x Viralterkini

Iran Tuduh AS Manipulasi Pasar Energi Lewat Pemberitaan Media

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Agu 2026 13:37 16 Boby Noviendi

Viralterkini.id – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat (AS) berusaha memanipulasi pasar energi melalui pemberitaan media. Upaya tersebut disebut bertujuan memengaruhi harga sekaligus menguntungkan kepentingan tertentu di Washington.

Tuduhan itu disampaikan Araghchi melalui unggahan di akun X miliknya pada Sabtu (29/8/2026).

“Intelijen kami menunjukkan upaya besar untuk memanipulasi pasar energi,” tulis Araghchi.

Menurutnya, sejumlah elemen di lingkungan pemerintahan AS menggunakan media yang dinilai mudah dipengaruhi untuk membentuk persepsi pelaku pasar. Pemberitaan tersebut kemudian disebut dapat mendorong pergerakan harga energi sesuai kepentingan pihak tertentu.

Araghchi menilai langkah itu bukan hanya berkaitan dengan keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki hubungan dengan konflik yang sedang berlangsung.

“Elemen-elemen pemerintah AS menggunakan media yang mudah dipengaruhi untuk memengaruhi harga demi keuntungan pribadi dan membuat Presiden AS terus terjebak dalam perang yang kalah,” ujarnya.

Diplomat senior Iran tersebut juga menuding pihak-pihak yang bersekutu dengan Israel ikut mendorong berlanjutnya konflik melalui penilaian yang dianggap terlalu optimistis.

“Aktor-aktor yang bersekutu dengan Israel juga mempromosikan perang dengan penilaian yang optimistis,” tulisnya.

Menurut Araghchi, masyarakat Amerika pada akhirnya ikut menanggung dampak dari dinamika pasar energi dan konflik tersebut, terutama melalui perubahan harga yang dirasakan langsung oleh konsumen.

“Konsumen AS merasakan dampak sebenarnya,” tambah Araghchi.

Meski melontarkan tuduhan serius, Araghchi tidak menjelaskan secara terperinci bentuk manipulasi pasar maupun media yang dimaksud. Keterangan tersebut juga belum memuat tanggapan dari pemerintah AS terkait tuduhan Iran.

Desain editorial berukuran 4:3 telah dibuat dengan elemen pasar energi, media, grafik harga, serta nuansa geopolitik Iran–AS. (bn)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini