x Viralterkini

Kia Vision Meta Turismo Raih Red Dot Award 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 20:46 28 Denny Pohan

Viralterkini.id, JAKARTA — Perkembangan desain kendaraan masa depan tidak lagi hanya berbicara tentang bentuk bodi, aerodinamika, atau performa. Kabin kini menjadi salah satu ruang utama yang terus dieksplorasi produsen otomotif, terutama seiring meningkatnya integrasi teknologi digital dalam kendaraan.

Arah tersebut terlihat dalam Kia Vision Meta Turismo yang meraih Red Dot Award 2026: Design Concept pada kategori Cars and Motorcycles. Konsep kendaraan ini menjadi salah satu gambaran bagaimana Kia memandang evolusi mobil grand tourer, dari sekadar kendaraan berperforma menjadi ruang yang menggabungkan aktivitas berkendara, kenyamanan, dan interaksi digital.

Vision Meta Turismo sebelumnya diperkenalkan dalam Milan Design Week. Mengusung format sports sedan futuristis, kendaraan ini memadukan proporsi cab-forward, garis-garis geometris, serta rancangan interior yang dirancang dengan pendekatan berbeda dibandingkan mobil berorientasi performa pada umumnya.

Jika eksterior mempertahankan karakter dinamis sebuah grand tourer, bagian kabin justru menjadi pusat eksplorasi konsep ini. Kia mencoba mengubah cara ruang interior digunakan dengan menghadirkan suasana menyerupai lounge dan teknologi digital yang dapat menyesuaikan pengalaman pengguna.

Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui filosofi desain Opposites United, yang menjadi dasar bahasa desain Kia dalam beberapa tahun terakhir. Pada Vision Meta Turismo, filosofi tersebut diwujudkan melalui perpaduan antara orientasi performa, kenyamanan, serta teknologi.

“Vision Meta Turismo memberi kami ruang untuk bereksperimen, menantang diri, dan membayangkan pengalaman pengguna masa depan melalui desain,” kata Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.

Salah satu elemen utama yang ditawarkan konsep ini adalah penggunaan 3D Head-Up Display berbasis augmented reality serta antarmuka modular Add-Gear. Teknologi tersebut dirancang untuk menggabungkan kontrol fisik dengan sistem digital di dalam kendaraan.

Kia kemudian membagi pengalaman kabin melalui tiga mode interaktif, yakni Speedster, Dreamer, dan Gamer.

Mode Speedster berfokus pada pengalaman berkendara dengan menggabungkan elemen visual, suara, dan pencahayaan. Dreamer mengambil pendekatan berbeda dengan menciptakan suasana perjalanan yang lebih tenang dan imersif. Sementara Gamer dirancang sebagai ruang hiburan digital ketika kendaraan sedang berhenti.

Konsep tiga mode tersebut menunjukkan bagaimana produsen mulai memandang kabin kendaraan sebagai ruang multifungsi. Perubahan ini diperkirakan akan semakin relevan seiring berkembangnya teknologi kendaraan terkoneksi, sistem bantuan pengemudi, dan mobilitas berbasis perangkat lunak.

Namun, perubahan fungsi kabin juga menghadirkan tantangan tersendiri. Semakin banyaknya layar dan fitur digital berpotensi mengubah interaksi antara pengemudi dengan kendaraan. Karena itu, tantangan desain kendaraan masa depan tidak hanya terletak pada bagaimana teknologi ditambahkan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan tanpa mengurangi fokus dan keselamatan berkendara.

Dalam konteks tersebut, Vision Meta Turismo masih berada pada tahap eksplorasi. Belum ada kepastian sejauh mana elemen-elemen yang digunakan pada kendaraan konsep ini akan diterapkan pada model produksi Kia.

Meski demikian, penghargaan Red Dot Award 2026 menunjukkan bahwa pendekatan desain yang dikembangkan Kia mendapat perhatian dalam industri desain internasional. Sebelumnya, sejumlah model dan konsep Kia juga memperoleh pengakuan serupa, termasuk EV6, EV9, EV3, EV4, serta sejumlah kendaraan konsep berbasis Purpose-Built Vehicle atau PBV.

Sebagian arah desain tersebut telah hadir di Indonesia melalui sejumlah model produksi. Kia EV9, misalnya, membawa bahasa desain yang menekankan bentuk tegas dan karakter futuristis, sementara pengembangan konsep PBV juga mulai diperkenalkan kepada pasar Indonesia melalui berbagai pameran otomotif.

Vision Meta Turismo memang belum ditujukan sebagai produk produksi massal. Namun, konsep ini memberikan gambaran mengenai arah perubahan industri otomotif, ketika desain kendaraan semakin erat berkaitan dengan perangkat lunak, teknologi digital, dan pengalaman pengguna.

Bagi industri otomotif, pertanyaan ke depan bukan lagi sekadar bagaimana sebuah mobil terlihat di jalan. Persaingan desain juga akan bergeser pada bagaimana kendaraan membangun pengalaman di dalam kabin, terutama ketika batas antara kendaraan, perangkat digital, dan ruang personal semakin tipis.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini