Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. Foto :Cellios Viralterkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mendesak Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri. Desakan itu disampaikan terkait ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Bhima menilai ancaman tersebut menunjukkan persoalan tata kelola, transparansi, dan perlindungan investor yang belum terselesaikan. Menurutnya, otoritas pasar modal perlu bertanggung jawab atas kondisi yang berpotensi melemahkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
“Karena gagal dan posisi bursa saham makin terancam, sebaiknya Ketua OJK dan direktur BEI mengundurkan diri,” kata Bhima, Minggu (18/10/2026).
Menurut Bhima, peringatan MSCI tidak cukup dipandang sebagai persoalan administratif. Ia menekankan perlunya pembenahan kualitas pengawasan serta penerapan aturan terhadap pelaku pasar modal.

Bhima menyebut kebijakan pembekuan sementara MSCI pada 27 Januari 2026 semestinya menjadi momentum perbaikan. Namun, ia menilai langkah yang dilakukan setelah kebijakan tersebut masih lebih banyak menyentuh aspek administratif dan belum menunjukkan perubahan berarti dalam praktik di lapangan.
Dalam kritiknya, Bhima turut menyoroti aksi akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Ia menilai transaksi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan perlindungan investor minoritas.
Selain itu, Bhima mempertanyakan ketegasan penegakan aturan terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran di pasar modal. Menurutnya, sanksi yang tegas diperlukan untuk memberikan kepastian mengenai konsekuensi atas praktik yang dilarang.
“Tidak ada punishment atau sanksi yang berat buat perusahaan yang melakukan praktik terlarang di bursa,” ujarnya.
Persoalan lain yang disorot adalah rencana Danantara membeli saham BEI dalam konteks demutualisasi bursa. Bhima mengkhawatirkan keterlibatan entitas yang didukung negara dapat memunculkan pertanyaan mengenai independensi pengelola pasar modal.
“Danantara bagaimanapun state backup entity,” katanya.
Menurut Bhima, struktur kepemilikan bursa perlu dibahas dengan mempertimbangkan persepsi investor terhadap independensi BEI. Hal itu dinilainya berkaitan dengan upaya menjaga kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia.
Bhima juga mengingatkan bahwa tekanan terhadap pasar modal berpotensi berdampak pada kehidupan masyarakat. Menurunnya kepercayaan investor global, menurut dia, dapat menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Apabila pelemahan rupiah berlangsung berkepanjangan, biaya impor berisiko meningkat dan mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. Ia juga mengkhawatirkan tekanan ekonomi dapat mempersempit peluang kerja formal, khususnya di sektor industri.
“Biaya kebutuhan pokok akan naik tajam, peluang pekerjaan formal berkurang terutama di industri. Jadi jangan dikira peringatan MSCI tidak ada hubungannya ke kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Dampak terhadap rupiah, harga kebutuhan pokok, dan kesempatan kerja tersebut merupakan risiko yang diperkirakan Bhima, bukan kepastian bahwa seluruhnya akan terjadi. Ancaman penurunan klasifikasi juga perlu dibedakan dari keputusan final MSCI.
Keterangan yang menjadi dasar pemberitaan ini belum memuat tanggapan OJK, BEI, Danantara, maupun Bayan Resources atas kritik tersebut. (ma)
5 Poin Penting
- Desakan mundur pimpinan OJK dan BEI. Bhima menuntut pertanggungjawaban terkait ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
- Pembenahan dinilai belum menyentuh persoalan utama. Menurut Bhima, perubahan setelah pembekuan sementara MSCI pada 27 Januari 2026 masih dominan administratif.
- Transparansi dan perlindungan investor menjadi sorotan. Bhima menyinggung akuisisi saham BYAN serta mengkritik ketegasan sanksi terhadap pelanggaran pasar modal.
- Independensi bursa dipertanyakan. Bhima mengkhawatirkan rencana pembelian saham BEI oleh Danantara dapat memengaruhi persepsi investor terhadap independensi pengelola bursa.
- Ada potensi dampak terhadap masyarakat. Bhima memperingatkan risiko tekanan rupiah, kenaikan biaya kebutuhan pokok, dan berkurangnya peluang kerja formal. Dampak tersebut merupakan perkiraan risiko, bukan kepastian.