x Pulau Seribu Asri

Pemerintah Tutup 750 BUMN Merugi, Prabowo Targetkan Hemat Keuangan Negara hingga Rp50 Triliun

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 11:20 6 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Pemerintah melalui Danantara Indonesia akan menutup sebanyak 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak memberikan keuntungan dan justru membebani keuangan negara. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari program restrukturisasi besar-besaran BUMN yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto selesai pada 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan penutupan ratusan perusahaan pelat merah tersebut bertujuan menghilangkan pemborosan anggaran sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara.

Menurut Dony, langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat keuangan negara hingga sekitar Rp50 triliun.

“Itu kan Rp20 triliun ditambah dengan transaksi layering inter-company transaction inefisiensi itu Rp30 triliun. Jadi, kurang lebih Rp50 triliun yang akan kita lakukan,” ujar Dony usai audiensi bersama KPK di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Saat ini pemerintah memiliki sekitar 1.000 perusahaan BUMN yang bergerak di berbagai sektor. Sebanyak 200 perusahaan telah lebih dahulu ditutup, sementara 750 lainnya akan direstrukturisasi melalui proses penutupan karena dinilai tidak produktif.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menilai jumlah BUMN yang terlalu banyak justru menciptakan beban birokrasi dan biaya operasional yang sangat besar.

“750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” kata Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Pemerintah menilai restrukturisasi tersebut menjadi langkah strategis agar BUMN yang tersisa dapat beroperasi lebih efisien, sehat secara finansial, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara.

Dengan pengurangan jumlah perusahaan pelat merah, pemerintah berharap anggaran negara tidak lagi terserap untuk membiayai perusahaan yang terus mengalami kerugian tanpa prospek perbaikan. (ma)


LAINNYA
x Pulau Seribu Asri