x Viralterkini

RMA Indonesia Bidik Bisnis Tambang dengan Solusi Terintegrasi, dari Kendaraan hingga Fleet

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Sep 2026 06:33 26 Denny Pohan

Viralterkini.id,BALI — Persaingan di bisnis kendaraan untuk industri pertambangan mulai bergeser. Pengguna kendaraan tambang tidak lagi hanya membutuhkan unit untuk operasional, tetapi juga dukungan pengelolaan armada, modifikasi kendaraan, hingga layanan purnajual yang mampu menyesuaikan tuntutan lapangan.

Perubahan kebutuhan tersebut coba dijawab RMA Indonesia dengan membangun ekosistem solusi pertambangan yang menggabungkan kendaraan, fleet management, modifikasi, dan dukungan purnajual.

Strategi itu ditampilkan RMA Indonesia dalam ajang CT Asia 2026 di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, 27–30 September 2026. Perusahaan membawa empat entitas dalam satu ekosistem, yakni Ford, Mahindra, AVIS Indonesia, dan Jasana Prima.

Melalui Ford dan Mahindra, RMA Indonesia menyediakan kendaraan dan solusi mobilitas untuk kebutuhan operasional. AVIS Indonesia masuk melalui layanan fleet dan rental mobility, sedangkan Jasana Prima menangani kebutuhan modifikasi kendaraan, solusi aftermarket, serta peralatan kelistrikan.

Model tersebut membuat bisnis RMA Indonesia tidak berhenti pada penjualan kendaraan. Perusahaan mencoba masuk lebih jauh ke kebutuhan operasional pelanggan, termasuk bagaimana kendaraan digunakan, dimodifikasi, dirawat, dan tetap tersedia ketika dibutuhkan.

Pendekatan ini menjadi penting di sektor pertambangan yang memiliki karakter operasional berbeda dibandingkan penggunaan kendaraan pada umumnya. Kondisi medan, intensitas pemakaian, kebutuhan kendaraan khusus, serta tuntutan ketersediaan armada membuat dukungan setelah kendaraan masuk ke lokasi kerja menjadi bagian penting dari operasional.

RMA Indonesia juga membawa Ford Fleet Solutions yang mencakup sejumlah dukungan untuk pelanggan korporasi. Layanan tersebut antara lain free service dan suku cadang hingga 100.000 kilometer, dukungan mekanik dan suku cadang di lokasi, diskon suku cadang hingga 20 persen, solusi fleet rental, modifikasi kendaraan sesuai kebutuhan, serta program kendaraan pengganti dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Regional Director RMA Indonesia Roelof Lamberts mengatakan kebutuhan industri pertambangan yang semakin spesifik membuat perusahaan perlu melihat kendaraan sebagai bagian dari solusi operasional yang lebih luas.

“Industri pertambangan memiliki kebutuhan operasional yang sangat spesifik dan dinamis. Karena itu, kami melihat peran RMA Indonesia bukan hanya sebagai penyedia kendaraan, tetapi sebagai partner yang mampu memahami dan menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih menyeluruh,” ujar Roelof.

Menurut dia, penggabungan Ford, Mahindra, AVIS Indonesia, dan Jasana Prima memungkinkan RMA Indonesia menawarkan kapabilitas yang lebih luas, mulai dari mobilitas hingga dukungan purnajual.

“Kami mengintegrasikan mobility, fleet solution, vehicle modification, dan aftermarket support dalam satu ecosystem. Pendekatan ini memungkinkan kami untuk menawarkan solusi yang lebih fleksibel sekaligus membangun partnership jangka panjang dengan pelanggan,” katanya.

CT Asia 2026 menjadi salah satu momentum yang dimanfaatkan RMA Indonesia untuk memperluas hubungan dengan industri pertambangan dan energi. Forum tersebut mempertemukan lebih dari 3.600 profesional dari lebih dari 35 negara dan tahun ini digelar bersamaan dengan International Critical Minerals and Metals Summit Indonesia.

Bagi RMA Indonesia, pertemuan pelaku industri coal, energi, logistik, perdagangan, pertambangan, dan mineral kritis tersebut membuka ruang untuk melihat kebutuhan kendaraan dan dukungan operasional dari sisi yang lebih luas.

“Kami ingin membangun hubungan dengan pelanggan bukan hanya berdasarkan transaksi, tetapi melalui pemahaman terhadap kebutuhan operasional mereka dan kemampuan untuk memberikan solusi yang tepat,” ujar Roelof.

Dengan strategi tersebut, RMA Indonesia menempatkan sektor pertambangan sebagai salah satu ruang untuk memperluas bisnis berbasis solusi, bukan semata penjualan kendaraan. Integrasi kendaraan, fleet, modifikasi, dan layanan purnajual menjadi pendekatan yang digunakan perusahaan untuk mengejar kebutuhan operasional industri tambang yang semakin kompleks.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini