x Viralterkini

Klub Dituntut Profesional, Hak Finansial Justru Belum Terpenuhi: Ada Apa dengan AFI?

waktu baca 4 menit
Selasa, 3 Nov 2026 12:13 22 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Tata kelola kompetisi futsal profesional Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah klub peserta mulai menyuarakan kekecewaan terhadap Asosiasi Futsal Indonesia (AFI), menyusul belum adanya kepastian pembayaran hadiah kompetisi dan subsidi liga yang menjadi hak klub.

Kali ini, manajemen Cosmo JNE Jakarta secara terbuka meminta kepastian kepada AFI terkait penyelesaian kewajiban finansial, termasuk hadiah atas keberhasilan mereka finis sebagai runner-up Pro Futsal League (PFL) musim 2025/2026 serta sejumlah pembayaran subsidi liga.

Manager Cosmo JNE Jakarta, Caisar Silitonga, mengungkapkan bahwa hingga kompetisi musim berikutnya berjalan, pihaknya belum memperoleh kepastian mengenai penyelesaian pembayaran tersebut.

“Kondisi tersebut berlangsung di tengah kompetisi musim berikutnya yang telah berjalan, sementara belum terdapat kepastian penyelesaian pembayaran yang dapat menjadi dasar perencanaan keuangan klub,” kata Caisar dalam keterangan yang diterima, Sabtu (31/10).

Menurut Caisar, klub selama ini telah berupaya menjalankan seluruh kewajibannya sebagai peserta kompetisi profesional. Mulai dari mematuhi regulasi, mengelola tim, hingga memenuhi tanggung jawab finansial terhadap pemain, pelatih, staf, dan kebutuhan operasional.

Namun, kewajiban operasional klub tetap berjalan dan tidak dapat ditunda meskipun hak finansial yang seharusnya diterima belum memiliki kepastian pembayaran.

Atas kondisi tersebut, Caisar mempertanyakan komitmen serta tanggung jawab kepemimpinan AFI dalam memastikan terpenuhinya hak-hak finansial klub peserta.

“Profesionalisme dalam penyelenggaraan liga semestinya tidak hanya menjadi tuntutan terhadap klub, tetapi juga harus tercermin melalui tata kelola organisasi, transparansi, akuntabilitas, serta konsistensi dalam memenuhi setiap komitmen yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk mendiskreditkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan klub dan masa depan industri futsal nasional.

Menurutnya, peningkatan prestasi futsal Indonesia harus diikuti dengan ekosistem kompetisi yang sehat, berkelanjutan, serta memberikan kepastian finansial kepada seluruh klub peserta.

Halus FC Ikut Bersuara, Soroti Tiga Persoalan AFI

Keluhan serupa sebelumnya juga disampaikan pemilik klub Halus FC, H. Tirta Lunggana. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap tata kelola federasi futsal yang dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan, meskipun restrukturisasi organisasi dan perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) telah disahkan melalui kongres.

Dalam siaran pers yang diterima Kamis (29/10/2026), Tirta menyoroti persoalan subsidi klub yang menurutnya belum direalisasikan sejak kompetisi dimulai.

“Kami selaku pemilik klub sangat kecewa. Permasalahan klasik kembali terulang, salah satunya adalah hak subsidi klub yang sejak pekan pertama liga dimulai hingga saat ini tak kunjung direalisasikan. Kami diminta menaati seluruh aturan federasi, namun hak kami sebagai peserta justru dipandang sebelah mata dan hanya diberi janji-janji belaka,” tegas Tirta.

Ia menyebut terdapat tiga persoalan utama yang perlu segera mendapatkan perhatian AFI.

Pertama, penunggakan subsidi klub. Menurutnya, hak finansial yang seharusnya diterima klub peserta belum mendapatkan kejelasan sejak kompetisi bergulir.

Kedua, penurunan kualitas dan persoalan regulasi kompetisi. Tirta menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam regulasi pertandingan serta berkurangnya jumlah klub peserta liga. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi karena menyangkut kualitas dan keberlangsungan kompetisi futsal profesional.

Ketiga, ketidaksesuaian antara slogan “Futsal Satu Keluarga” dengan kondisi hubungan antara federasi dan pemilik klub. Ia menilai komunikasi serta hubungan yang terbangun selama ini terkesan berjalan satu arah, ketika klub dituntut memenuhi kewajiban, tetapi hak-haknya belum mendapatkan perhatian yang semestinya.

Pemilik Klub Berharap PSSI Turun Tangan

Tidak hanya menyampaikan kritik, Tirta juga berharap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil peran dalam membantu menyelesaikan persoalan tata kelola futsal nasional.

Menurutnya, perkembangan dan prestasi futsal Indonesia selama ini tidak terlepas dari dukungan serta perhatian PSSI. Karena itu, ia mendorong adanya pertemuan bersama antara PSSI, AFI, dan para pemilik klub untuk membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi.

“Prestasi futsal yang telah ditorehkan selama ini tak lepas dari kepedulian dan bantuan PSSI. Demi keberlangsungan futsal nasional dan para pencintanya di Tanah Air, kami berharap PSSI bersama para pemilik klub bisa duduk bersama membahas situasi kritis ini,” tambahnya.

Tirta bahkan memberikan peringatan serius mengenai masa depan kompetisi futsal nasional apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Pilihannya hanya dua: berbenah hari ini, atau sejarah futsal Indonesia akan berhenti dan tidak ada lagi keberlangsungan bagi kompetisi nasional,” tutupnya.

Momentum Evaluasi Tata Kelola Futsal Nasional

Munculnya keluhan dari Cosmo JNE Jakarta dan Halus FC memperlihatkan adanya persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pengelola kompetisi dan federasi.

Pembayaran hadiah, subsidi klub, kepastian regulasi, serta transparansi pengelolaan kompetisi merupakan bagian penting dalam membangun industri futsal profesional yang sehat.

Klub merupakan salah satu fondasi utama keberlangsungan kompetisi. Mereka harus membiayai kebutuhan pemain, pelatih, staf, perjalanan pertandingan, hingga operasional sepanjang musim berjalan.

Karena itu, profesionalisme tidak seharusnya hanya menjadi tuntutan bagi klub peserta, tetapi juga harus diterapkan oleh penyelenggara kompetisi dan organisasi yang menaunginya.

Kini, publik futsal nasional menantikan penjelasan serta langkah konkret AFI untuk menjawab berbagai keluhan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari AFI terkait tuntutan pembayaran hadiah kompetisi Cosmo JNE Jakarta maupun keluhan subsidi klub yang disampaikan Halus FC. (ma)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini