Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat berfoto bersama usai berdialog dengan warga Desa Banemo, Rabu (08/04/2026) Foto: ist
Viralterkini.id, HALTENG – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengambil langkah tegas untuk memulihkan stabilitas keamanan di wilayah Patani Barat. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjanjikan pembangunan jalan tani sepanjang 9 kilometer yang dilengkapi fasilitas keamanan modern guna mengakhiri bayang-bayang teror Orang Tak Dikenal (OTK) yang kerap meresahkan warga.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sherly dalam dialog terbuka dengan masyarakat Desa Banemo pada Rabu (08/04/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya rekonsiliasi satu hari pasca-deklarasi perdamaian antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly secara khusus menyinggung peristiwa pembunuhan yang terjadi di Desa Bobane Jaya pada Kamis 2 April lalu.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.
“Masyarakat harus saling menyayangi. Tidak boleh main hakim sendiri atas dugaan yang tidak didasarkan pada bukti, karena nanti masyarakat sendiri yang menanggung deritanya,” tegas Sherly di hadapan warga.
Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
“Percayakan kepada aparat kepolisian untuk memburu pelaku pembunuhan di Bobane Jaya. Mari kita jaga kondusivitas agar pembangunan bisa berjalan,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi warga mengenai histori kelam teror OTK di area perkebunan, Gubernur Sherly menawarkan solusi infrastruktur berbasis teknologi.

Ia memastikan bahwa akses produksi petani akan dipantau secara ketat.
“Pemerintah akan membangun jalan tani sepanjang 9 kilometer. Jalan ini akan dilengkapi dengan lampu penerangan yang terang dan pemasangan CCTV di titik-titik rawan untuk memantau aktivitas mencurigakan,” jelasnya.
Untuk mempercepat realisasi proyek ini, Gubernur menyatakan akan segera berkoordinasi langsung dengan Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, guna sinkronisasi anggaran dan teknis pengerjaan di lapangan.
Selain infrastruktur, Gubernur Sherly juga merespons desakan warga mengenai kebutuhan akan pos kepolisian yang lebih dekat. Mengingat jarak Polsek Patani yang cukup jauh, Gubernur berkomitmen bersama Kapolda Maluku Utara untuk mengawal usulan pembentukan Polsek Patani Barat.
Poin Utama Pernyataan Gubernur Sherly:
Kehadiran Gubernur yang didampingi Kapolda Malut dan pimpinan Forkopimda ini diharapkan mampu memberikan rasa aman permanen bagi warga di semenanjung Patani. (Red)