x Viralterkini

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar, Industri Halal Dibidik Masuk Rantai Pasok Global

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Sep 2026 07:25 11 Denny Pohan

Viralterkini.id, TANGERANG – Indonesia tidak ingin berhenti sebagai pasar besar bagi produk halal. Pemerintah mulai mendorong industri halal nasional untuk naik kelas dengan memperkuat produksi, memperluas jaringan bisnis, dan merebut peran lebih besar dalam rantai pasok halal dunia.

Arah tersebut mengemuka dalam gelaran Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Pameran yang berlangsung 24–27 September 2026 itu mempertemukan lebih dari 350 brand dengan pelaku industri dan jaringan bisnis dari berbagai negara.

Partisipasi internasional datang dari lebih dari delapan negara, di antaranya Tunisia, Kazakhstan, Pakistan, Malaysia, Vietnam, Amerika Serikat, Thailand, dan Selandia Baru. Selama empat hari, pameran tersebut mencatat 28.707 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp8,4 miliar.

Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas pasar di sektor halal. Namun, tantangan industri halal Indonesia bukan lagi sekadar menciptakan permintaan, melainkan memastikan permintaan tersebut mampu menggerakkan produksi dan memperkuat pelaku usaha domestik.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan pengembangan industri halal membutuhkan ekosistem yang mempertemukan industri, pasar, investasi, dan pengetahuan.

“Halal Indo bukan hanya sekadar pameran dan promosi, tetapi sekaligus tempat untuk transfer knowledge dan membangun jejaring. Halal Indo menjadi platform untuk mempertemukan industri, pasar, dan investasi dalam rangka memperkuat ekosistem industri halal nasional,” ujar Emmy dalam penutupan Halal Indo 2026, 27 September 2026.

Target tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Perindustrian yang ingin menggeser posisi Indonesia dari konsumen menjadi produsen dan pemain penting dalam rantai pasok halal global.

Potensi pasar yang dimiliki Indonesia menjadi modal awal. Dalam pemetaan industri halal global, Indonesia tercatat berada di peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion, peringkat ketiga untuk makanan halal, serta peringkat keempat untuk farmasi dan kosmetik halal.

Posisi tersebut sekaligus memperlihatkan ruang yang masih terbuka untuk memperbesar kapasitas industri domestik. Tantangannya bukan hanya meningkatkan jumlah produk halal, tetapi membangun rantai industri yang lebih lengkap, mulai dari bahan baku, manufaktur, standardisasi, pembiayaan, distribusi hingga akses ekspor.

Halal Indo 2026 mencoba mengambil peran pada sisi tersebut dengan mempertemukan pelaku usaha, konsumen, dan mitra bisnis dalam satu ekosistem. Pameran juga menjadi ruang bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk memperkenalkan inovasi sekaligus mendapatkan akses terhadap pengetahuan dan jejaring pasar.

Project Manager Halal Indo 2026 Ismi Puspita mengatakan keterlibatan IKM menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan industri halal nasional.

“Di sektor hilir, pameran ini menjadi panggung bagi inovasi produk Industri Kecil dan Menengah. Selain itu, rangkaian talk show juga kami hadirkan untuk memberikan edukasi dan transfer knowledge dalam mengembangkan ekosistem industri halal Indonesia,” kata Ismi.

Kehadiran pelaku usaha dari sejumlah negara juga memperlihatkan bahwa industri halal semakin terhubung dengan pasar internasional. Bagi pelaku industri domestik, koneksi tersebut dapat menjadi pintu untuk memperluas pasar sekaligus memahami standar dan kebutuhan konsumen di luar negeri.

Namun, keberhasilan pameran pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau nilai transaksi selama acara. Tantangan berikutnya adalah mengubah pertemuan bisnis dan minat konsumen menjadi permintaan yang berkelanjutan.

Jika permintaan tersebut mampu diikuti peningkatan kapasitas produksi, inovasi, efisiensi, dan akses pasar, industri halal berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap IKM dan ekonomi kreatif nasional.

Dengan demikian, agenda industri halal Indonesia kini bergerak ke tahap yang lebih luas. Persoalannya bukan lagi sekadar apakah sebuah produk memenuhi standar halal, tetapi seberapa kuat industri dalam negeri membangun rantai nilai dan memenangkan persaingan di pasar global.

Halal Indo 2026 merupakan kolaborasi PT Dyandra Promosindo dan Kementerian Perindustrian, dengan dukungan sejumlah perusahaan dan lembaga, termasuk APP Group, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, PT Mayora Indah Tbk, PT Paragon Technology and Innovation, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Scarf Media, dan Modinity.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini