x Viralterkini

Sudah Saatnya Presiden FIFA Berasal dari Asia

waktu baca 5 menit
Senin, 10 Agu 2026 18:18 24 M Ary K

Oleh: Djohar Arifin Husin

Djohar Arifin Husin. Foto : ist

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan menghadapi agenda penting pada 2027, yakni pemilihan presiden untuk periode kepemimpinan empat tahun berikutnya. Meski masih berjarak sekitar satu tahun, persiapan untuk menghadirkan calon pemimpin baru sudah sepatutnya dilakukan sejak sekarang.

Pemilihan tersebut menjadi momentum penting bagi Asia untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan sepak bola dunia. Setelah lebih dari satu abad FIFA berdiri, sudah saatnya kursi Presiden FIFA dipercayakan kepada tokoh asal Asia.

Gianni Infantino telah memimpin FIFA sejak terpilih pada 2016 dan kembali memperoleh mandat untuk masa jabatan berikutnya. Pertanyaannya, siapakah yang kelak memimpin FIFA pada periode 2027–2031?

Mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, menilai jawabannya seharusnya datang dari Asia.

“Sudah saatnya Presiden FIFA dijabat oleh orang Asia,” kata Djohar.

Menurut profesor bidang perencanaan pembangunan lulusan Universiti Malaya, Malaysia, tersebut, sejak didirikan di Paris, Prancis, pada 21 Mei 1904, FIFA belum pernah dipimpin oleh figur asal Asia.

FIFA didirikan oleh tujuh asosiasi sepak bola Eropa, yaitu Prancis, Belgia, Belanda, Denmark, Spanyol, Swedia, dan Swiss. Presiden pertamanya adalah Robert Guérin, seorang jurnalis asal Prancis.

Dalam perjalanan sejarahnya, kepemimpinan FIFA didominasi oleh tokoh-tokoh Eropa. Amerika Selatan pernah menempatkan João Havelange dari Brasil sebagai Presiden FIFA. Havelange bahkan tercatat sebagai salah satu pemimpin terlama dalam sejarah organisasi tersebut setelah menjabat selama 24 tahun.

Afrika juga pernah berada di pucuk pimpinan FIFA melalui Issa Hayatou dari Kamerun, meskipun hanya berstatus sebagai pelaksana tugas dalam waktu yang relatif singkat.

“FIFA telah berdiri selama lebih dari 120 tahun, tetapi dalam rentang waktu yang sangat panjang itu belum satu pun presidennya berasal dari Asia. Ini terasa tidak adil bagi organisasi olahraga terpopuler di dunia yang selalu mengedepankan prinsip fair play,” tegas Djohar.

Djohar Arifin Husin. Foto : PSSI

Asia Memiliki Kekuatan Besar

Djohar menilai Asia memiliki landasan kuat untuk mengajukan calon Presiden FIFA. Benua ini mempunyai jumlah negara anggota, klub, pemain, penonton, pemirsa siaran sepak bola, serta generasi muda pencinta sepak bola yang sangat besar.

Asia juga telah membuktikan kemampuannya menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola dunia. Penyelenggaraan Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang serta Piala Dunia 2022 di Qatar menunjukkan bahwa Asia mampu menggelar turnamen internasional dengan standar tinggi.

Besarnya potensi tersebut semestinya diikuti oleh kesempatan yang setara dalam kepemimpinan FIFA. Asia tidak cukup hanya menjadi pasar, basis pendukung, dan tuan rumah kompetisi. Asia juga harus berani mengambil posisi sebagai penentu arah kebijakan sepak bola dunia.

“Jika FIFA dipimpin oleh orang Asia, perhatian terhadap pembangunan sepak bola di kawasan ini tentu diharapkan semakin besar. Diskriminasi tidak boleh mendapat tempat dalam sepak bola. Sudah saatnya Asia memimpin FIFA,” ujar Djohar.

Namun, gagasan tersebut tidak berarti Presiden FIFA asal Asia hanya bertugas memperjuangkan kepentingan satu kawasan. Siapa pun yang terpilih tetap harus menjadi pemimpin bagi seluruh anggota FIFA dan menjaga keseimbangan pembangunan sepak bola di setiap konfederasi.

Dua Tokoh Potensial dari Asia

Asia sebenarnya memiliki sejumlah tokoh sepak bola berkelas dunia yang dinilai layak memimpin FIFA. Mereka mempunyai pengalaman panjang, jaringan internasional, dan rekam jejak dalam pengelolaan organisasi sepak bola.

Salah satu nama yang dinilai potensial adalah Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah dari Malaysia. Mantan Yang di-Pertuan Agong Malaysia dan Sultan Pahang tersebut memiliki pengalaman dalam kepengurusan sepak bola nasional, regional, Asia, hingga FIFA.

Pengalamannya pernah memimpin Federasi Sepak Bola Malaysia serta terlibat dalam organisasi sepak bola ASEAN, AFC, dan FIFA menjadi modal penting untuk membangun dukungan internasional. Sultan Abdullah juga berpotensi memperoleh dukungan dari negara-negara ASEAN, Asia, Persemakmuran, serta anggota Organisasi Kerja Sama Islam.

Nama lain yang juga dinilai layak adalah Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa. Tokoh asal Bahrain tersebut memiliki pengalaman panjang sebagai Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan pernah menduduki posisi penting dalam struktur FIFA.

Peluang Sheikh Salman juga dinilai besar karena memiliki jaringan dan hubungan baik dengan negara-negara Arab, anggota Organisasi Kerja Sama Islam, serta berbagai negara di Eropa, Afrika, dan Amerika.

Kedua tokoh tersebut mempunyai pengalaman, kapasitas, dan jaringan yang dapat menjadi modal untuk bersaing dalam pemilihan Presiden FIFA. Meski demikian, dukungan dari Asia akan lebih kuat apabila hanya diarahkan kepada satu calon.

Asia Harus Bersatu

Kunci utama untuk mewujudkan Presiden FIFA asal Asia adalah persatuan. Negara-negara Asia tidak boleh terpecah dengan mengusung terlalu banyak kandidat karena kondisi tersebut justru dapat membagi suara.

AFC dan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) diharapkan berperan aktif membangun komunikasi dan konsolidasi sejak dini. Kedua organisasi tersebut perlu mengidentifikasi tokoh terbaik, menyusun strategi, serta menjalin dialog dengan konfederasi dan negara anggota FIFA lainnya.

Asia harus menghadirkan calon yang tidak hanya populer di kawasannya sendiri, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan diplomasi, pengalaman organisasi, serta visi global. Calon tersebut harus mampu menjawab berbagai tantangan sepak bola dunia, mulai dari tata kelola, transparansi, pengembangan sepak bola usia muda, kesenjangan antarnegara, hingga perlindungan terhadap pemain dan suporter.

Pemilihan Presiden FIFA bukan sekadar persoalan dari benua mana seorang calon berasal. Namun, setelah lebih dari satu abad tanpa representasi Asia di posisi tertinggi, sudah sewajarnya dunia memberikan kesempatan yang setara kepada tokoh dari kawasan ini.

Apabila negara-negara Asia mampu bersatu dan mengusung satu figur terbaik, peluang untuk memenangkan pemilihan Presiden FIFA 2027 akan semakin terbuka.

“Saya yakin calon Presiden FIFA dari Asia akan memperoleh dukungan mayoritas anggota FIFA apabila dipersiapkan secara matang dan didukung bersama. Saatnya Asia tidak hanya menjadi kekuatan besar di lapangan dan pasar sepak bola, tetapi juga ikut memimpin arah sepak bola dunia,” pungkas Djohar.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini