Viralterkini.id, JAKARTA – Musim hujan meningkatkan risiko berkendara bagi pengguna sepeda motor. Jalanan yang basah, genangan air, serta permukaan aspal yang licin dapat mengurangi daya cengkeram ban dan memengaruhi kestabilan kendaraan. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan ban menjadi salah satu hal penting sebelum pengendara melakukan perjalanan.
Ban memiliki peran penting dalam menjaga traksi, kestabilan, dan kemampuan pengereman sepeda motor. Ketika kondisi ban sudah aus atau tekanan udaranya tidak sesuai, kemampuan kendaraan dalam merespons kondisi jalan dapat terganggu.
Michelin Indonesia mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan pemeriksaan ban, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Perawatan rutin dan pemilihan ban sesuai karakter kendaraan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan berkendara.
Product Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mengatakan kondisi ban perlu mendapat perhatian khusus karena permukaan jalan yang basah dapat memengaruhi daya cengkeram.

Menurut Rozi, pemeriksaan tekanan udara, kondisi tapak, dan pemilihan ban yang sesuai merupakan langkah dasar yang perlu dilakukan pengendara.
Ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan saat mempersiapkan sepeda motor menghadapi musim hujan.
Pertama, memeriksa kondisi tapak dan tingkat keausan ban. Alur tapak berfungsi membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan permukaan jalan. Jika alurnya sudah menipis akibat pemakaian, kemampuan ban dalam mempertahankan daya cengkeram di jalan basah dapat berkurang.
Pengendara juga perlu memeriksa kondisi fisik ban untuk memastikan tidak terdapat retakan, benjolan, maupun kerusakan lain yang berpotensi membahayakan perjalanan.
Kedua, memastikan tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan. Tekanan ban yang terlalu rendah atau berlebihan dapat memengaruhi kestabilan, pengendalian, serta keausan ban.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan ketika ban dalam kondisi dingin. Pengendara juga tidak disarankan mengurangi tekanan udara secara sembarangan dengan anggapan dapat meningkatkan daya cengkeram ketika hujan.
Ketiga, memilih ban berdasarkan kebutuhan dan karakter kendaraan. Selain ukuran yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, pengendara perlu memperhatikan desain alur tapak, konstruksi, serta karakter kompon ban.
Pola alur yang dirancang untuk membantu mengalirkan air menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih ban untuk penggunaan di jalan basah. Meski demikian, performa ban tidak hanya ditentukan oleh desain tapak, tetapi juga material dan konstruksi yang digunakan.

Dalam kategori ban motor untuk mobilitas harian, Michelin memiliki beberapa lini produk, antara lain MICHELIN Pilot Street, MICHELIN Pilot Street 2, dan MICHELIN City Extra.
Pilot Street ditujukan untuk kebutuhan berkendara sehari-hari, terutama di kawasan perkotaan. Sementara Pilot Street 2 memiliki desain alur tapak yang dirancang untuk membantu pembuangan air dan mendukung daya cengkeram di berbagai kondisi jalan.
Adapun City Extra dikembangkan dengan perhatian pada ketahanan untuk penggunaan harian. Ban tersebut menggunakan konstruksi yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap kebocoran serta teknologi Water Sipe untuk mendukung daya cengkeram pada permukaan basah.
Rozi mengatakan pemilihan ban sebaiknya tidak hanya didasarkan pada daya tahan, tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik kendaraan dan kebutuhan pengendara.
Di luar kondisi ban, faktor perilaku berkendara juga berpengaruh terhadap keselamatan selama musim hujan. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menghindari pengereman dan perubahan arah secara mendadak.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika melintasi genangan air karena pengendara tidak selalu dapat mengetahui kondisi permukaan jalan di bawahnya. Dengan memastikan kondisi kendaraan dan menyesuaikan cara berkendara, risiko kecelakaan akibat jalan licin dapat diminimalkan.(DP)