x Pulau Seribu Asri

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN

waktu baca 6 menit
Rabu, 22 Jul 2026 08:24 29 M Ary K

Nanik mengaku pengunduran dirinya telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Meski tidak lagi memimpin BGN, ia disebut akan tetap dilibatkan dalam pengawasan lembaga tersebut.

Viralterkini.id, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan yang baru diembannya selama sekitar enam pekan. Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan yang membuatnya harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan jantung di luar negeri.

Pengunduran diri itu disampaikan Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, Nanik mengatakan dirinya dijadwalkan berangkat ke luar negeri pada hari yang sama untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus pendapat kedua mengenai kondisi jantungnya.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu, 22 Juli, saya berangkat,” tulis Nanik.

Nanik menegaskan keputusan berobat ke luar negeri bukan disebabkan ketidakpercayaannya terhadap kemampuan dokter di Indonesia. Ia memilih mencari pendapat kedua setelah mendapat rekomendasi dari seorang rekannya mengenai fasilitas kesehatan yang akan dituju.

Pengunduran diri disetujui Prabowo

Sebelum mengumumkan keputusannya kepada publik, Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan pengunduran diri secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Nanik, Presiden menyetujui permohonan tersebut setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Namun, Prabowo disebut tetap meminta Nanik terlibat dalam pengawasan terhadap tata kelola dan pelaksanaan program-program BGN.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui,” tulisnya.

Nanik juga mengungkapkan adanya kemungkinan pembentukan dewan pengawas BGN. Dalam rencana tersebut, ia disebut diminta menjadi ketua dewan pengawas agar tetap dapat memberikan masukan serta mengawasi jalannya lembaga.

“Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” kata Nanik.

Dengan gaya bercanda, Nanik menyatakan dirinya masih sanggup memberikan kritik dan teguran selama tidak lagi terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan. Ia menyebut pengalaman selama berada di BGN membuatnya mengalami “trauma akut” terkait urusan tersebut.

Tegaskan tetap mendukung Prabowo dan Program MBG

Meskipun mundur dari jabatan Kepala BGN, Nanik memastikan dirinya tetap mendukung Presiden Prabowo dan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Nanik mengatakan dirinya telah mendampingi Prabowo selama kurang lebih 14 tahun. Berdasarkan pengalamannya tersebut, ia meyakini MBG dirancang bukan untuk kepentingan politik, melainkan sebagai intervensi pemerintah untuk memperbaiki gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia.

Menurut Nanik, mayoritas penerima manfaat MBG saat ini berasal dari kelompok balita dan anak sekolah dasar. Kelompok tersebut dinilainya belum memiliki hak pilih pada Pemilu 2029 sehingga tudingan bahwa MBG dibuat untuk mendapatkan dukungan politik perlu diluruskan.

“Program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tetapi sebagai program untuk benar-benar mengintervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” tulisnya.

Nanik juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan MBG. Ia mencontohkan keluhan sejumlah petani, peternak, dan pedagang pasar ketika program tersebut dihentikan sementara selama masa libur sekolah.

Menurut dia, berkurangnya penyerapan bahan pangan selama libur sekolah membuat sebagian hasil pertanian dan peternakan tidak terserap, harga komoditas turun, serta sejumlah pedagang harus membuang sayur dan buah yang tidak terjual.

Karena itu, Nanik menilai MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mempunyai efek berganda terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha dan produsen pangan di daerah.

Klaim telah menyiapkan reformasi BGN

Dalam unggahannya, Nanik juga menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan selama menjabat sebagai Kepala BGN.

Ia mengaku telah mengganti lima pejabat eselon I dengan sumber daya manusia yang berasal dari lima kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Kejaksaan.

Menurut Nanik, pengisian jabatan dari berbagai kementerian dan lembaga tersebut dilakukan agar BGN ke depan diisi oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan profesional sesuai bidang masing-masing.

Nanik juga menyebut telah membentuk 11 tim untuk melakukan reformasi menyeluruh di lingkungan BGN. Salah satunya adalah tim refocusing yang bertugas memastikan lebih dari 62 juta penerima manfaat MBG telah terdata dan menerima program secara tepat sasaran.

Presiden Prabowo, menurut Nanik, juga telah menyetujui agar pelaksanaan MBG lebih difokuskan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Program juga diprioritaskan untuk siswa SD hingga SMP serta pelajar dari seluruh jenjang pendidikan yang berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Selain tim refocusing, Nanik menyebut adanya tim yang bertugas mengevaluasi 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang telah beroperasi. Evaluasi diperlukan karena, berdasarkan keterangannya, belum seluruh SPPG memenuhi persyaratan sesuai petunjuk teknis.

Tim lainnya akan menangani pelaksanaan MBG di wilayah 3T yang masih sulit dijangkau transportasi umum, serta melakukan efisiensi dan pembenahan tata kelola lembaga.

Beri isyarat mengenai calon pengganti

Nanik belum mengungkapkan secara terbuka siapa yang akan menggantikannya sebagai Kepala BGN. Namun, ia memberikan isyarat bahwa calon penggantinya merupakan seseorang yang mempunyai hubungan dekat dengannya.

“Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik saya’, di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang,” tulis Nanik.

Ia tidak menjelaskan apakah istilah “adik” tersebut merujuk pada hubungan keluarga atau hanya panggilan kepada sosok yang lebih muda dan dekat dengannya.

Nanik kemudian menutup keterangannya dengan mengatakan akan memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatan, memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, dan mengurangi stres. Ia juga mengajak masyarakat tetap mendukung Program MBG karena diyakini dapat membawa manfaat bagi anak-anak Indonesia dan perekonomian daerah.

Menjabat sekitar enam pekan

Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada 8 Juni 2026. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan kepala dan wakil kepala BGN serta pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Nanik dilantik bersama Agustina Arumsari dan Trenggono yang dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya diberhentikan dari jabatan Kepala BGN.

Setelah pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola dan pengadaan barang serta jasa di lingkungan BGN. Penetapan tersangka itu berkaitan dengan penyidikan terhadap pelaksanaan Program MBG periode 2025–2026.

Dengan pengumuman pengunduran diri pada 22 Juli 2026, Nanik memimpin BGN selama sekitar satu setengah bulan. Hingga berita ini disusun, pemerintah belum mengumumkan secara resmi nama penggantinya maupun pembentukan dewan pengawas BGN. Laman resmi BGN juga masih mencantumkan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. (ma)

Sumber : https://www.facebook.com/share/p/1AskSBXNwD/?mibextid=wwXIfr

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri