x Viralterkini

Tagline Baru Polri Berubah Jadi “Polri Bersama Rakyat”, KNPI Malut: Pilihan Elegan

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Okt 2026 16:13 23 Red

Viralterkini.id, TERNATE — Gelombang reformasi kultural dan pembenahan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali mendapat sorotan positif dari daerah. Langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang resmi mengubah arah dan tagline institusi dari Presisi: Polri untuk Masyarakat menjadi Polri Bersama Rakyat dinilai sebagai terobosan strategis dan adaptif dalam memperkuat legitimasi sosial kepolisian.

Dukungan tersebut salah satunya mengalir dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara. Organisasi kepemudaan itu menyebut transformasi slogan utama ini sebagai sebuah pilihan yang sangat elegan dalam membingkai ulang relasi antara aparat penegak hukum dan publik.

Sekretaris DPD KNPI Maluku Utara, Jufri M. Soleman, menyampaikan bahwa perubahan tagline bukan sekadar pergeseran diksi semata, melainkan refleksi dari komitmen pembenahan mendasar yang menyentuh akar permasalahan institusi.

“Polri tidak sekadar membenahi internal secara struktural, tetapi juga harus membenahi karakter personal dalam struktur sebagai institusi yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Jufri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/10/2026).

Reorientasi Budaya dan Penegakan Nilai Dasar

Menurut Jufri, tagline baru Polri Bersama Rakyat mengandung pesan filosofis yang mempertegas fungsi dwimatra kepolisian: sebagai penegak hukum yang berkeadilan di satu sisi, sekaligus pengayom serta pelindung publik di sisi yang lain.

Ia menggarisbawahi bahwa efektivitas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak akan bisa berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif serta kepercayaan dari masyarakat itu sendiri.

Slogan anyar ini dipandang mampu mengikis batas ketakutan atau jarak psikologis yang selama ini kerap dirasakan publik saat berhadapan dengan institusi kepolisian.

“Slogan ini tidak sekadar rangkaian kalimat tanpa makna, melainkan bentuk reorientasi nilai dan identitas Polri agar benar-benar hadir di tengah-tengah rakyat, mendengarkan aspirasi, dan bertindak responsif terhadap persoalan publik,” tegasnya.

Tantangan Menerjemahkan Sembilan Program Prioritas

Lebih jauh, KNPI Maluku Utara menaruh harapan besar terhadap rekam jejak dan integritas Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam menuntaskan agenda perbaikan internal yang masih tersisa.

Menurut Jufri, modal kepemimpinan yang bersih dan berintegritas dari orang nomor satu di Polri tersebut memerlukan pengawalan dan dukungan kolektif dari seluruh elemen bangsa.

Meski demikian, kunci keberhasilan utama dari gagasan besar ini terletak pada bagaimana jajaran di tingkat daerah—mulai dari polda, polres, hingga polsek di garis terdepan—mampu mengejawantahkan tagline tersebut ke dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Harapan saya, tagline ini mampu diterjemahkan secara lugas dan konsisten oleh seluruh jajaran kepolisian di daerah-daerah di Indonesia, khususnya dalam mengawal sembilan program transformasi prioritas yang diusung oleh Pak Kapolri,” tutur Jufri.

Ia menambahkan bahwa publik di daerah menantikan wujud nyata transformasi kultural tersebut, mulai dari humanisme pelayanan kepolisian, transparansi penanganan perkara, hingga penegakan hukum yang tidak tebang pilih. (Red)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini