda-tenda kecil dan lampu penerang menghiasi lereng bukit, menciptakan kesan festival rakyat dengan alam terbuka sebagai panggung pertunjukan, sembari menanti puncak tradisi menangkap cacing laut nyale pada dini hari.

Penanggung jawab Festival Bau Nyale 2026, Lalu Gde Diaz, mengaku lega karena tradisi dan kegiatan wisata di kawasan Kuta Mandalika dapat kembali dinikmati masyarakat luas.

“Kami yakin tradisi ini akan terus terjaga dan memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya optimistis.

Salah seorang pengunjung, Mak Ace (65) asal Lombok Utara, datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana sore di Pantai Seger sekaligus menyaksikan langsung tradisi Bau Nyale yang kini dikelola oleh masyarakat setempat.

“Kami sekalian berlibur keluarga dan ingin melihat langsung tradisi menangkap nyale,” tuturnya antusias.

Sementara itu, Christina (30), wisatawan asal Prancis, mengaku awalnya tidak mengetahui adanya Festival Bau Nyale. Namun setelah mendengar cerita tentang Putri Mandalika saat menginap di Kuta, ia tertarik datang ke lokasi.

“Saya belum pernah mendengar festival ini sebelumnya. Tapi setelah mendengar kisah Putri Mandalika, saya ingin datang dan melihat langsung tradisinya,” katanya.

Festival Bau Nyale 2026 kembali membuktikan bahwa perpaduan antara legenda, tradisi, dan pariwisata mampu menghadirkan ruang perjumpaan budaya yang hidup sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

23 hours ago
24 hours ago
24 hours ago
24 hours ago
24 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!