Viralterkini.id, JAKARTA – Tiga sahabat yang bermimpi menjadi pemadam kebakaran justru menghadapi petualangan tak terduga setelah gagal menembus regu elite. Kisah penuh humor, aksi, dan kepedulian sosial ini menjadi inti film GJLS: Berapi-Api, yang menggelar konferensi pers dan gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Diproduksi Amadeus Sinemagna dan disutradarai Monty Tiwa, film ini mempertemukan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir dalam cerita yang tidak hanya mengandalkan komedi, tetapi juga mengangkat persahabatan dan perjuangan melawan perdagangan anak.
Dalam acara peluncurannya, mobil pemadam kebakaran sungguhan dan wahana interaktif bertema damkar turut dihadirkan di area bioskop. Instalasi tersebut memberikan gambaran tentang profesi pemadam kebakaran yang menjadi latar cerita, sekaligus memperkenalkan sisi pelayanan publik yang kerap luput dari perhatian.
GJLS: Berapi-Api mengikuti perjalanan Rigen, Rispo, dan Hifdzi, tiga sahabat sejak kecil yang memiliki ambisi menjadi pemadam kebakaran. Namun, kegagalan saat mengikuti pelatihan bersama regu elite Algojo Api membuat mereka harus menjalani tugas pelayanan yang jauh dari gambaran heroik yang selama ini dibayangkan.

Tidak puas dengan keadaan tersebut, ketiganya berusaha mencari cara untuk membuktikan kemampuan mereka. Namun, keputusan yang diambil justru membawa mereka ke dalam persoalan yang jauh lebih serius.
Bersama Bu Guru Nana, karakter yang diperankan Grace Emmanuela, mereka terseret dalam upaya membongkar sindikat perdagangan anak. Dari sinilah kisah mereka berkembang, mempertemukan situasi komedi dengan konflik yang menuntut keberanian dan kepedulian terhadap sesama.
Sutradara Monty Tiwa mengatakan tantangan dalam menggarap film ini adalah mempertahankan karakter humor khas trio GJLS sekaligus menghadirkan cerita dengan konflik dan aksi yang lebih kuat.
Sementara itu, produser Indra Yudhistira menyebut film ini dikembangkan dengan pendekatan cerita yang lebih emosional, tanpa meninggalkan unsur komedi yang menjadi ciri khas para pemerannya.

Bagi Rigen Rakelna, karakter yang diperankannya menggambarkan perjuangan seseorang dalam mengejar cita-cita meski harus menghadapi kegagalan dan pandangan sebelah mata.
Ananta Rispo menyoroti sisi lain karakternya yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan. Di balik tingkah jenaka yang ditampilkan, terdapat sisi emosional yang memperlihatkan arti persahabatan dan rasa tanggung jawab.
Adapun Hifdzi Khoir menghadirkan karakter dengan latar belakang sebagai mantan korban perundungan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan tokohnya untuk menunjukkan bahwa masa lalu tidak menghalangi seseorang untuk membantu orang lain.
Melalui ketiga karakter tersebut, film ini turut mengangkat nilai-nilai pelayanan, kerja sama, dan keberanian dalam menghadapi situasi sulit. Latar profesi pemadam kebakaran menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir melalui aksi besar, tetapi juga melalui tugas-tugas sederhana yang bermanfaat bagi orang lain.
Selain trio GJLS, film ini dibintangi sejumlah aktor, di antaranya Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Inayma, Sadha Triyudha, Nigel Siwabessy, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, dan Rizky Ritonga.
Jajaran pemeran lainnya mencakup Khairul Umam, Rio Dumatubun, serta aktor cilik Raffan Al Aryan dan Mikhaira Embun.
Untuk melengkapi cerita, grup musik Barasuara menggarap lagu tema orisinal berjudul Api dan Mimpi. Lagu tersebut menjadi bagian dari elemen musik yang mengiringi perjalanan para tokoh dalam film.
GJLS: Berapi-Api dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Film ini memadukan komedi persahabatan dengan kisah tentang keberanian, pengabdian, dan perjuangan menyelamatkan sesama.(DP)