Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini,id, Jakarta – Timnas Indonesia resmi tergabung di Grup F Piala Asia AFC 2027 bersama Timnas Jepang, Timnas Qatar, dan Timnas Thailand berdasarkan hasil drawing yang digelar Asian Football Confederation di At-Turaif District, Diriyah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026) malam waktu setempat.
Skuad Garuda berada di Pot 4 dalam pengundian tersebut berdasarkan ranking FIFA per 1 April 2026 yang menempatkan Indonesia di posisi ke-122 dunia. Grup F pun langsung disebut sebagai salah satu grup paling berat di turnamen karena dihuni dua kekuatan besar Asia, Jepang dan Qatar, serta rival regional Thailand.
Piala Asia 2027 sendiri akan diikuti 24 negara dan menjadi edisi ke-19 turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia. Arab Saudi selaku tuan rumah menyiapkan delapan stadion yang tersebar di Riyadh, Jeddah, dan Khobar untuk menggelar seluruh pertandingan.
Keikutsertaan Indonesia kali ini melanjutkan tren positif perkembangan sepak bola nasional di level Asia. Pada edisi sebelumnya, yakni Piala Asia 2023 yang dimainkan awal 2024, Indonesia berhasil mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sebelum dihentikan Australia.
Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menyambut positif hasil undian tersebut. Menurutnya, grup berat justru menjadi peluang penting bagi Indonesia untuk naik level menuju target besar tampil di Piala Dunia 2030.
“Saya pikir hasil drawing ini memberikan kita peluang besar untuk mengambil langkah berikutnya. Kita akan menghadapi tim terbaik di AFC, kemudian menghadapi peserta Piala Dunia seperti Qatar, dan juga salah satu rival terbesar kita, Thailand,” ujar Herdman.
Pelatih asal Kanada itu menilai fase grup akan berjalan sangat kompetitif, namun menjadi kesempatan berharga untuk mengukur perkembangan tim Merah Putih.
“Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi juga peluang besar bagi kami untuk terus berkembang sebagai negara dan menunjukkan kepada para pendukung bahwa kami berada di jalur yang tepat menuju Piala Dunia 2030,” lanjutnya.
Meski banyak pihak menilai Grup F sebagai “grup neraka”, Herdman menegaskan seluruh grup di level Asia tetap memiliki tingkat kesulitan tinggi.
“Banyak orang mungkin melihat ini sebagai grup yang sulit. Tetapi di level AFC seperti ini, setiap grup memang sulit. Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang yang ada ketika menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog dalam pertandingan tersebut.”
Ia juga menekankan pentingnya mentalitas berbeda dalam menghadapi setiap lawan. Menurut Herdman, Indonesia harus tampil maksimal melawan Qatar dan membawa determinasi tinggi saat menghadapi Thailand.
“Kami juga harus mampu mengeluarkan versi terbaik dari diri kami saat menghadapi Qatar, lalu membawa semangat juang, determinasi, dan gairah yang dibutuhkan untuk menghadapi tim seperti Thailand,” katanya.
Herdman menilai setiap pertandingan di Grup F memiliki tantangan unik sehingga tim harus melangkah laga demi laga dengan pendekatan berbeda.
“Setiap pertandingan memiliki tantangan uniknya sendiri. Akan ada mentalitas berbeda yang dibutuhkan untuk menjalani setiap laga dan kita harus melangkah satu pertandingan demi satu pertandingan. Jadi daripada melihat ini sebagai tantangan besar, saya melihatnya sebagai peluang besar.”
Sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027, Herdman telah menyiapkan strategi dua tahap dalam proses seleksi pemain. Tahap pertama adalah mengevaluasi pemain domestik yang tampil impresif sepanjang musim kompetisi nasional.
“Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik. Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini, termasuk pemain yang menurut kami mulai menunjukkan profil yang kami butuhkan untuk masa depan,” ujarnya.
Tahap berikutnya dilakukan pada Juni dengan memantau pemain diaspora yang berkarier di Eropa untuk dipadukan dengan pemain lokal terbaik.
“Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027,” tambah Herdman.
Selain evaluasi pemain, Herdman juga menyoroti pentingnya membangun identitas permainan dan chemistry dalam skuad Garuda.
“Setiap kali kami berkumpul, fokusnya adalah mengembangkan kerangka taktik dan identitas permainan kami, sekaligus membangun koneksi di dalam dan luar lapangan. Kami harus membangun brotherhood yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya di Asia.”
Lebih jauh, Herdman menyebut Piala Asia 2027 sebagai bagian penting dalam roadmap jangka panjang Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Menurutnya, Indonesia harus mulai terbiasa bermain di luar negeri dan menghadapi lawan-lawan dengan kualitas lebih tinggi.
“Piala Asia sangat penting dalam tujuan jangka panjang Indonesia karena kita harus mulai terbiasa bermain di luar Indonesia. Ini adalah langkah penting yang harus kita ambil.”
Ia menegaskan Indonesia harus mampu memperkecil jarak kualitas dengan negara-negara elite Asia seperti Jepang dan Qatar apabila ingin bersaing di level dunia.
“Jika kita ingin lolos ke Piala Dunia 2030, maka jarak itu harus diperkecil. Kami harus belajar mendapatkan hasil melawan lawan-lawan kuat tersebut. Semua persiapan yang kami lakukan selalu diarahkan menuju 2030,” tutur Herdman.

Menurutnya, pengalaman menghadapi lawan tangguh di turnamen besar akan menjadi modal penting bagi generasi pemain Indonesia untuk menghadapi situasi tekanan tinggi pada masa depan, termasuk di Kualifikasi Piala Dunia.
Berikut hasil lengkap drawing Piala Asia AFC 2027:
Grup A: Arab Saudi, Kuwait, Oman, Palestina
Grup B: Uzbekistan, Bahrain, Korea Utara, Yordania
Grup C: Iran, Suriah, Kirgizstan, China
Grup D: Australia, Tajikistan, Irak, Singapura
Grup E: Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Vietnam, Lebanon/Yaman
Grup F: Jepang, Qatar, Thailand, Indonesia