Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, saat membuka Cooperative Open Innovation Network (COIN) 2026 di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Foto : Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta Viralterkini.id, JAKARTA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mendorong pembentukan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Perkoperasian sebagai landasan untuk memperkuat pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan koperasi.
Gagasan tersebut disampaikan Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, saat membuka Cooperative Open Innovation Network (COIN) 2026 di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

Ratu mengatakan, regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan arah yang lebih komprehensif bagi pengembangan koperasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Kami berharap ke depan dapat terbentuk Peraturan Gubernur tentang Perkoperasian yang menjadi landasan lebih komprehensif bagi pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan sumber daya koperasi, sehingga pelaksanaannya semakin terarah, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Ratu.

Mengusung tema “CONNECT. COLLABORATE. GROW”, COIN 2026 menjadi ruang pertemuan antara koperasi dan calon mitra usaha untuk memperluas jejaring serta membuka akses pasar. Kegiatan ini menghadirkan pameran produk, business matching, dan talkshow di bidang perdagangan serta perindustrian.
Selain penguatan regulasi dan kemitraan, Ratu menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, termasuk Gen Z, dalam pengembangan koperasi. Kehadiran anak muda diharapkan membawa gagasan, keterampilan digital, serta pendekatan baru dalam pengembangan produk dan pemasaran.
“Regenerasi ini dibutuhkan agar koperasi tetap relevan dengan perubahan pola kerja, konsumsi, dan kewirausahaan,” tuturnya.
Menurut Ratu, pengembangan koperasi juga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, BUMN/BUMD, gerakan koperasi, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan lembaga pembiayaan perlu berperan sesuai kapasitas masing-masing.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat pendampingan, meningkatkan kapasitas, membuka akses pembiayaan, serta memperluas kesempatan koperasi menjalin kemitraan dengan pelaku pasar.
“Penguatan koperasi merupakan urusan bersama yang memerlukan dukungan perangkat daerah, BUMN/BUMD, pusat-pusat koperasi, Dekopinwil, Kadin, dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga pembiayaan, serta masyarakat,” kata Ratu.
Dalam perjalanan Jakarta menuju kota global, koperasi diharapkan turut berkontribusi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan produk lokal, dan keterlibatan dalam rantai pasok.
Menjelang 500 tahun Jakarta, Ratu menilai modernisasi koperasi perlu didukung tata kelola yang profesional, produk yang kompetitif, serta kemitraan yang memperluas akses pasar. Sejalan dengan arahan Gubernur Pramono Anung, upaya tersebut diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh bersama perekonomian Jakarta.
“Sejalan dengan arahan Bapak Gubernur, koperasi harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing,” pungkas Ratu. (ma)

5 Poin Penting
- Dorongan pembentukan Pergub Perkoperasian. Dinas PPKUKM DKI Jakarta mengusulkan regulasi sebagai landasan pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan koperasi yang lebih terarah dan adaptif.
- COIN 2026 memperluas kemitraan dan akses pasar. Melalui pameran produk, business matching, dan talkshow, koperasi dipertemukan dengan calon mitra usaha.
- Regenerasi koperasi melalui keterlibatan Gen Z. Generasi muda diharapkan membawa ide, keterampilan digital, serta pendekatan baru untuk pengembangan produk dan pemasaran.
- Penguatan koperasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dukungan pemerintah, BUMN/BUMD, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan lembaga pembiayaan diperlukan untuk pendampingan, peningkatan kapasitas, serta akses pembiayaan.
- Modernisasi koperasi mendukung Jakarta menuju kota global. Koperasi diharapkan berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, pengembangan produk lokal, dan rantai pasok melalui tata kelola profesional serta produk yang kompetitif.