x Pulau Seribu Asri

HEBOH! Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Digerebek

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 23:12 17 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya membongkar markas judi online jaringan internasional yang beroperasi di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan besar-besaran tersebut, polisi menangkap 321 warga negara asing (WNA) dan menyita uang tunai miliaran rupiah hingga puluhan perangkat elektronik.

Operasi penggerebekan yang berlangsung Sabtu (9/5/2026) itu berlangsung dramatis. Personel Brimob bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengamankan area gedung perkantoran yang diduga menjadi pusat operasional sindikat judi online lintas negara tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra, mengatakan ratusan pelaku diamankan dalam kondisi tertangkap tangan saat menjalankan aktivitas perjudian online.

“Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online,” ujar Wira dalam konferensi pers di lokasi.

Dari total 321 WNA yang diamankan, polisi merinci terdapat 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, tiga warga Malaysia, dan tiga warga Kamboja.

Menurut polisi, jaringan tersebut menjalankan operasi secara terstruktur menggunakan sistem digital lintas negara yang terorganisir rapi. Dari hasil pemeriksaan sementara, sindikat ini diketahui mengendalikan sedikitnya 75 situs judi online aktif.

“Penyidik telah menemukan kurang lebih sebanyak 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online dengan kombinasi karakter tertentu untuk menghindari pemblokiran,” ungkap Wira.

Dalam penggerebekan itu, aparat menyita berbagai barang bukti mulai dari komputer, laptop, ponsel, paspor, hingga brankas berisi uang tunai berbagai mata uang asing.

“Uang rupiah diperkirakan sekitar Rp1,9 miliar. Selain itu ada uang Vietnam sebanyak 53.820.000 dan dolar Amerika sebesar 10.210,” jelas Wira.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Untung Widyatmoko, mengungkap para WNA tersebut masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata. Namun, setelah berada di Indonesia mereka justru menjalankan aktivitas ilegal sebagai operator judi online.

“Sebetulnya bukan akhirnya menjadi daerah tujuan, tetapi berdasarkan undangan dan ajakan. Ada fasilitas bebas visa kunjungan,” kata Untung.

Ia menyebut sebagian besar pelaku telah tinggal selama dua bulan sehingga diduga juga melanggar aturan keimigrasian karena overstay.

Polisi menduga sindikat tersebut memiliki keterkaitan dengan jaringan judi online yang sebelumnya beroperasi di Kamboja. Para operator disebut direkrut oleh “veteran” judi online lintas negara untuk menjalankan bisnis haram tersebut di Indonesia.

“Yang mengundang adalah teman-temannya, eks veteran-veteran dari Kamboja,” ujar Untung.

Bareskrim kini masih memburu sosok dalang utama di balik operasi judi online internasional tersebut. Polisi juga tengah menelusuri aliran dana, server, hingga IP address yang digunakan jaringan tersebut.

“Kami akan melakukan tracing terhadap aliran dana dan penelusuran terhadap server ataupun IP address daripada jaringan komunikasi,” kata Wira.

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka guna membongkar struktur organisasi sindikat dan mengungkap pihak-pihak yang mendatangkan ratusan WNA tersebut ke Indonesia.

Polisi menegaskan pengungkapan kasus ini menjadi langkah penting untuk mencegah Indonesia dijadikan “safe haven” bagi kejahatan siber dan perjudian lintas negara. (ma)

WhatsApp Image 2026-05-03 at 1.46.56 PM

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

25 minutes ago
23 hours ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri