x Viralterkini

Calvin Cheng Singgung Putus Internet RI, Meutya: 80 Persen Konektivitas Singapura Juga Terancam!

waktu baca 4 menit
Minggu, 1 Nov 2026 16:22 18 Rainy Bintang

Viralterkini.id, Jakarta – Unggahan mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, yang menyinggung kemungkinan pemutusan konektivitas internet Indonesia melalui Singapura memicu polemik. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta masyarakat tetap tenang sekaligus mengingatkan bahwa jaringan digital kedua negara saling bergantung.

Meutya menegaskan, posisi Singapura sebagai pusat konektivitas internasional tidak dapat dilepaskan dari letak geografis Indonesia. Sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menuju Singapura, menurutnya, melewati perairan Indonesia.

“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” tulis Meutya melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (27/10/2026).

Ia menyebut gangguan terhadap jaringan kabel tersebut juga dapat membawa konsekuensi besar bagi Singapura.

“Jika terpotong atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh,” sambungnya.

Polemik bermula dari unggahan infografik Calvin Cheng di akun X miliknya pada 25 Oktober 2026. Ia menyertakan kata singkat, “Cut?”, saat menyinggung ketergantungan konektivitas internet Indonesia terhadap Singapura.

Namun, dalam unggahan berikutnya, Cheng menyatakan Singapura tidak akan melakukan tindakan tersebut karena menghormati hukum. Pernyataannya bukan pengumuman resmi pemerintah Singapura mengenai pemutusan internet Indonesia.

Meski demikian, polemik itu menyoroti persoalan yang lebih mendasar: besarnya ketergantungan konektivitas internasional Indonesia pada infrastruktur di negara tetangga.

Komdigi Sebut 90 Persen Trafik Bergantung pada Singapura

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Denny Setiawan, sebelumnya menyebut sekitar 90 persen trafik internet Indonesia bergantung pada konektivitas melalui Singapura.

“Sejujurnya, trafik kita 90% tergantung ke Singapura. Itu (seperti) Selat Hormuz di Selat Malaka, gitu ya,” kata Denny pada Juni 2026, dikutip dari detikINET.

Singapura merupakan salah satu pusat pertukaran trafik internet internasional di Asia. Negara tersebut menjadi lokasi berbagai jaringan kabel laut, pusat data, dan layanan komputasi awan global.

Kondisi itu membuat koneksi melalui Singapura menjadi pilihan penting bagi penyedia infrastruktur yang melayani Indonesia. Dosen sekaligus Koordinator Program Keamanan Siber Monash University, Muhamad Erza Aminanto, menilai kedekatan geografis turut menjelaskan hubungan tersebut.

“Jakarta sangat dekat dengan Singapura. Dari sudut pandang perusahaan yang membangun kabel serat optik bawah laut, jika ingin menjangkau Jakarta maka menghubungkannya dengan Singapura menjadi pilihan yang logis karena negara tersebut sudah menjadi pusat internet global,” ujarnya.

Meski demikian, besarnya konsentrasi konektivitas pada satu pusat jaringan menunjukkan pentingnya memperbanyak jalur alternatif. Kebutuhan itu semakin mendesak seiring pertumbuhan pusat data, komputasi awan, dan kecerdasan buatan atau AI.

Indonesia Perlu Memperluas Jalur Alternatif

Denny menekankan perlunya pengembangan konektivitas melalui kabel bawah laut maupun jaringan darat. Penguatan tersebut juga perlu menjangkau setiap pulau agar ketahanan jaringan tidak hanya bertumpu pada satu jalur utama.

“Kita perlu memiliki lebih banyak jalur konektivitas, baik melalui kabel bawah laut maupun kabel terestrial, dan hal yang sama perlu diterapkan di setiap pulau,” ujarnya, dikutip dari CNA.

Indonesia sendiri memiliki jalur konektivitas internasional di luar Singapura. Sejumlah titik konektivitas kabel laut berada di Manado, Anyer, Dumai, dan Jakarta. Namun, keberadaan jalur alternatif tersebut masih perlu diikuti penguatan kapasitas dan pengembangan jaringan.

Pemerintah juga tengah merampungkan rencana pengembangan pusat data, kabel bawah laut, jaringan terestrial, serta spektrum frekuensi radio untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.

Di tengah upaya diversifikasi, kerja sama dengan Singapura tetap dijajaki. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia menjajaki kemitraan pengembangan infrastruktur pusat data regional melalui koridor pertumbuhan Singapura–Johor–Riau.

Infrastruktur Digital Harus Dijaga Bersama

Meutya menegaskan bahwa infrastruktur digital tidak semestinya dijadikan alat untuk menekan negara lain. Jaringan internasional merupakan infrastruktur yang manfaat dan risikonya melintasi batas negara.

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,” tegasnya.

Polemik ini memperlihatkan bahwa ketahanan internet Indonesia membutuhkan lebih banyak pilihan jalur dan kapasitas jaringan. Pada saat yang sama, posisi strategis perairan Indonesia menegaskan pentingnya kerja sama kedua negara dalam menjaga konektivitas regional. (rby)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini