x Pulau Seribu Asri

GM Novendra Priasmoro Rebut Posisi Puncak Japfa Fide Rated 2026

waktu baca 4 menit
Minggu, 24 Mei 2026 21:44 12 Eko Djatmiko

Viralterkini.id, Jakarta, – Memasuki hari ketiga persaingan di turnamen catur JAPFA FIDE Rated 2026 semakin sengit silih berganti para pecatur menempati posisi puncak klasemen. Memasuki babak kelima Pecatur senior GM Novendra Priasmoro (2408) mengambil alih puncak klasemen katagori Open usai mengamankan kemenangan krusial menghadapi juniornya di  turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 yang berlangsung di Jakarta, Minggu (24/5). Novendra sukses menundukkan perlawanan alot dari Stevanky (2205) dalam laga yang berjalan hingga 65 langkah.

Dengan hasil ini, Novendra kini memimpin klasemen sementara dengan raihan 4,5 poin, hasil dari empat kali menang dan satu kali remis. Ia harus berbagi posisi puncak bersama IM Muhamad Lutfi Ali (2340).

Novendra mengakui laga lawan Stevanky tidak berjalan dengan mudah. Stevanky, yang merupakan juara Kejurnas tahun lalu, memberikan perlawanan yang sangat gigih dan memaksa pertandingan berjalan dinamis hingga akhir.

“Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik (posisinya) bahkan hampir remis tadi karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir,” ujar Novendra.

Mengawali pertandingan dengan pembukaan Rossolimo, Novendra sebenarnya merasa sudah memegang keunggulan sejak awal laga karena seluruh buah caturnya aktif bergerak. Namun, ia sempat dibuat bingung untuk mencari langkah terbaik guna mengonversi keunggulan tersebut.

Laga sempat berjalan genting saat memasuki fase adu benteng, terlebih lawan memiliki sepasang gajah (kanan-kiri) yang aktif. Untuk memecah kebuntuan dan mengaktifkan gajahnya di petak G3, Novendra mengambil keputusan taktis untuk mengorbankan satu pion di E5 ke petak E6 demi membongkar pertahanan lawan. Meskipun sempat dibuat repot oleh struktur pertahanan Stevanky, Novendra akhirnya berhasil menyudahi permainan dengan kemenangan di langkah ke-65.

Kemenangan ini langsung mengantar Novendra ke tantangan besar berikutnya di babak keenam, di mana ia dijadwalkan akan berhadapan dengan pesaing terdekatnya dan rival lamanya sejak junior, IM Lutfi Ali.

Menanggapi laga besok, Novendra menekankan pentingnya faktor kesabaran. Ia menilai Lutfi adalah tipikal pemain yang sangat ulet dan sulit untuk ditembus.

“Lutfi itu ulet, kayak susah ditembus gitu. Sementara aku kan tipikal orang yang suka main taktis. Kadang kalau sudah kebanyakan ‘buang’ perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi untuk besok harus ekstra hati-hati dan lebih sabar,” tutur Novendra mengevaluasi rekor pertemuannya.

Meskipun menyandang gelar Grandmaster (GM) sementara sang calon lawan bergelar International Master (IM), Novendra menegaskan tidak merasa terbebani secara psikologis. Bagi pecatur andalan Indonesia ini, status gelar di atas kertas tidak menjadi jaminan di atas papan catur.

“Enggak ada beban sih, main biasa aja besok. Aku juga enggak pernah terlalu melihat gelar atau rating (lawan). Yang penting sabar dan main yang bagus saja,” ungkap dia.

Sementara itu, pecatur muda IM Satria Duta Cahaya mulai menebar ancaman dengan menyodok ke posisi keempat klasemen sementara. Duta, kini mengemas 4 poin setelah di babak kelima mendapatkan tambahan angka usai mengalahkan Gelar Sagara Dwitama (2051).

Ia berharap permainannya bisa terus konsisten hingga babak terakhir, meski dua babak awal hanya mendapatkan hasil imbang.

“Semoga empat babak terakhir bisa lakukan yang terbaik sih. Soalnya saya dua babak pertama ya remis. Tapi ya tiga babak terakhir ya untungnya bisa menang, jadi ya mungkin agak naik turun nih turnamennya,” kata Duta.

Soal target, ia ingin bisa menjadi yang terbaik di ajang tersebut. “Ya pasti ya juara, kalau enggak juara ya minimal nambah rating,” imbuhnya.

Di kategori Challenger, dua pecatur Abraham Raja Ferdinand (1847) dan Sudung Tampubolon (1967) belum tersentuh kekalahan hingga ronde kelima. Keduanya berada di posisi teratas dengan angka sempurna, 5 poin.

JAPFA Dukung Prestasi Atlet Difabel

Gelaran JAPFA Fide Rated 2026 juga sangat spesial mengingat diukuti sejumlah pecatur disabilitas.
Selain memilih tempat dan suasana baru, peserta juga datang dari beberapa negara. Bahkan pada event ini, ada peserta atlet catur difabel dari NPC.

Terdapat 12 pecatur difabel 3 pecatur diantaranya Tuna Netra. Uniknya, peserta yang bermain berkompetisi dengan peserta umum lainnya di kategori open ataupun challenger. Pilihan disesuaikan dengan elo rating dari masing-masing atlet.

“Kehadiran stlet dengan kemampuan yang berbeda dari Para Chess merupakan sebuah apreasiasi bagi JAPFA dalam penyelenggaraan kompetisi catur Fide Rated ini,” ujar R. Artsanti Alif, VP-Head of Social Investment JAPFA.

“Hadirnya mereka menunjukkan bahwa Fide Rated Tournament yang dimotori oleh JAPFA bersama Percasi telah mampu menjadi sebuah turnamen yang inklusif,” imbuhnya.

Artsanti menjelaskan bahwa dukungan JAPFA bagi pecatur Indonesia terbuka luas bagi atlet dari kalangan manapun. Termasuk di antaranya mereka yang berasal dari Para Chess (pecatur disabilitas). Harapannya peluang kompetisi Fide Rated yang cukup jarang dilaksanakan dapat jadi momentum bagi seluruh pecatur untuk meningkatkan elo rating.

“Tentunya kami sangat berbahagia ketika momentum ini juga dimanfaatkan oleh pecatur profesional dari kelompok Para Chess. Ke depan harapannya, kompetisi yang dilaksanakan oleh JAPFA bersama Percasi semakin menjadi sebuah turnamen yang inklusif dan membuka peluang seluas-luasnya bagi siapapun yang memiliki minat, bakat dan kemampuan terlepas dari kondisi fisiknya,” ungkap Artsanti

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri