x Pulau Seribu Asri

Maula Saya Tampil Meyakinkan di DETEC J30, Format Baru Jadi Favorit

waktu baca 3 menit
Senin, 25 Mei 2026 19:47 16 M Ary K

Viralterkini.id, SUKOHARJO – Petenis muda Indonesia, Maula Saya, menyambut positif penerapan format baru turnamen resmi ITF (International Tennis Federation) kategori J30 dalam ajang DETEC International Junior Championship 2026 di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (25/5/2026).

Petenis berusia 14 tahun itu menilai sistem babak grup yang menjamin setiap pemain tampil minimal tiga kali menjadi keuntungan besar bagi para atlet junior untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengumpulkan poin internasional.

WhatsApp Image 2026-05-25 at 19.40.25
Petenis muda Indonesia, Maula Saya. Foto : ist

“Poin juga dapat asal menang sekali di dalam grup. Ya, bakal lebih capek aja. Misal ke final single dan double bisa saja main tiga kali sehari. Jadi, harus nyiapin energi lebih banyak aja. Apalagi Sukoharjo panasnya lagi nyelekit banget,” ujar unggulan kelima tunggal putri tersebut.

Siswi SMP Al-Azhar Serang itu bertekad melangkah jauh di turnamen. Pengalaman tampil dengan format serupa di ITF J30 Singapura membuatnya lebih siap menghadapi perubahan sistem pertandingan. Turnamen besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club) ini sendiri menjadi ajang pertama di Indonesia yang menerapkan format baru ITF J30.

Maula membuka kiprahnya di Grup E dengan kemenangan meyakinkan atas Getsa Zainine lewat skor 6-2, 6-1. Ia mengaku tampil percaya diri berkat performa servis yang konsisten sepanjang pertandingan.

“Serve saya lagi bagus. Lawan kesulitan dapetin bola-bola serve-nya. Backhand, dropshot, dan slice juga lebih unggul dan konsisten. Semangat terus juga,” ujar penggemar Novak Djokovic tersebut.

Pada laga kedua Grup E, Maula akan menghadapi petenis wild card Joycelin Mangunsong, sementara Getsa Zainine bertemu petenis Tiongkok, Zhitao Hu, Selasa (26/5/2026).

Format Baru Dinilai Lebih Efisien dan Adil

Dalam format terbaru ITF J30, dua babak eliminasi awal yakni 32 besar dan 16 besar dihapus dan diganti dengan sistem grup. Setiap grup dihuni empat petenis, dengan total delapan grup yang masing-masing ditempati satu unggulan.

Para pemain akan saling bertemu selama tiga hari pertama untuk memperebutkan satu tiket menuju babak perempat final. Penentuan juara grup didasarkan pada jumlah kemenangan. Jika ada dua pemain dengan jumlah kemenangan sama, penentuan dilakukan melalui head to head. Sementara jika tiga pemain memiliki catatan kemenangan identik, penentuan menggunakan persentase kemenangan game dan set.

Dilansir dari situs resmi ITF, perubahan format ini bertujuan meningkatkan jumlah pertandingan kompetitif internasional bagi petenis junior. Dengan sistem grup, pemain diharapkan dapat mencapai target ideal 50 hingga 70 pertandingan per tahun dengan jumlah turnamen yang lebih sedikit.

Selain itu, format baru juga dinilai lebih efisien bagi keluarga atlet, khususnya pemain Indonesia. Meski jumlah pertandingan bertambah, biaya pendaftaran kategori J30 tetap sebesar US$30. Di tengah menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, sistem ini dianggap dapat membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua dalam mendukung karier tenis anak-anak mereka.

Direktur Eksekutif Tenis Junior, Veteran, dan Pantai ITF, Matt Byford, menilai akses pertandingan yang lebih adil dan kesempatan bermain lebih banyak akan membantu para petenis junior semakin dekat dengan cita-cita mereka di level internasional. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri