x Pulau Seribu Asri

Jakarta Terasa Seperti 41 Derajat Celsius, Ini Penyebab Cuaca Makin Menyengat

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Mei 2026 07:25 18 Rainy Bintang

Viralterkini.id, Jakarta – Cuaca panas yang melanda Jakarta dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terasa jauh lebih menyengat dari biasanya. Meski suhu udara tercatat berkisar 33 hingga 34 derajat Celsius, suhu yang dirasakan masyarakat ternyata bisa mencapai 40 hingga 41 derajat Celsius.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (12/5), aplikasi pemantau cuaca seperti AccuWeather dan Google Weather mencatat suhu udara aktual di Jakarta berada di angka 33-34 derajat Celsius. Angka tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi suhu maksimum Jakarta berada di kisaran 30-33 derajat Celsius.

Namun, yang menjadi perhatian adalah indikator feels like atau suhu yang dirasakan tubuh manusia. AccuWeather mencatat suhu terasa di Jakarta mencapai 41 derajat Celsius, sementara Google Weather menunjukkan angka 40 derajat Celsius.

Fenomena ini membuat banyak warga merasa cuaca jauh lebih panas dibandingkan suhu yang tercatat di termometer.

Ahli meteorologi Cyrena Arnold menjelaskan bahwa suhu terasa berkaitan erat dengan respons tubuh manusia, khususnya kulit, terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Kulit kita memiliki sensor dan terdiri dari air. Jadi, kulit bereaksi berbeda tergantung pada proses penguapan air tersebut,” ujar Cyrena seperti dikutip dari Popular Science.

Secara ilmiah, BMKG menerangkan bahwa suhu feels like merupakan sensasi panas yang dirasakan manusia berdasarkan kombinasi beberapa faktor, seperti suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, dan intensitas sinar Matahari.

Kelembapan udara menjadi faktor utama yang membuat cuaca di Indonesia terasa lebih gerah. Saat suhu udara tinggi disertai kelembapan yang juga tinggi, udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga keringat di tubuh sulit menguap.

Padahal, penguapan keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menurunkan suhu tubuh. Ketika proses itu terhambat, panas akan terperangkap di permukaan kulit dan membuat tubuh merasa jauh lebih panas.

Kondisi geografis Indonesia juga memperparah situasi tersebut. Sebagai negara tropis yang berada di garis khatulistiwa dan dikelilingi lautan hangat, Indonesia memiliki tingkat kelembapan udara yang tinggi hampir sepanjang tahun.

Paparan sinar Matahari yang intens, ditambah curah hujan tinggi dan banyaknya uap air di atmosfer, membuat kota-kota besar seperti Jakarta sering mengalami sensasi panas ekstrem meski suhu udara sebenarnya tidak terlalu tinggi. (rby)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri