x Viralterkini

Jangan Terkecoh Label Skincare Bayi, 5 Hal Ini Wajib Dicek Orang Tua

waktu baca 4 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 20:24 31 Denny Pohan

Viralterkini.id, JAKARTA, — Klaim “100 persen alami”, “organik”, “cruelty-free”, hingga “dermatologically tested” semakin sering menghiasi kemasan produk skincare bayi dan anak. Bagi orang tua, label tersebut dapat menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.

Namun, klaim pada kemasan tidak selalu cukup untuk memastikan sebuah produk benar-benar aman bagi kulit bayi dan anak.

Kulit bayi dan anak memiliki karakteristik yang berbeda dari kulit orang dewasa sehingga pemilihan produk perawatan membutuhkan perhatian lebih. Bahan yang dianggap aman bagi orang dewasa belum tentu memberikan respons yang sama ketika digunakan pada kulit anak.

Di sisi lain, konsumen juga menghadapi fenomena greenwashing. Istilah ini merujuk pada praktik pemasaran yang membangun kesan bahwa suatu produk lebih alami, aman, atau ramah lingkungan, tanpa dukungan informasi yang memadai untuk membuktikan klaim tersebut.

Sebuah studi pada 2024 terhadap sejumlah merek kosmetik dengan klaim ramah lingkungan untuk bayi menemukan persoalan pada transparansi informasi kemasan. Studi tersebut mencatat 39 persen merek yang diteliti memanipulasi atau menyembunyikan informasi tertentu, sedangkan hanya 18,4 persen yang memiliki sertifikasi organik resmi dari pihak ketiga.

Karena itu, orang tua perlu melihat lebih jauh dari sekadar tulisan pada bagian depan kemasan. Berikut lima hal yang dapat diperiksa sebelum memilih skincare untuk bayi dan anak.

1. Cek logo kelinci, jangan hanya percaya simbol

Logo kelinci sering digunakan untuk menunjukkan klaim cruelty-free. Namun, keberadaan simbol tersebut pada kemasan tidak otomatis menjadi bukti bahwa seluruh proses produksi terbebas dari pengujian terhadap hewan.

Pengujian dapat terjadi pada rantai pasok, termasuk melalui pemasok bahan baku. Karena itu, konsumen perlu memeriksa status sertifikasi sebuah merek melalui lembaga independen.

Salah satu rujukan yang dapat diperiksa adalah Leaping Bunny. Konsumen dapat memastikan apakah merek yang mengklaim cruelty-free benar-benar tercatat dalam basis data program tersebut.

Prinsipnya, jangan menjadikan gambar kelinci sebagai satu-satunya bukti.

2. Klaim “organik” perlu diverifikasi

Kata “organik” pada kemasan juga tidak otomatis berarti seluruh produk dibuat dari bahan organik. Klaim tersebut perlu dilihat bersama standar dan sertifikasi yang digunakan.

Sertifikasi pihak ketiga seperti COSMOS Organic dapat menjadi salah satu indikator yang diperiksa konsumen. Standar tersebut menetapkan persyaratan tertentu terkait bahan organik, proses produksi dan aspek lingkungan.

Namun, logo sertifikasi juga perlu diverifikasi. Konsumen sebaiknya memastikan produk atau merek memang tercatat dalam basis data resmi lembaga sertifikasi dan tidak menggunakan nama atau logo secara ilegal.

Dengan demikian, sertifikasi bukan hanya soal ada atau tidaknya logo, tetapi juga validitasnya.

3. “Dermatologically tested” bukan jaminan tanpa batas

Tulisan dermatologically tested sering dipersepsikan sebagai tanda bahwa sebuah produk telah melalui pengujian keamanan yang ketat.

Padahal, label tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan metode pengujian, jumlah subjek, lama pengujian, maupun karakteristik orang yang menjadi peserta uji.

Hal ini penting karena pengujian pada orang dewasa tidak otomatis menggambarkan respons kulit bayi dan anak.

Orang tua sebaiknya mencari informasi lebih spesifik mengenai pengujian yang dilakukan. Informasi mengenai metode, kelompok usia, pengawasan tenaga medis dan hasil pengujian dapat menjadi pertimbangan sebelum menggunakan produk.

Jika informasi tersebut tidak tersedia, konsumen dapat menghubungi layanan konsumen produsen untuk meminta penjelasan.

4. Jangan menyamakan “alami” dengan aman

Label “natural”, “clean formula”, atau “100 persen alami” bukan jaminan bahwa produk pasti cocok untuk kulit bayi.

Bahan alami tetap dapat menimbulkan iritasi atau reaksi alergi. Minyak atsiri atau essential oils, misalnya, memiliki senyawa aktif yang pada sebagian orang dapat memicu reaksi kulit.

Karena itu, daftar komposisi seharusnya menjadi perhatian utama.

Orang tua juga perlu memahami perbedaan fragrance-free dan unscented. Produk unscented tidak selalu berarti bebas dari seluruh bahan yang berkaitan dengan pewangi.

Untuk kulit bayi yang sensitif, konsumen dapat mempertimbangkan produk yang secara jelas mencantumkan fragrance-free dan tetap memeriksa daftar bahan sebelum digunakan.

5. Klaim “aman untuk bayi” juga perlu bukti

Tulisan “aman untuk bayi” atau “aman untuk anak” pada kemasan sebaiknya tidak diterima begitu saja.

Konsumen perlu melihat apakah terdapat informasi mengenai pengujian keamanan, termasuk pengujian tempel secara klinis atau clinically patch-tested.

Meski demikian, hasil pengujian tidak berarti semua bayi akan memberikan respons yang sama. Setiap anak dapat memiliki tingkat sensitivitas kulit yang berbeda.

Untuk penggunaan pertama, orang tua dapat mencoba produk pada area kulit yang kecil dan mengamati reaksinya. Jika muncul kemerahan, gatal, bengkak atau tanda iritasi lainnya, penggunaan sebaiknya dihentikan.

Jika reaksi tidak membaik atau semakin berat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Baca Klaim, Periksa Buktinya

Memilih skincare untuk bayi dan anak bukan sekadar mencari produk dengan label yang paling meyakinkan. Klaim “alami”, “organik”, “cruelty-free”, “clean”, maupun “dermatologically tested” perlu dilihat berdasarkan bukti dan standar yang digunakan.

Orang tua perlu membiasakan diri membaca daftar bahan, memeriksa sertifikasi, menelusuri lembaga penerbit sertifikasi, serta mencari informasi mengenai pengujian produk.

Di tengah semakin banyaknya klaim keamanan pada produk perawatan anak, konsumen perlu membedakan antara pesan pemasaran dan bukti yang dapat diverifikasi.

Sebab, untuk produk yang digunakan pada bayi dan anak, kemasan yang menarik dan klaim yang terdengar aman tidak cukup. Yang lebih penting adalah apa yang terkandung di dalam produk dan seberapa kuat bukti yang mendukung klaim tersebut.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini