Film Habib Jafar ini mengangkat cinta beda agama, pencarian Tuhan, hingga makna toleransi
Viralterkini.id, JAKARTA – Apa yang terjadi ketika cinta, keyakinan, dan pencarian Tuhan bertemu dalam satu cerita? Pertanyaan itulah yang coba dijawab film Seni Merayu Tuhan.
Menariknya, film yang diadaptasi dari buku terlaris karya Habib Jafar ini justru mendapat dukungan dari tokoh lintas agama. Mereka hadir dalam pemutaran bersama di XXI Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026), menjelang film tersebut tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026.
Tokoh agama dari Islam, Katolik, Buddha hingga Konghucu hadir dalam acara tersebut. Mereka tidak hanya menyaksikan perjalanan karakter dalam film, tetapi juga melihat bagaimana persoalan toleransi dan pencarian spiritual dikemas melalui cerita yang dekat dengan kehidupan manusia.

Seni Merayu Tuhan berkisah tentang seorang pemuda yang berada dalam fase pencarian makna hidup. Ia mencoba memahami kembali keyakinan, kehidupan, dan hubungannya dengan Tuhan.
Namun, film ini tidak menawarkan pencarian spiritual sebagai sesuatu yang sederhana. Justru, sejumlah pertanyaan sengaja dibiarkan terbuka agar penonton memiliki ruang untuk menemukan jawabannya sendiri.
Salah satu konflik yang paling dekat dengan realitas masyarakat muncul melalui hubungan Hikmah dan Sophia, diperankan Ari Irham dan Lutesha.
Keduanya merupakan pasangan berbeda agama. Perbedaan keyakinan menjadi bagian dari perjalanan hubungan mereka, termasuk bagaimana masing-masing belajar memahami pilihan, prinsip, dan proses pendewasaan satu sama lain.
Di titik inilah Seni Merayu Tuhan mencoba menyampaikan pesan bahwa perbedaan tidak selalu harus berakhir menjadi pertentangan.
Habib Jafar mengungkapkan, semangat keberagaman bahkan sudah terlihat sejak proses produksi film. Ia menyebut sekitar 90 persen jajaran produser eksekutif film berasal dari kalangan nonmuslim.
“Film ini dibuat dan didukung penuh oleh orang-orang yang memang toleran. Kebetulan dari jajaran produser eksekutif kami, 90 persen nonmuslim,” ujar Habib Jafar.
Menurutnya, keberagaman tersebut bukan sekadar bagian dari konsep film. Cerita Seni Merayu Tuhan juga terinspirasi dari persahabatan dan interaksinya dengan orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda.
“Ini adalah kerja bersama, film yang juga secara latar belakangnya terinspirasi dari kawan-kawan saya yang berbeda agama,” katanya.
Pendeta Tommy Simanjuntak menilai film ini berani mengangkat pertanyaan yang selama ini sering berada di ruang percakapan yang sulit disentuh.
Menurut dia, pencarian manusia terhadap Tuhan tidak bisa selalu diukur dengan rumus yang pasti.
“Bahwa mengejar Tuhan itu bukan ilmu pasti, tapi ilmu seni,” ujar Tommy.
Sementara itu, Bhante Dira melihat film sebagai medium yang dapat membuka banyak perspektif. Menurut dia, sebuah persoalan tidak selalu harus memiliki satu jawaban.
“Dalam film Seni Merayu Tuhan, menjawab banyak pertanyaan. Mungkin orang mempunyai satu jawaban, tapi oleh film ini disiapkan 10 jawaban,” kata Bhante Dira.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam pemutaran film tersebut pun menjadi sorotan tersendiri. Bagi Habib Jafar, mereka bukan sekadar tamu, melainkan orang-orang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan merawat toleransi di Indonesia.
“Mereka adalah inspirasi saya. Kawan-kawan yang merawat toleransi beragama di Indonesia selama beberapa tahun ke belakang,” ujarnya.
Acara nonton bersama tersebut turut dihadiri jajaran produser dan produser eksekutif, yakni Sigit Pratama, Gina S. Noer, Salman Aristo, dan Orchida Ramadhania. Pemeran Rieke Diah Pitaloka juga hadir bersama sejumlah tokoh lintas agama, di antaranya Kris Tan, Bhante Dhira, Pdt. Tommy Simanjuntak, Romo Aan, dan Bli Mitha.
Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.
Film ini diproduseri Salman Aristo dan Sigit Pratama, dengan Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania sebagai produser eksekutif.
Seni Merayu Tuhan diproduksi Wahana Kreator bersama PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.(DP)