x Pulau Seribu Asri

Lewat Voting Terbuka, Saleh Muhammad Resmi Pimpin Makayoa Jabodetabek

waktu baca 3 menit
Minggu, 24 Mei 2026 18:16 39 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Musyawarah dan konsolidasi masyarakat Suku Makayoa (Makeang–Kayoa) Maluku Utara di wilayah Jabodetabek yang digelar di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (24/5/2026), berlangsung dinamis namun tetap hangat dalam suasana kekeluargaan.

Forum yang dihadiri tokoh masyarakat, sesepuh, pemuda, mahasiswa, hingga keluarga besar Makayoa dari berbagai wilayah Jabodetabek itu akhirnya menetapkan Saleh Muhammad, S.H., M.H. sebagai Ketua Umum Makayoa Jabodetabek terpilih melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara terbuka.

Jalannya forum dipimpin oleh Iradat Ismail, S.H. bersama Abdu RH Muhammad. Sejak awal pertemuan, diskusi berlangsung hidup dengan berbagai pandangan mengenai arah organisasi dan masa depan Makayoa di tanah rantau.

Dalam forum tersebut, para peserta menekankan pentingnya membangun “rumah besar” Makayoa sebagai wadah pemersatu masyarakat Makeang–Kayoa di Jabodetabek.

“Kita berkumpul untuk membicarakan bagaimana mengurus rumah besar ini supaya semua yang ada di dalamnya bisa hidup bersama dan bahagia bersama,” ujar Iradat.

Pembahasan kemudian berkembang pada penguatan struktur organisasi yang dinilai perlu memiliki legitimasi yang jelas dan mampu mengakomodasi seluruh elemen masyarakat Makayoa.

Sejumlah peserta sempat mengusulkan pembentukan presidium sebagai langkah awal sebelum musyawarah besar organisasi dilaksanakan. Namun sebagian lainnya menginginkan kepengurusan definitif segera dibentuk melalui kesepakatan forum.

Meski diwarnai perbedaan pandangan, seluruh peserta tetap mengedepankan semangat musyawarah dan nilai persaudaraan.

“Karena ini organisasi keluarga, semua persoalan harus diselesaikan secara baik dan arif. Jangan sampai perbedaan pendapat memecah persaudaraan,” ujar Muhamad, salah satu sesepuh Makayoa.

Forum juga menyoroti pentingnya menjaga etika komunikasi di tengah dinamika organisasi.

Para senior mengingatkan generasi muda agar tetap menjunjung adab dan menghormati sesepuh dalam setiap proses diskusi.

“Kalau ada perbedaan, jangan disikapi dengan emosi. Kita ini keluarga besar,” kata salah seorang peserta lainnya.

Tiga Kandidat Bertarung

Puncak musyawarah berlangsung saat forum memasuki agenda pemilihan Ketua Umum Makayoa Jabodetabek.

Proses pemilihan dipandu langsung oleh Abdu RH Muhammad hingga tahapan voting dan penghitungan suara dilakukan secara terbuka.

Tiga kandidat maju dalam pemilihan tersebut, yakni Saleh Muhammad, S.H., M.H., Sukedi, dan Mujiono.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Saleh Muhammad memperoleh dukungan terbanyak dengan 25 suara. Sementara Sukedi meraih 6 suara dan Mujiono memperoleh 7 suara.

Dengan hasil tersebut, forum secara resmi menetapkan Saleh Muhammad sebagai Ketua Umum Makayoa Jabodetabek periode mendatang.

Usai pemilihan, suasana forum tetap berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Dua kandidat lainnya menyatakan menerima hasil voting dan siap mendukung kepemimpinan ketua umum terpilih demi menjaga persatuan organisasi.

“Kami siap mendukung ketua umum terpilih dan bersama-sama membangun Makayoa ke depan,” ujar Mujiono usai pemilihan.

Hal senada juga disampaikan Sukedi yang menegaskan bahwa seluruh perbedaan pandangan dalam forum merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Pemilihan sudah selesai. Sekarang saatnya kita bersatu dan mendukung ketua umum terpilih demi kemajuan Makayoa Jabodetabek,” kata Sukedi.

Dalam sambutannya, Saleh Muhammad mengajak seluruh masyarakat Makayoa meninggalkan perbedaan dan kembali bersatu membangun organisasi sebagai rumah bersama masyarakat Makeang–Kayoa di Jabodetabek.

“Organisasi ini adalah rumah bersama. Karena itu mari kita saling merangkul, menjaga persaudaraan, dan membangun Makayoa menjadi lebih solid dan bermanfaat,” ujarnya.

Musyawarah kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Para peserta berharap kepengurusan baru Makayoa Jabodetabek mampu memperkuat solidaritas warga perantauan sekaligus menjaga nilai budaya dan persaudaraan masyarakat Makeang–Kayoa di tanah rantau. (bn)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri