Bupati Halteng beri apresiasi luar biasa kepada Abdurrahim Yau atas dedikasi sejak 1992. Momen emosional di Apel Senin (30/3/2026) ini menjadi simbol lepas tugasnya tokoh kunci birokrasi Halteng. Foto: Supriansah Nurdin. ViralTerkini.id, HALTENG – Halaman Kantor Bupati Halmahera Tengah pada Senin pagi, 30 Maret 2026, menjadi saksi bisu sebuah prosesi yang sarat akan makna dan nilai emosional. Di bawah langit cerah Bumi Fagogoru, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdiri tegak mengikuti apel rutin yang kali ini memiliki agenda khusus: pelepasan sang birokrat terbaik daerah yang telah menuntaskan pengabdian panjangnya bagi bangsa dan negara.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji (IMS), secara langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) Purna Bakti kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Drs. Abdurrahim Yau, M.Si.
Penyerahan ini bukan sekadar urusan administratif belaka, melainkan sebuah simbol penghormatan tertinggi pemerintah daerah atas loyalitas dan dedikasi tanpa cela yang telah diberikan Abdurrahim selama puluhan tahun berkarier.

Perjalanan karier Drs. Abdurrahim Yau, M.Si merupakan potret ketekunan seorang abdi negara. Ia tercatat mengawali langkah pertamanya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 1992.
Sejak saat itu, ia telah melewati berbagai dinamika pemerintahan, pergantian kepemimpinan, hingga transformasi regulasi yang sangat kompleks di Indonesia.
Total masa pengabdian yang ia torehkan mencapai angka yang luar biasa: 34 tahun 1 bulan. Angka ini bukan sekadar statistik lamanya bekerja, melainkan bukti nyata dari konsistensi seorang birokrat yang tetap teguh berdiri di atas prinsip integritas, mulai dari posisi staf hingga akhirnya dipercaya memegang kendali di posisi strategis sebagai Kepala BPKAD.
Dalam amanatnya yang penuh apresiasi melalui media ini, Bupati Ikram Malan Sangadji memberikan julukan khusus kepada Abdurrahim Yau sebagai “Sang Penjaga Kas Daerah”.

Menurut Bupati, peran Kepala BPKAD adalah salah satu posisi yang paling krusial sekaligus penuh risiko dalam struktur pemerintahan, karena memikul tanggung jawab besar atas transparansi, akuntabilitas, dan kesehatan postur APBD kabupaten.
”Menjaga amanah keuangan daerah bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan keteguhan prinsip, ketelitian, dan integritas yang luar biasa di tengah berbagai tantangan zaman. Ko Im (Sapaan akrab Pak Abdurrahim Yau) telah membuktikan bahwa seorang birokrat sejati mampu menuntaskan tugasnya hingga garis finis dengan rekam jejak yang bersih dan sangat membanggakan. Beliau adalah contoh nyata bagaimana memulai dengan niat baik dan mengakhirinya secara paripurna,” tegas Bupati Ikram melalui pesan yang diterima media Viralterkini.id.
Bupati menambahkan bahwa stabilitas pembangunan infrastruktur dan keberlangsungan program sosial di Halmahera Tengah selama ini tidak lepas dari tangan dingin Abdurrahim dalam mengelola arus kas daerah secara cermat.

Baginya, penyerahan SK di tengah apel pagi ini bertujuan agar seluruh ASN, terutama generasi muda, dapat melihat dan meneladani sosok yang mampu bertahan melewati ujian waktu selama 34 tahun tanpa kehilangan dedikasinya.
Sosok Abdurrahim Yau di mata rekan sejawat dikenal sebagai birokrat yang tenang namun sangat disiplin dalam hal regulasi. Selama menjabat, ia dinilai sukses melakukan penataan aset daerah secara masif dan memastikan serapan anggaran berjalan tepat sasaran sesuai dengan visi besar pemerintah kabupaten. Kedisiplinan inilah yang kemudian menjadi standar kerja (SOP) yang mengakar di lingkungan BPKAD.
Momen purna bakti ini menandai berakhirnya karier formal Abdurrahim di pemerintahan, namun Bupati berharap warisan sistem dan budaya kerja jujur yang telah ia tanamkan dapat terus dirawat oleh para penerusnya.

Integritas yang ditunjukkan Abdurrahim diharapkan menjadi api semangat bagi para ASN yang masih aktif untuk bekerja dengan orientasi hasil bagi kesejahteraan masyarakat.
Suasana haru menyelimuti lapangan upacara saat Abdurrahim Yau melangkah maju menerima map SK dari tangan Bupati. Ia tampak tidak kuasa menahan rasa syukur. Baginya, bisa mengabdi hingga masa pensiun di negeri Fagogoru adalah anugerah terbesar dalam perjalanan hidupnya.
“Menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Halmahera Tengah sejak tahun 1992 hingga hari ini adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya. Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati dan Bapak Sekda Halteng atas kepercayaan yang begitu besar, serta kepada seluruh rekan sejawat yang telah berkolaborasi dalam suka maupun duka selama 34 tahun ini,” tutur Abdurrahim dengan suara yang penuh ketulusan.
Kini Ko Im, sapaan akrabnya, akan melangkah meninggalkan dunia birokrasi untuk bergumul dengan aktivitas lain bagi kemaslahatan orang banyak. Meski seragam cokelat tak lagi dikenakan, semangat pengabdiannya dipastikan akan terus menyala melalui jalur yang berbeda.
Terima kasih, Ko Im, atas segala pengabdianmu yang tak terhingga. Bumi fagogoru bangga pernah beraktivitas bersamamu, dan jejak langkahmu akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah emas pembangunan Halmahera Tengah. (Dano)