Ilustrasi Waspadai Ruang Digital. Ilustrator Viralterkini Viralterkini.id, Jakarta – Polri mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital. Masyarakat diminta melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun membagikan sebuah konten melalui media sosial.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, masyarakat perlu memastikan sumber, waktu, lokasi, dan konteks dari setiap informasi yang diterima.
“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” kata Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, salah satu pola penyebaran informasi yang perlu diwaspadai adalah kemunculan kembali konten atau video lama dengan narasi baru. Berdasarkan sejumlah penelusuran, terdapat video yang telah beredar pada 2025, tetapi kembali diunggah pada 2026 dengan konteks berbeda.

Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya memastikan keaslian sebuah video. Kesesuaian waktu, lokasi, dan narasi yang menyertai konten tersebut juga harus diperiksa.
“Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Isir menegaskan, banyaknya akun yang mengunggah atau membagikan informasi serupa bukan jaminan bahwa konten tersebut benar.
“Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” ucapnya.
Polri mengajak masyarakat berperan menjaga ruang digital agar tetap sehat dan bertanggung jawab dengan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi.
“Ruang digital adalah ruang kita bersama. Mari kita jaga dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing karena satu informasi yang kita bagikan dapat diteruskan kepada banyak orang,” katanya. (ma)
Lima Poin Penting
- Masyarakat diminta memeriksa sumber, waktu, lokasi, dan konteks informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
- Video atau konten lama dapat kembali beredar dengan narasi baru yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
- Keaslian video saja tidak cukup karena konteks dan keterangan yang menyertainya juga harus diverifikasi.
- Banyaknya unggahan atau repost tidak dapat dijadikan ukuran kebenaran sebuah informasi.
- Masyarakat perlu menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan bertanggung jawab.