x Viralterkini

Delapan Kali Pelanggaran, PSSI Kembali Didenda AFC: Di Mana Evaluasi Administrasinya?

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 50 Denny Pohan

Viralterkini.id, Jakarta — PSSI kembali menghadapi persoalan kepatuhan administrasi. Berdasarkan laporan yang menjadi bahan berita ini, AFC menjatuhkan denda sebesar 1.500 dolar AS, disebut setara sekitar Rp26,6 juta, akibat keterlambatan pengajuan otorisasi pertandingan Indonesia All Stars melawan Aston Villa.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 1 Agustus 2026. Namun, pengurusan otorisasinya disebut tidak memenuhi ketentuan waktu yang ditetapkan AFC.

Persoalannya bukan hanya nominal denda. Dalam keputusan AFC bertanggal 10 September 2026 sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut, kasus ini tercatat sebagai pelanggaran kedelapan PSSI dalam periode residivisme atau pengulangan pelanggaran yang diperhitungkan AFC.

Catatan itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas evaluasi internal federasi. Jika sanksi sebelumnya sudah menjadi peringatan, mengapa keterlambatan pengajuan otorisasi masih terjadi?

Kesalahan Administrasi Kembali Berulang

PSSI disebut melanggar Pasal 11.15 Regulasi AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional, terkait prosedur otorisasi pertandingan internasional tingkat 2.

Kasus serupa sebelumnya terjadi dalam pengajuan otorisasi pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Mali U-23 pada November 2025. Menurut bahan laporan yang sama, PSSI juga dikenai denda 1.500 dolar AS untuk kasus yang tercatat sebagai pelanggaran ketujuh dalam periode residivisme tersebut.

Pengulangan keterlambatan ini menjadi dasar untuk mempertanyakan mekanisme pengawasan administrasi PSSI. Kepatuhan terhadap tenggat pengajuan merupakan bagian dari tanggung jawab federasi dalam memastikan pertandingan internasional terselenggara sesuai aturan.

Pembayaran Denda Belum Menjawab Persoalan

PSSI diwajibkan membayar denda dalam waktu 30 hari setelah keputusan disampaikan. Sanksi tersebut menyangkut prosedur administratif, bukan skor maupun jalannya pertandingan Indonesia All Stars melawan Aston Villa.

Meski pembayaran dapat memenuhi kewajiban dalam keputusan itu, persoalan pengulangan pelanggaran tetap membutuhkan penjelasan. Apa penyebab keterlambatan kali ini, bagaimana pembagian tanggung jawabnya, dan perbaikan apa yang dilakukan setelah kasus sebelumnya?

Bahan berita yang tersedia belum memuat tanggapan PSSI mengenai penyebab keterlambatan maupun langkah koreksinya.

Dengan catatan pelanggaran yang kembali bertambah, evaluasi PSSI perlu menghasilkan perbaikan yang dapat diukur: pengajuan tepat waktu, pengawasan yang berjalan, dan pertanggungjawaban yang jelas. Profesionalisme federasi juga tercermin dari kemampuannya menuntaskan kewajiban administrasi secara tertib. (dp)

5 poin penting:

  1. PSSI disebut didenda 1.500 dolar AS, sekitar Rp26,6 juta menurut bahan berita, karena terlambat mengajukan otorisasi laga Indonesia All Stars vs Aston Villa.
  2. Kasus ini disebut sebagai pelanggaran kedelapan dalam periode residivisme AFC, sehingga pengulangan pelanggaran menjadi sorotan utama.
  3. Ketentuan yang dilanggar adalah Pasal 11.15, terkait prosedur otorisasi pertandingan internasional tingkat 2.
  4. Kasus serupa sebelumnya terjadi pada laga Indonesia U-23 vs Mali U-23, dengan nominal denda yang sama.
  5. Denda wajib dibayar dalam 30 hari sejak keputusan disampaikan; bahan yang tersedia belum memuat penjelasan PSSI mengenai penyebab dan langkah perbaikannya.

Editor : M Ary K

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini