x Pulau Seribu Asri

Visi Kepemimpinan Bupati IMS: Mentransformasi Sektor Perikanan Halteng Melalui Kemandirian Pakan

waktu baca 4 menit
Rabu, 5 Agu 2026 11:01 64 Red

WEDA, Viralterkini.id – Sebuah visi besar untuk masa depan sektor perikanan yang lebih berdikari tengah digulirkan di Halmahera Tengah. Dengan pendekatan kepemimpinan yang strategis dan visioner, Bupati Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si. (IMS) menginisiasi langkah konkret untuk mentransformasi mentalitas dan praktik budidaya ikan di wilayahnya, berpindah dari ketergantungan menuju kemandirian.

Hal ini terwujud dalam pelaksanaan agenda Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri bertema “Perikanan Budidaya, Maju Mandiri Berkelanjutan”, yang secara resmi dibuka oleh Bupati IMS di Kantor Camat Weda, Selasa (4/8/2026).

Di balik pelatihan ini, terdapat komitmen kuat seorang kepala daerah yang ingin meletakkan fondasi kokoh bagi perikanan budidaya yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Kepemimpinan Visioner: Lebih dari Sekadar Seremonial

Dalam arahannya yang berbobot, Bupati IMS menegaskan bahwa keberadaan program-program pemerintah, baik berupa bantuan fisik maupun pelatihan keterampilan, tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata.

Ia menginginkan adanya dampak nyata yang lahir dari keseriusan dan komitmen para peserta.

“Saya ingin agar setiap kelompok yang diberikan sarana perikanan ataupun mengikuti pelatihan dapat benar-benar menjadi peserta yang menekuni bidang perikanan dan dapat bermanfaat buat mereka,” tegasnya.

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang berfokus pada hasil (outcome-oriented), di mana setiap sumber daya yang dialokasikan harus mampu menciptakan nilai tambah dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat.

Bupati IMS tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berinvestasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai kunci utama transformasi.

Sentuhan Kepakaran dan Kejelian Akademisi IPB

Transformasi sektor perikanan di Halmahera Tengah ini dirancang dengan pijakan ilmiah yang kuat. Di balik setiap kebijakan yang diambil, terdapat sentuhan intelektualitas dan kepakaran Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga pernah mengabdikan dirinya sebagai mantan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Pengalaman mendalam di dunia akademis perguruan tinggi serta latar belakang pendidikan dari salah satu institusi pertanian dan kelautan terkemuka di Indonesia tersebut membekalinya dengan kejelian ilmiah dalam memetakan persoalan di lapangan. Kejelian ini memungkinkannya mengidentifikasi ‘biang kerok’ utama yang sering kali menghambat kemajuan para pembudidaya ikan, yakni tingginya biaya pakan.

Sebagai mantan akademisi yang paham betul teknis perikanan, Bupati IMS menyadari bahwa pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya ikan. Jika permasalahan ini tidak diselesaikan, keuntungan pembudidaya akan selalu tergerus. Oleh karena itu, ia mendorong pakan mandiri sebagai kunci efisiensi biaya.

Sebagai bentuk kesinambungan akademis, Bupati IMS juga menyampaikan apresiasinya kepada para pemateri pelatihan yang dihadirkan, yang tidak lain merupakan rekan-rekan sesama akademisi perikanan. Kehadiran para pakar ini menjadi jembatan transfer ilmu pengetahuan yang aplikatif bagi para pembudidaya lokal.

Dengan wawasan keilmuan yang mendalam, Bupati IMS tidak hanya melihat pakan sebagai input produksi, melainkan sebagai peluang strategis untuk menciptakan efisiensi dan kedaulatan pangan tingkat lokal.

Ini menjadi contoh nyata bagaimana kepakaran seorang kepala daerah berlatar akademisi Unkhair dan alumni IPB dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan publik yang presisi dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Mengawal Integritas dan Tata Kelola

Sejalan dengan keahlian teknis yang dimilikinya, visi kepemimpinan Bupati IMS juga mencakup komitmen tinggi terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel. Di tengah upaya memperkuat sektor perikanan, ia memastikan setiap bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan terbebas dari penyimpangan.

Bupati IMS menginstruksikan secara tegas kepada Kepala Dinas Perikanan untuk melakukan verifikasi data penerima bantuan secara ketat demi mencegah terjadinya tumpang tindih (double) alokasi bantuan.

“Penyaluran bantuan harus disesuaikan dengan data yang akurat agar tepat sasaran, tidak terjadi double, dan benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” tegas Ikram.

Integritas dan transparansi menjadi dua pilar utama yang terus dikawal oleh Bupati IMS. Baginya, pembangunan tidak hanya tentang membangun sarana fisik atau keterampilan, tetapi juga merawat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Langkah di sektor perikanan ini turut memperkuat jajaran program prioritas Pemkab Halteng, seperti jaminan sosial untuk kelompok rentan hingga beasiswa pendidikan gratis bagi putra-putri daerah.

Visi besar Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si. untuk perikanan Halmahera Tengah bukan sekadar wacana, melainkan cetak biru transformasi yang dirancang matang, didukung kepakaran alumni IPB dan mantan dosen Unkhair, serta dikawal oleh prinsip tata kelola yang baik demi kemandirian ekonomi masyarakat Halteng. (Dano)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri