Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan. Foto : Fraksi PKB Viralterkini.id, Jakarta – Penantian keluarga terhadap keberadaan 57 korban KMP Virgo Transport 8 yang masih hilang menjadi perhatian Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan. Ia mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pihak terkait mempercepat pengangkatan atau salvage bangkai kapal yang tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa.
Menurut Irmawan, pengangkatan badan kapal merupakan langkah penting untuk mendukung pencarian korban, terutama dengan membuka akses ke bagian kapal yang sulit dijangkau tim penyelam.
“Kami meminta agar proses pengangkatan badan KMP Virgo segera dilakukan. Ini bukan hanya masalah teknis, tetapi menyangkut kemanusiaan karena masih ada 57 korban yang menunggu kepastian,” kata Irmawan di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan data operasi pencarian dan pertolongan (SAR) per 30 September 2026 yang disebutkan dalam keterangannya, terdapat 243 penumpang dalam manifes kapal. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 78 orang ditemukan meninggal dunia, dan 57 lainnya masih dalam pencarian.

Irmawan memahami bahwa pengangkatan bangkai kapal membutuhkan peralatan khusus dan metode penanganan yang tepat. Namun, ia meminta kebutuhan teknis tersebut segera ditangani agar upaya pencarian tidak berlarut-larut.
“Setiap waktu sangat berarti bagi keluarga yang menunggu,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Ia turut menyoroti beban psikologis keluarga yang belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya. Terlebih, belum diketahui apakah korban yang masih hilang berada di dalam badan kapal atau tidak.
“Pemerintah dan pihak terkait wajib memberikan upaya maksimal demi memberikan kepastian kepada keluarga korban,” tegasnya.
Untuk mempercepat penanganan, Irmawan meminta Kemenhub mengintensifkan koordinasi dengan pemilik kapal, perusahaan salvage, pihak asuransi, Basarnas, serta TNI Angkatan Laut.
Menurutnya, kendala administratif dan koordinasi antarlembaga tidak semestinya menghambat pencarian maupun evakuasi korban. Seluruh pihak diminta memastikan kebutuhan operasional dapat ditangani secara efektif.
“Kemenhub harus memastikan koordinasi seluruh elemen terkait berjalan efektif tanpa hambatan,” ucap Irmawan.
Selain mendorong pengangkatan kapal, ia meminta kesiapan tim Disaster Victim Identification (DVI) di posko darat dioptimalkan. Langkah ini diperlukan agar proses identifikasi dapat segera dilakukan apabila korban kembali ditemukan.
Irmawan menekankan bahwa kecepatan identifikasi harus disertai ketepatan, sehingga penyerahan jenazah kepada keluarga dapat dilakukan dengan baik.
“Ketika korban berhasil ditemukan, proses identifikasi harus dilakukan secepat dan setepat mungkin. Kepastian ini penting agar keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak,” pungkasnya. (ma)
5 Poin Penting
- Irmawan mendesak percepatan pengangkatan kapal. Kemenhub dan pihak terkait diminta segera menangani bangkai KMP Virgo Transport 8 untuk mendukung pencarian korban di Perairan Masalembo.
- Sebanyak 57 orang masih dalam pencarian. Data SAR per 30 September 2026 dalam keterangan tersebut mencatat 108 orang selamat, 78 meninggal dunia, dan 57 masih hilang dari 243 penumpang dalam manifes.
- Pengangkatan dinilai dapat membuka akses pencarian. Menurut Irmawan, proses salvage dapat membantu menjangkau bagian lambung kapal yang sulit diakses penyelam.
- Koordinasi lintas pihak diminta diperkuat. Kemenhub perlu mengoordinasikan pemilik kapal, perusahaan salvage, asuransi, Basarnas, dan TNI AL agar kendala administratif tidak menghambat pencarian.
- Kepastian bagi keluarga dan kesiapan DVI menjadi perhatian. Irmawan meminta penanganan maksimal bagi keluarga serta proses identifikasi korban yang cepat dan tepat.