x Pulau Seribu Asri

Pelatnas Soft Tennis Masuki Fase Krusial, Bidik Dua Perak di Asian Games 2026

waktu baca 4 menit
Selasa, 14 Apr 2026 11:56 39 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim nasional Soft Tennis Indonesia memasuki fase krusial setelah digelar intensif sejak 1 Maret 2026. Dalam kurun lebih dari satu bulan, para atlet terus ditempa dengan ritme latihan padat demi mengejar target besar di Asian Games 2026.

Ketua Umum Pengurus Pusat Soft Tennis Indonesia, Awal Chairuddin, menegaskan bahwa pemilihan lokasi pelatnas di kawasan Hotel Sultan, Senayan, merupakan langkah strategis yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas.

Menurutnya, keterbatasan lapangan memang menjadi tantangan, namun hal itu terkompensasi dengan kedekatan antara tempat latihan dan hunian atlet, serta dukungan fasilitas seperti kolam renang dan pusat kebugaran.

WhatsApp Image 2026-04-14 at 11.53.08 AM
Ketua Umum Pengurus Pusat Soft Tennis Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Awal Chairuddin,. Foto : M Ary K

“Fokus kami adalah efisiensi dan intensitas. Atlet tidak perlu membuang waktu di perjalanan, semua kebutuhan tersedia dalam satu kawasan,” ujar Awal.

Program pelatnas yang dirancang selama enam bulan kini dipadatkan pada tiga bulan pertama. Pada fase awal, porsi latihan didominasi aspek fisik hingga 70 persen, sementara teknik sekitar 30 persen. Strategi ini diterapkan untuk membangun fondasi kebugaran sebelum masuk ke tahap penguatan teknik secara bertahap.

Sekretaris Jenderal PP Soft Tennis Indonesia, Buyung Wijaya Kusuma, mengungkapkan bahwa tim telah menyiapkan agenda uji coba internasional. Sesuai proposal ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, pelatnas dijadwalkan menjalani training camp di Korea Selatan selama dua pekan pada Juni, sekaligus mengikuti dua turnamen di kota berbeda.

WhatsApp Image 2026-04-14 at 11.28.14
Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim nasional Soft Tennis Indonesia memasuki fase krusial setelah digelar intensif sejak 1 Maret 2026. Foto : PESTI

Namun, dinamika anggaran yang masih dalam tahap peninjauan membuat sejumlah rencana harus disesuaikan. Agenda lanjutan di China Taipei pada Agustus berpotensi dibatalkan, dengan fokus dialihkan ke Korea Selatan sebagai pusat uji coba utama.

Meski dihadapkan pada keterbatasan, perkembangan atlet menunjukkan tren positif. Laporan tim pelatih mencatat peningkatan signifikan, baik dari sisi fisik maupun teknik, yang didukung disiplin tinggi serta fasilitas memadai.

Pemantauan berkala menunjukkan kondisi fisik atlet terus meningkat, sementara kemampuan teknik mulai berkembang meski masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa puncak. Hal ini memunculkan optimisme tim untuk bersaing di level Asia.

Sebagai bagian dari pematangan, Jepang dan Korea Selatan diproyeksikan menjadi destinasi uji coba berikutnya. Agenda ini dinilai penting untuk mengasah mental bertanding sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menghadapi lawan-lawan kuat.

“Uji coba ini penting untuk membangun rasa percaya diri atlet. Dari situ kita bisa melihat kesiapan mereka menghadapi tekanan pertandingan sesungguhnya,” kata Buyung.

Manajer Timnas Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, menegaskan target prestasi tetap tidak berubah, yakni meraih dua medali perak dari nomor beregu putra dan ganda campuran—dua sektor andalan Indonesia.

Menurutnya, peta persaingan di Asia masih didominasi Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei, sehingga kesiapan maksimal menjadi kunci.

Menariknya, komposisi atlet pelatnas saat ini belum bersifat final. Evaluasi ketat akan dilakukan dalam tiga bulan pertama, dengan kemungkinan pergantian pemain bagi mereka yang tidak memenuhi standar performa.

“Tidak ada jaminan posisi. Semua harus menunjukkan performa terbaik. Jika tidak memenuhi target, bisa diganti,” tegas Ferly, didampingi pelatih putra Prima Simpatiaji dan pelatih putri Gularso Muljadi.

Sistem ini membuka ruang kompetisi sehat sekaligus menjaga kualitas tim tetap optimal hingga batas akhir pendaftaran atlet. Dengan skema entry by name yang masih memungkinkan perubahan, peluang bagi atlet di luar pelatnas tetap terbuka.

Seiring waktu yang terus berjalan menuju Asian Games 2026, pelatnas kini tak sekadar menjadi tempat latihan, tetapi juga arena seleksi ketat. Hanya atlet terbaik yang akan membawa nama Indonesia di panggung Asia. (ma)

Daftar Atlet Timnas Soft Tennis Indonesia Asian Games 2026

Putra:

  • Tio Juliando Hutahuruk (Jawa Barat)
  • Fernando Sanger (Jawa Barat)
  • Rizky Zammy (Kalimantan Timur)
  • Bagus Angga Boedy P (DKI Jakarta)
  • Reza Pahlefi (Jawa Tengah)

Putri:

  • Siti Nur Arasy (DKI Jakarta)
  • Allif Nafiiah (Jawa Tengah)
WhatsApp Image 2026-04-14 at 11.53.09 AM
Ilustrasi Soft Tennis (PESTI). Foto : M Ary K

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
5 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri