x Pulau Seribu Asri

CEO Superhuman Ungkap “Trik Produktivitas Gila” yang Ia Gunakan Selama 5 Tahun

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 18:20 101 Arthur

Viralterkini.id – Shishir Mehrotra, CEO dari Superhuman, sebuah perusahaan yang menaungi sejumlah alat produktivitas berbasis AI termasuk Superhuman MailSuperhuman GoCoda, dan Grammarly — mengatakan bahwa kunci untuk tetap produktif bukan hanya sekadar menjalankan banyak hal, melainkan memastikan waktu yang ia habiskan benar-benar selaras dengan prioritas pribadinya. 

Untuk itu, selama lebih dari lima tahun terakhir, Mehrotra secara rutin menghitung skor mingguan yang ia sebut “alignment score” — sebuah ukuran seberapa besar kendali yang ia miliki atas waktunya.

Skor ini menunjukkan persentase waktu yang ia habiskan untuk tugas-tugas yang sudah direncanakan (to-do list) versus waktu yang dihabiskan merespons hal-hal yang muncul sepanjang minggu, seperti email atau permintaan mendadak. 

Bagaimana Cara Menghitungnya

Menurut Mehrotra, skor ini dihitung dengan melihat tiga elemen utama dari pekerjaannya setiap minggu:

  1. Email — permintaan dan kebutuhan dari orang lain yang masuk ke kotak masuknya.
  2. To-do list — daftar tugas yang sudah ia rencanakan sebelumnya.
  3. Kalender — apa yang sebenarnya terjadi dan telah ia lakukan. 

Langkah ringkasnya adalah sebagai berikut:

  1. Mehrotra memproses emailnya dan menentukan email mana yang mengandung tugas atau tindakan yang perlu dilakukan.
  2. Tugas-tugas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kalender sebagai blok waktu dengan durasi tertentu.
  3. Ia juga memasukkan tugas di daftar to-do list ke kalender.
  4. Di akhir minggu, ia melihat grafik batang yang menunjukkan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk tugas dari to-do list dibanding tugas dari email. 

Persentase waktu yang berasal dari to-do list itu sendiri menjadi skor alignment: semakin tinggi persentasenya, semakin besar kontrol yang ia miliki terhadap waktunya sendiri. 

Mehrotra menganggap 50 % sebagai skor alignment yang tinggi dan realistis — sementara skor 100 % ia anggap tidak realistis karena biasanya minggu kerja akan dipenuhi dengan permintaan mendadak yang tak terduga. 

Filosofi di Balik Sistem Ini

Metode yang Mehrotra gunakan berakar dari kerangka kerja yang diperkenalkan oleh Des Traynor, salah satu pendiri Intercom.

Ide dasarnya adalah bahwa daftar tugas, email, dan kalender seringkali tidak selaras, sehingga banyak orang justru menghabiskan waktu lebih banyak untuk menjawab tuntutan orang lain ketimbang mengejar prioritas mereka sendiri. 

Dengan menggunakan metrik alignment score, Mehrotra merasa sistem ini memberinya pandangan yang jelas atas cara ia memakai waktunya, sekaligus memberi indikator yang bisa ia perbaiki dari minggu ke minggu — sehingga ia tidak hanya sibuk, tetapi produktif secara strategis berdasarkan prioritasnya sendiri. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

4 hours ago
4 hours ago
4 hours ago
4 hours ago
4 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!