Cabang olahraga arung jeram resmi dipertandingkan pada PON XXII NTT-NTB 2028 setelah diputuskan dalam Rakernas KONI Pusat 2026. PB FAJI menyebut keputusan ini berdampak positif bagi prestasi atlet dan sport tourism.( Foto : Istimewa ) Viralterkini.id, JAKARTA – Cabang olahraga arung jeram resmi masuk dalam daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB 2028. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat 2026 di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Rakernas KONI tahun ini mengusung tema “PON sebagai Program Strategis Nasional untuk Mewujudkan Sasaran Asta Cita di Bidang Olahraga”.
Cabang arung jeram nantinya akan dipertandingkan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penetapan itu dilakukan setelah tim visitasi KONI Pusat menyatakan venue yang tersedia dinilai layak dan siap digunakan tanpa memerlukan pembangunan tambahan.
Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Soedarmo, mengatakan keputusan tersebut diambil menjelang finalisasi cabang olahraga yang akan tampil pada PON XXII 2028.
Selain kesiapan venue, kehadiran arung jeram juga dinilai berpotensi mendukung pengembangan sport tourism dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan persiapan PON XXII NTT-NTB kini memasuki tahap lanjutan setelah penetapan cabang olahraga selesai dilakukan.
“Masalah PON NTT-NTB sudah final dan kini memasuki tahapan berikutnya untuk persiapan cabang olahraga,” ujar Marciano.
Dengan masuknya arung jeram, total cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON XXII 2028 menjadi 67 cabang olahraga.
Dalam Rakernas tersebut, KONI juga menyepakati penambahan agenda multievent nasional lainnya seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja.
Untuk tahun 2026, PON Bela Diri dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Selatan, sedangkan PON Pantai akan digelar di Jakarta. Sementara pada 2027 akan diselenggarakan PON Bela Diri dan PON Indoor.
KONI menegaskan cabang olahraga yang belum masuk dalam program utama PON empat tahunan tetap dapat dipertandingkan melalui ajang lain seperti PON Indoor maupun PON Bela Diri guna menjaga proses pembinaan atlet.
Selain membahas program multievent, Rakernas juga menyepakati sejumlah penyempurnaan AD/ART KONI, termasuk pembentukan bidang intelijen olahraga di KONI Pusat serta pengesahan ORADO sebagai anggota baru KONI.
Ketua Harian Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI), Amalia Yunita, menyebut keputusan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan arung jeram nasional.
Menurut Amalia, ini menjadi kali kedua arung jeram dipertandingkan di ajang PON dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet maupun pelatih Indonesia.
“Masuknya arung jeram ke PON otomatis membuat atlet dan pelatih semakin serius dan lebih giat berlatih, sekaligus belajar dari pengalaman PON sebelumnya. Ini menjadi hal positif bagi kami semua,” kata Amalia.
Ia menambahkan, keputusan tersebut juga membuka peluang bagi daerah dan atlet yang belum sempat berpartisipasi pada PON sebelumnya.
“FAJI Bali dan FAJI NTT yang baru terbentuk juga sangat antusias karena memiliki kesempatan tampil di pesta olahraga nasional terbesar. Mereka tentu akan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi PON 2028,” ujarnya.
Amalia menilai kehadiran arung jeram di PON selama ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan prestasi Indonesia di level internasional.
Selain itu, penyelenggaraan arung jeram di NTT dinilai dapat membuka potensi baru sektor wisata olahraga di daerah tersebut.
“Harapannya, penyelenggaraan arung jeram di PON 2028 bisa membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata di NTT,” pungkasnya.(***)