x Pulau Seribu Asri

Film Foufo Pulang Kampung, Bayu Skak Gelar Roadshow Perdana di Madura

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 06:16 29 Denny Pohan

Viralterkini.id, Madura — Menjelang penayangan serentak pada 9 Juli 2026, film Foufo menggelar roadshow perdana di Pulau Madura. Kegiatan yang berlangsung di KCM Pamekasan itu menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya sutradara sekaligus produser Bayu Skak membawa filmnya bertemu langsung dengan masyarakat Madura, yang menjadi latar budaya utama dalam film tersebut.

Roadshow diawali dengan pemutaran film bersama penonton di bioskop, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan bertajuk Madura Fest yang menghadirkan interaksi antara para pemain, kru, dan masyarakat setempat.

Sebelum menyambangi Madura, Foufo telah melakukan rangkaian promosi di sejumlah kota di Jawa Timur dengan respons positif dari penonton. Seluruh tiket roadshow di wilayah tersebut dilaporkan terjual habis. Sementara saat gala premiere di Jakarta, film ini menarik perhatian melalui konsep karpet merah yang mengangkat nuansa pedesaan dengan menghadirkan peternakan bebek serta iring-iringan sapi dan kambing.

Bagi Bayu Skak, kunjungan ke Madura memiliki makna khusus. Selain menjadi bagian dari promosi film, roadshow ini juga menjadi ajang mempertemukan karya tersebut dengan masyarakat yang budaya dan identitasnya diangkat dalam cerita.

Salah satu yang membuat saya takjub saat bertemu dan melihat orang Madura adalah keberanian mereka dan rasa cinta kasih mereka kalau sudah punya keinginan. Di mana nomor satu adalah orang tua, bapak dan ibu. Di film ini, seorang anak dari keluarga Madura sangat mengutamakan dan memegang janjinya untuk ibunya,” ujar Bayu Skak.

Foufo disebut sebagai film layar lebar Indonesia yang secara dominan mengangkat budaya dan menggunakan bahasa Madura. Film ini disutradarai Bayu Skak, diproduseri Bayu Skak bersama Ricky R. Setiawan, serta diproduseri eksekutif oleh David Suwarto.

Deretan pemain yang terlibat antara lain Tretan Muslim, Habib Ja’far, Ade “Bibier” Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

Tretan Muslim menilai film tersebut bukan hanya menjadi ruang bagi talenta-talenta asal Madura, tetapi juga menjadi medium untuk memperlihatkan nilai kekeluargaan yang kuat dalam budaya masyarakat Madura.

Film ini membuktikan bahwa talenta-talenta asli Madura luar biasa. Kami juga ingin menunjukkan bahwa orang Madura memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat, terutama kepada ibu. Nilai itu yang ingin kami hadirkan dalam film ini,” kata Tretan Muslim.

Respons positif juga datang dari penonton yang menghadiri pemutaran di Pamekasan. Sejumlah warga mengaku bangga karena untuk pertama kalinya dapat menyaksikan film nasional yang menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama.

Menurut salah seorang penonton, Foufo menjadi representasi budaya Madura yang mampu memperkenalkan bahasa dan tradisi daerah kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Penonton lainnya juga mengapresiasi dominasi pemain asli Madura dalam film tersebut, sementara sebagian lainnya menilai karakter Ibu Saiqona menjadi salah satu tokoh yang paling membekas karena menggambarkan sosok ibu yang penyabar dan penuh kasih sayang.

Film Foufo dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Juli 2026. Kehadirannya menambah daftar film nasional yang mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari narasi perfilman Indonesia.(DP)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri