x Pulau Seribu Asri

PFI Tangerang Bekali Mahasiswa dengan Fotografi Jurnalistik dan Teknologi Kamera Digital

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Jul 2026 07:02 12 Denny Pohan

Viralterkini.id, Kota Tangerang – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Tangerang menggelar kegiatan Hunting Bareng & Sharing Session yang diikuti puluhan mahasiswa serta komunitas fotografi dari Jakarta dan Banten sebagai upaya meningkatkan literasi fotografi jurnalistik di kalangan generasi muda. Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Kedai Vroom Tampang, Kota Tangerang, tersebut memadukan pembelajaran teknologi kamera digital dengan penguatan etika dan praktik jurnalistik.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai perkembangan teknologi kamera mirrorless Canon EOS R yang disampaikan oleh PT Datascrip sebagai distributor resmi Canon di Indonesia. Selain itu, peserta juga mengikuti kelas fotografi jurnalistik yang dibawakan Chief European Pressphoto Agency (EPA) untuk wilayah Indonesia, Irham.

Ketua PFI Tangerang, Dery Ridwansah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya menguasai teknik fotografi, tetapi juga memahami nilai, etika, dan tanggung jawab profesi pewarta foto.

Menurut Dery, fotografi jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik sehingga dibutuhkan ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dan komunitas fotografi dengan para praktisi yang berpengalaman.

“Kami berusaha memberikan edukasi terkait foto jurnalistik dengan menghadirkan para profesional di bidangnya. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran sekaligus kapasitas mahasiswa dalam memahami dan menghasilkan karya foto jurnalistik yang berkualitas,” ujar Dery.

Ia menambahkan, PFI Tangerang secara konsisten menyelenggarakan berbagai program edukasi, mulai dari PFI Goes to Campus, pelatihan fotografi, hingga pameran foto yang bertujuan memperluas wawasan sekaligus memperkuat jejaring bagi fotografer muda.

Dalam sesi teknologi kamera, perwakilan PT Datascrip, Adam, menjelaskan perkembangan sistem kamera mirrorless Canon EOS R beserta pentingnya memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan pemotretan.

“Teknologi kamera saat ini berkembang sangat cepat. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan pemotretan sehingga dapat memilih kamera dan lensa yang tepat, baik untuk foto jurnalistik maupun kebutuhan fotografi lainnya,” katanya.

Sementara itu, Irham menekankan bahwa fotografi jurnalistik tidak hanya berorientasi pada kualitas visual, tetapi juga memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang akurat, jujur, dan bernilai berita.

“Fotografi bukan sekadar menghasilkan gambar yang menarik, melainkan menjadi media yang menyampaikan informasi secara akurat, jujur, dan memiliki nilai berita,” ujarnya.

Menurut Irham, di tengah perkembangan teknologi digital yang memungkinkan hampir setiap orang menghasilkan foto berkualitas secara teknis, keunggulan seorang pewarta foto justru terletak pada kemampuan membaca peristiwa, melakukan riset, memahami konteks, serta membangun narasi visual yang kuat melalui foto tunggal maupun photo story.

Ia juga mengingatkan pentingnya riset sebelum melakukan peliputan agar fotografer memahami isu, lokasi, dan karakter objek yang akan didokumentasikan.

“Sebelum melakukan hunting foto, seorang fotografer harus melakukan riset terlebih dahulu. Dengan memahami isu, lokasi, hingga karakter objek yang akan dipotret, fotografer akan lebih siap menghasilkan foto yang kuat secara visual maupun nilai jurnalistik,” kata Irham.

Dalam sesi tersebut, peserta turut diajak mempelajari proses kerja seorang pewarta foto melalui sejumlah karya jurnalistik yang pernah dihasilkan Irham, mulai dari liputan berbagai peristiwa di Indonesia hingga penugasan internasional. Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses menemukan momen, menyusun narasi visual, serta menjaga etika dalam praktik jurnalistik.

Memasuki hari kedua, seluruh peserta mengikuti praktik lapangan melalui sesi hunting foto di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang. Dengan pendampingan langsung para pewarta foto profesional, peserta mengaplikasikan materi yang telah diperoleh di kelas, mulai dari observasi lapangan, pemilihan sudut pandang, hingga penyusunan cerita visual.

PFI Tangerang berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang belajar yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, komunitas fotografi, dan praktisi media. Melalui pendekatan tersebut diharapkan lahir fotografer-fotografer muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika, akurasi, dan tanggung jawab jurnalistik dalam setiap karya yang dihasilkan.(DP)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri